Acha Dan Tiga Cogan

Acha Dan Tiga Cogan
Bab 31 - Pacar Pertama Acha


__ADS_3

...༻〇༺...


"Maaf, Kak!" Acha hanya bisa berucap begitu saat kena marah Ezra.


"Lo mending bersihin cermin aja sana!" usir Ezra. Ia segera membersihkan keributan yang sudah dibuat Acha.


Acha menurut saja. Dia membersihkan cermin dengan kain basah.


Setelah hampir setengah jam, Ezra selesai membersihkan closet. Dia berjalan begitu saja keluar dari toilet.


Acha yang sudah lama selesai bersih-bersih dibanding Ezra, baru saja datang. Ia tadi pergi sebentar untuk membeli minuman.


"Tunggu, Kak! Ini!" Acha memberikan sebotol minuman segar pada Ezra. "Kau pasti haus," tambahnya.


"Thanks." Ezra menerima minuman yang diberikan Acha. Dia langsung meminumnya.


Acha tersenyum gembira menyaksikan Ezra bersedia menerima minumannya. Ia dan cowok itu melangkah bersama untuk pergi meninggalkan sekolah.


Ketika sudah tiba di depan pintu gerbang, Acha dan Ezra dikejutkan dengan kehadiran Alan yang sudah menunggu. Cowok tersebut tampak cemberut saat melihat Acha bersama Ezra. Alan bergegas turun dari motor dan menghampiri.


"Cha! Kau ngapain jalan bareng dia?" timpal Alan sambil menunjuk Ezra dengan dagunya.


Ezra menarik sudut bibirnya ke atas. Dia berucap, "Gue sama Acha--"


"Kami kebetulan kena hukum bareng! Kami baru aja selesai bersihin toilet!" Acha sengaja memotong perkataan Ezra. Takut kalau cowok itu akan mengaku sebagai pacarnya lagi. Acha tak mau rencananya jadi berantakan karena itu.

__ADS_1


Ezra lantas hanya bisa mendengus sambil memutar bola mata jengah. Dengan raut wajah cemberut, dia pergi begitu saja meninggalkan Acha dan Alan. Cowok itu bergegas pergi dengan sepedanya.


"Dihukum? Emang kalian melakukan kesalahan apa?" tanya Alan penasaran.


"Nanti aku ceritakan di jalan ya," ujar Acha seraya melirik kepergian Ezra dengan rasa bersalah. Dia segera pergi bersama Alan.


Kala Acha sudah dibonceng jauh, Ezra berhenti melangkah. Dia menoleh dan menatap kepergian Acha yang dibonceng oleh Alan.


Sementara itu di jalan, Alan menuntut penjelasan dari Acha. Cowok tersebut terkesan seperti tidak suka melihat Acha berdekatan dengan Ezra.


"Hari ini aku sama Kak Ezra kebetulan terlambat masuk kelas. Makanya dihukum," terang Acha.


"Benarkah? Bukannya kau dan dia beda kelas?" selidik Alan.


"Iya. Tapi kan sama-sama terlambat. Jadi dihukumnya bareng deh," jawab Acha.


Acha menyunggingkan senyuman. Ia meletakkan dagu ke pundak Alan. "Memangnya kenapa? Cemburu ya?" tukasnya.


Mendengar itu, Alan tersenyum sembari memutar bola mata. "Kalau iya, kenapa?" tanggapnya. Sengaja menunjukkan perasaannya dengan kode.


"Berarti Kak Alan suka sama aku dong," simpul Acha. Namun tidak ditanggapi lagi oleh Alan. Cowok itu hanya melajukan motornya. Sampai akhirnya tiba di tempat tujuan.


Alan berhenti di sebuah taman kota. Ia mengajak Acha makan jajanan di sana. Lalu duduk ke bangku dekat air mancur.


"Jadi Kak Alan pengen ajak aku ke sini?" tanya Acha. Dia dan Alan baru saja menghabiskan makanan jajanan mereka.

__ADS_1


"Iya. Suka nggak?" sahut Alan.


"Suka!" Acha mengangguk sambil tersenyum.


'Gue harus beraksi sekarang!' seru Alan dalam hati. Dia merasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk menembak Acha. Alan sengaja memancarkan tatapan lekat untuk gadis itu.


Acha terkesiap. Dia jadi salah tingkah. Sehingga dirinya mencoba membuang muka. Akan tetapi Alan tak membiarkan. Cowok tersebut sigap memegangi wajah Acha.


"Cha..." panggil Alan seraya mengarahkan wajah Acha menghadap ke arahnya.


"I-iya?" Acha tergagap. 'Aduh! Kenapa gue jadi salah tingkah begini? Padahal gue tahu kalau Kak Alan sekarang sedang akting,' batinnya mengeluh.


"Aku suka sama kamu. Kau mau kan hubungan kita nggak hanya sekedar teman?" tanya Alan.


Mata Acha mengedip cepat. Tatapan lekat Alan membuatnya seolah terhipnotis.


"Ma-maksudnya lebih sekedar teman itu pacaran kan?" Acha memastikan.


"Iya. Kau mau kan pacaran sama aku?" tanya Alan.


Acha terdiam cukup lama. Ia berusaha menenangkan diri.


'Tenang, Cha. Tenangkan diri lo! Kak Alan sekarang nggak sungguh-sungguh! Fokus sama rencana lo.' Acha berupaya mengingatkan diri. Wajar dia merasa gugup dan salah tingkah, mengingat ini adalah pertama kali dirinya ditembak oleh cowok untuk dijadikan pacar.


"Iya, Kak! Aku mau." Acha langsung menerima.

__ADS_1


'Astaga. Mudah banget ternyata!' seru Alan dalam hati. Ia merasa puas. Senyuman lantas mengembang di wajahnya. Alan perlahan memiringkan kepala. Berniat mencium bibir ranum Acha.


Mata Acha membulat. Jantungnya berdegup kencang saat melihat bibirnya dan bibir Alan nyaris bersentuhan.


__ADS_2