
Ray dan Naira terlihat sedang menemani putra pertama mereka berjemur di halaman depan rumah mereka sambil tertawa karena becanda nyeleneh kedua orang tua itu .
Ya dua Minggu yang lalu Naira telah melahirkan putra pertama mereka dengan selamat dan sehat .
Dan itu telah merubah status mereka sebagai ayah dan ibu, membuat Ray tidak bisa menahan air mata haru ,
Apa lagi dirinya sendiri yang mendampingi istri kecilnya itu saat proses persalinan secara normal .
perjuangan yang bengitu besar dan air mata ikut mengiringi kelahiran putra mereka .
AHMAD ZIDANE SETIAWAN nama yang di pilih kan untuk buah hati mereka .
Beby Zidane sangat aktif dan menggemaskan bahkan nyonya jenni dan nyonya Monica setiap hari nya selalu datang ke kediaman Ray dan Naira hanya untuk mencium pipi gembul bayi lucu itu .
Bengitu pun yang menjadi kebiasaan Alex dan Adel yang selalu menyempatkan waktu untuk menjenguk keluarga kecil itu walau kadang tengah malam saat mereka menyelesaikan pekerjaan dan kesibukan mereka .
"
"
"Sayang lihat anak ku mirip sekali dengan mu ,
tidak adil ya aku yang mengandung nya dan melahirkan Zidane . tapi dia malah mirip dengan mu ,huhh " oceh Naira sambil tertawa kecil.
Ray ikut berkekeh mendengar ucapan istrinya itu .
"Hemm , karena itu adalah hasil kerja keras ku tau , jadi wajar saja jika Zidane mirip dengan ku "ucap Ray sambil tertawa cekikikan menggoda Naira .
Naira mencubit pinggang suaminya itu dengan keras hingga Ray meringis menahan panas di pinggang nya .
"Sayang ., apa kamu ikut les mencubit kenap sakit sekali si "ucap Ray masih tertawa kecil sambil mengelus pipi Naira dengan lembut .
"Huhh ,,
"Tapi aku nyakin jika suatu saat nanti dia akan menjadi seorang yang kuat dan berguna untuk keluarga , agama dan negara ini sayang .
karena Zidane memiliki seorang ibu yang baik lembut dan penuh kasih dan sayang seperti dirimu "ucap Ray sambil mencium kepala wanita cantik itu .
"Aamiin "
"Terimakasih ya, sudah memberikan aku kesempurnaan dalam hidup ku atas kehadiran dirimu dan putra kita hemm ., dan keluarga ku , terimakasih "
"Naira juga berterimakasih. karena mas Ray sudah menerima Naira sebangai istri mas Ray dan ibu dari anak anak mas "ucap Naira tersenyum walau pelupuk matanya sudah di penuhi peluh yang ingin keluar dari matanya .
"Aku beruntung memiliki mu, jadi harusnya aku yang berterima kasih kepada mu sayang. karena kamu sudah menyempurnakan setengah diriku .... terimakasih "Ray memeluk tubuh wanita itu dengan erat , Naira menangis haru akhirnya kebahagiaan itu benar benar telah tercapai saat ini . Naira selalu mensyukuri itu .
Lama mereka saling berpelukan seolah-olah tidak ingin terlepaskan namun suara tangisan Beby Zidane membuat Naira dan Ray tersadar dan mengambil tubuh mungil bayi lucu itu dan menenangkan nya .
Setelah Beby Zidane tidak menangis lagi Naira menaruh lagi anak nya itu dan melanjutkan aktivitas menjemur mereka bertiga .
"Sayang kapan aku bisa menambah adik untuk Zidane ya " bisik Ray di samping Naira membuat Naira melotot kearah suaminya itu .
__ADS_1
"Menyebalkan sekali " Naira mendorong troli bayi nya untuk masuk kedalam rumah mereka .
"Sayang aku hanya becanda tau " ucap Ray sambil tertawa terkiki karena lucu dengan ekspresi wajah istrinya itu .
"Tapi tidak salah bukan , aku kan meminta anak satu lusin dari mu , apa kamu lupa dengan permintaan ku waktu itu "tanya Ray saat mengambil alih troli yang Naira dorong .
"Sayang ,, kita hanya bisa berencana , tapi kita tidak bisa memungkiri bahwa rencana Allah itu lebih baik ,, oke " Ray tersenyum dan mencium tangan Naira dengan mesra .
"Hemm ,,. sudah ku katakan bahwa aku sangat beruntung memiliki mu sayang "Naira menyenderkan kepalanya di bahu suaminya yang sedang mendorong troli bayi yang ada di depan mereka itu .
"
"
"Mba ifangka , selamat siang "Naira yang baru saja sampai di sebuah cafe yang menjadi tempat bertemu mereka .
