
...----------------...
"Kehamilan Naira sudah memasuki bulan keenam , perut buncitnya membuat dirinya terlihat lebih imut dan menggemaskan .
Acara ngidam masih berlangsung , bahkan lebih menjadi jadi .
namun Ray selalu telaten merawat ibu hamil itu dengan kasih sayang dan segenap cinta .
Seperti siang di hari Minggu ini , Naira sedang berselonjor di atas ranjang menunggu suaminya datang membawakan makanan yang membuat Naira terus menelan ludahnya .
Sambil membaca program seputar kehamilan di depannya ,mata Naira terus saja menengok ke arah pintu kamar . tidak sabar menunggu Ray datang .
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Ray datang juga dengan membawa nampan di tangan nya .
Naira menaruh buku nya dan beranjak bangkit dari duduknya menyambut suaminya itu dengan senyuman manis nya .
"Kamu sungguh tidak sabaran " ucap Ray sambil tertawa kecil melihat antusias dari Naira .
"Anak mas sangat rakus tau " Ray hanya menggeleng
"Bukan anak ku , tapi ibunya yang rakus "Naira hanya menunjukkan senyum yang memperlihatkan Gigi putih nya mendengar ucapan suaminya itu .
"Naira mendudukkan tubuhnya di atas meja kecil yang di sediakan oleh Ray khusus untuk wanita hamil itu .
Wanita berusia 21 tahun itu mengambil sendok dan dengan semangat mengambil makan yang berkuah merah itu.
Satu suap mendarat di dalam dalam mulutnya namun kenyataan tidak seindah expentasi , rasa nya sangat aneh menurut Naira berbeda saat tadi iya melihat orang sangat lahap menyantap makan yang ada di depan nya itu .
Naira terlihat mengunyah dengan perlahan-lahan .
setelah habis di telan nya dengan susah panyah , Naira menatap wajah suaminya .
"Kenapa "Ray curiga dengan tatapan itu.
"Kenyang " ucap Naira memelas . Ray menghela nafas panjang mendengar penuturan wanita itu .
"Ya sudah" Ray menarik mangkuk di depan Naira .
"Mau di apakan ?"
"Biar di buang saja " Naira menggelengkan kepalanya tidak setuju .
"Lalu ?" Naira memasang wajah imutnya .
"Kalo di buang kan mubazir , mas Ray makan nya " Ray menatap tidak percaya kearah istrinya itu .
"Tidak mau melihatnya saja aku sudah mual , apa lagi harus memakannya " tolak Ray tegas .
"Tidak mau ya ?" wajah Naira terlihat sedih melihat makan itu .
"Huhhh , jangan pasang wajah seperti itu !" Ray menarik mangkuk berisi makanan itu .
"Ya Allah , semoga makan ini tidak membuat ku kehilangan nyawa " Ray mengadahkan tangan dan meng'aamiini doa ya barusan .
"Sayang , kenapa lebay sekali "ucap Naira sambil berkekeh
"Aku hanya mencicipi nya saja,, ingat "" Ray menatap wajah Naira dengan tatapan serius .
__ADS_1
"Harus habis "ucap Naira enteng .
"Jangan aneh . kalo mau habis kita berdua yang harus memakannya " ucap Ray sambil tersenyum jahil
Naira menggangguk pasrah .
Naira melahap makanan dengan baik mungkin karena Ray yang menyuapinya,
Ray tersenyum gemas ternyata Naira bukan sudah kenyang malainkan ingin di suapi suaminya itu .
Naira membuka mulutnya lebar-lebar menunggu Ray menyuapinya ,
"Sudah habis " ucap Ray Naira mengintip ke arah mangkuk .
"Ya habis ya , mas si makannya cepet banget " ucap Naira lempar batu sembunyi tangan kearah suaminya itu .
"Ya ,, ya "Ray mengelap mulut wanita itu karena belepotan .
"Sekarang giliran ku , aku ingin makan !"ucap Ray menyingkirkan mangkuk dari hadapan mereka ,dan berdiri menggendong Naira menuju ke atas ranjang ,
"Katanya mau makan ? kenapa ke atas kasur si " ucap Naira polos .
"Kerena aku ingin memakan mu " naira pasrah melayani suaminya itu siang ini ...
...----------------...