"Hemm .. siang nai "jawab ifangka gugup
Naira merengkuh tubuh wanita itu . ifangka membeku bangai mana perempuan ini bisa bersikap seperti itu padanya . bukan kah dia hampir membuat Naira kehilangan nyawa nya . bahkan dirinya membuat Naira dan Ray kehilangan anak mereka.
"Bangaimana kabar mba ifangka ?"ucap Naira tersenyum ramah kepada ifangka
"Ba,,bai,k nai "
"Alhamdulillah "
"Apa mba ifangka sudah lama menunggu , maaf tadi jalanan sangat macet sekali "ucap Naira menarik kursi yang ada di depan wanita yang sedang duduk dengan perasaan bersalah itu .
"Mba ,, Naira minta maaf ya karena udah merusak hubungan antara mas Ray dan mba ifangka . " ucap Naira dengan serius
"Hemm ,, itu hanya masa lalu nai , aku sudah melupakannya , jangan khawatir "ifangka menangis karena Naira meminta maaf kepada dirinya.
"Harus nya aku yang meminta maaf kepada kalian berdua , karena ,,, "perkataan ifangka terhenti saat Naira menggelengkan kepalanya .
"Itu bukan seutuhnya kesalahan mba ifangka , dan kami sudah mengikhlaskan nya mba "
"Nai ,. terimakasih "
Mereka berdua berpelukan dengan suasana haru , akhirnya mereka telah berbaikan walaupun mungkin kesalahan mereka sangat sulit .
Setelah beberapa lama mereka saling membisu sambil menikmati makanan yang ada .
"Aku dengar jika kamu sudah melahirkan putra pertama kalian , semoga kalian selalu bahagia nai " Naira tersenyum dan mengangguk
"Terimakasih ,. apa mba ifangka mau bertemu dengan anak ku "tanya Naira dengan pelan takut jika menyinggung perasaan wanita itu .
"Hemm ,. apa boleh ?"
"Tentu ,, liat itu "Naira menunjuk seorang laki laki yang sadang duduk di sebelah kanan mereka berdua yang sedang sibuk membuat Beby Zidane tenang " ifangka terperanjat melihat Ray sangat telaten merawat anaknya itu .
"Dia sangat berbeda " ucap ifangka pelan .
__ADS_1
"Mba ifangka mengatakan sesuatu ?" tanya Naira kepada ifangka yang berbicara pelan barusan .
"Tidak ,, hemm .
aku takut nai jika Ray belum memaafkan aku " ucap ifangka mengigit bibir bawahnya takut jika Ray belum bisa memaafkan nya .
"Mba ifangka tenang saja " Naira berdiri dan menggandeng tangan ifangka agar ikut bersama nya untuk menuju meja yang Ray duduki .
" Tapi ,,
"Mba ,,. ucap Naira sedikit memohon
"Baik lah "
Naira tersenyum dan mereka berjalan pelan menuju Ray dan Beby Zidane .
"Mas ,, Naira menyentuh bahu suaminya dan tersenyum kearah Ray yang sedang memperhatikan mereka berdua .
"Sayang . " Ray menyambut tangan istrinya dan mengecup tangan Naira dengan lembut . membuat Naira tersipu apa lagi itu di hadapan ifangka .
Pandangan ifangka melihat perubahan pria yang pernah iya sia siakan itu .
"Mas lihat ada mba ifangka Disini " ucap Naira tersenyum
"Iya ,, ucap Ray dengan tegas
"Aku hanya ingin mengucapkan maaf Ray , semoga pintu maaf itu masih terbuka untuk ku " Ray menggenggam tangan istrinya .
" Kami sudah melupakan nya ,, aku harap sekarang kamu lebih bisa menghadapi nya dengan baik " ucap Ray dengan nada tegas .
"Terimakasih ,,
Naira tersenyum melihat Ray yang bersikap baik kepada ifangka .
"Apa bayi itu anak kalian ?"
"Iya "jawab Naira masih tersenyum ramah kepada ifangka .
"Dia sangat Lucu dan tampan " ucap ifangka dengan tatapan berbinar.
"Terimakasih Tante "ucap Naira tertawa kecil Ray menatap wajah istrinya itu dan menghembuskan nafas lega karena satu persatu masalah mereka telah terlewati dengan baik .
Ifangka meminta izin untuk menggendong bayi lucu dan berpipi chubby itu Naira pun mengizinkan dan mereka melanjutkan dengan obrolan ringan walau banyak kegugupan di antara mereka bertiga ....
Bersambung....
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Hi reader
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya untuk membangkitkan semangat penulis π
__ADS_1
semoga terhibur βΊοΈππ»