Naira baru saja selesai sholat Maghrib di dalam kamar nya , dan membereskan semua alat sholat menaruh nya lagi di tempat yang semestinya .
Namun suara getaran ponsel di nakas meja membuat Naira melangkah menuju ke arah itu .
"Tante Melli .
ifangka -
Naira menatap nanar layar ponsel yang ad di depan nya itu . Naira melihat panggilan masuk atas nama Tante Melli satu Minggu yang lalu , Naira tersenyum kecut , Naira menaruh lagi ponsel nya di atas meja itu .
Ray yang baru saja pulang dari sholat Maghrib di masjid tersenyum dan memberikan sebuah kecupan manis di dahi wanita itu ,Naira hanya tersenyum .
"Mas , Naira mau menginap di rumah mama Jen nya " ucap Naira
"Sayang ,, inikan sudah malam ,besok saja " Ray mendekati Naira ,namun Naira menggeser posisi tubuhnya sedikit menjauh dari suaminya .
"Kalo mas Ray gak mau anterin Naira gak papa kok , Naira bisa minta tolong sama ko Alex untuk jemput Naira disini "" ucap Naira menyakin kan Ray .
"Maksud ku bukan seperti itu sayang " Naira menepis tangan Ray yang akan menyentuh tangan nya .
"Naira mau kerumah mama " Naira sudah tidak bisa menahan air matanya .
Ray membawa perempuan itu kedalam pelukannya .
"Ya sudah biar aku yang mengantar nya " Naira menggeleng
"Biar ko Alex saja yang menjemput naira " Naira melepaskan pelukan mereka .
"Itu akan sangat merepotkan sayang " ucap Ray lembut .
"Artinya selama ini Naira selalu ngerepotin mas Ray ""tanya Naira dengan tatapan sedih .
__ADS_1
"Bukan seperti itu "
"Naira mau ganti baju dulu "Ray menarik nafas panjang melihat istrinya itu .
"Apa ini bawaan bayi nya juga " Ray melangkah menyusul Naira ke dalam ruang ganti .
Alex mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tamu menunggu Naira turun dari kamar atas .
"Ko "Naira melangkah menyambut tangan Alex yang terulur kerah nya .
"Sayang " Alex melihat ekspresi sahabatnya itu ,
kusut , entah apa mereka ada masalah "batin Alex
"Naira mau menginap di rumah mama " Alex menggangukan kepalanya .
"Apa suami mu tidak ikut ?"Naira memandang wajah suaminya itu .
"Tidak " Ray baru saja akan mengatakan sesuatu namun Naira langsung menukas perkataan nya
"Ya sudah hayo " Naira berjalan dengan langkah cepat meninggalkan ruang tamu .
"Kalian ada masalah ?"
"Aku tidak tahu , tiba tiba Naira meminta izin untuk menginap di rumah mama " ucap Ray dengan nada lesu .
Alex menepuk pundak laki laki , dan melangkah keluar menyusul Naira ,
"Naira , suami mu " Alex membuka pintu mobil menegur adik perempuan nya itu .
"Mas , Naira pergi dulu " Naira menyalimi tangan Ray , Ray merengkuh tubuh wanita itu .
"Baik lah hati hati . besok kalo mau di jemput telpon nya " Ray mengecup bibir Naira dengan lembut .
Naira menggangguk Tampa berkata apapun dan masuk kedalam mobil yang Alex bawa .
"Ray " pamit Alex meninggal kediaman Adik iparnya itu .
Ray melangkah masuk kedalam dengan langkah gontai menuju kamar mereka .
"Kenap tiba tiba Naira bersikap seperti itu si " Ray merebahkan tubuhnya di atas ranjang menghadap ke arah tempat tidur yang selalu ada wanita yang sedang mengandung anak nya itu Disana .
Walau tingkah laku istrinya itu sering membuat Ray ,jengkel namun tidak bisa di pungkiri saat ini , baru satu menit saja istrinya itu meninggalkan rumah ,namun hatinya terasa sangat merindukan Naira.
Ray mencium aroma tubuh wanita itu yang menempel di guling yang sering di peluk oleh Naira .
"Aku merindukan mu sayang "ucap Ray memejamkan matanya ....
Bersambung.....
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Mampir juga di ceriaku yang ini nya , slow uqβΊοΈππ»
makasih π
hi reader
__ADS_1
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
semoga terhibur βΊοΈππ»