Acha Dan Tiga Cogan

Acha Dan Tiga Cogan
Bab 51 - Tidur Bersama?


__ADS_3

...༻〇༺...


Acha tak tahu harus bagaimana. Dia rasa Bimo akan mencium bibirnya. Apalagi saat mendengar pengakuan Bimo yang blak-blakan itu.


"Kak..." lirih Acha.


Bimo tersenyum tipis. Perlahan dia melepaskan wajah Acha. "Lupakan! Kau sebaiknya kembali ke kamarmu dan tidur," sarannya sambil duduk ke tepi ranjang.


Acha mematung di tempat. Dia ragu untuk pergi. Takut kalau Bimo akan mengkonsumsi benda terlarang yang ada di laci.


"Aku akan tidur di sini!" imbuh Acha. Membuat pupil mata Bimo sontak membesar.


"Jangan gila! Nanti aku khilaf gimana?" timpal Bimo.


"Aku akan tidur di sofa. Aku nggak akan biarkan kau mengkonsumsi benda terlarang itu," ujar Acha seraya mengambil bantal dari ranjang Bimo. Lalu beranjak ke sofa panjang yang ada di kamar cowok tersebut. Ia segera merebahkan diri di sana. Bersiap untuk tidur.


"Terserah deh," ucap Bimo. Dia telentang ke ranjang. Dirinya tidak bisa tidur karena tidak fokus dengan keberadaan Acha.


"Oh iya. Tadi kan katanya Kak Bimo tertangkap polisi. Gimana bisa--"


"Aku nggak mau membahas itu!" potong Bimo tegas. Acha otomatis bungkam. Dia yang sudah mengantuk, segera menutup mata. Tak lama kemudian Acha terlelap.


Satu malam berlalu. Sinar mentari yang menembus ventilasi jendela, membangunkan Acha. Mata cewek itu perlahan terbuka.

__ADS_1


Deg!


Acha kaget sekali tatkala menemukan dirinya terbangun di ranjang Bimo. Dia juga melihat cowok tersebut di sampingnya dalam keadaan masih tertidur. Parahnya Bimo tampak bertelanjang dada.


Buru-buru Acha melompat dari ranjang. Namun dia tak sengaja tersandung hingga jatuh ke kaki Bimo. Hal tersebut membuat Bimo sontak terbangun.


"Kau kenapa, Cha?" tanya Bimo sembari memaksakan diri duduk.


"Kak Bimo yang kenapa? Apa yang sudah kau lakukan kepadaku?!" timpal Acha sambil memeluk tubuhnya sendiri.


"Kau berpikir kita..." Bimo tak meneruskan kalimatnya sampai akhir. Sebab dia tahu betul apa yang ada di pikiran Acha.


Bimo terkekeh geli. Lalu menjelaskan, "Aku kepanasan! Makanya lepas baju."


"Terus kenapa aku bisa tidur sama Kakak di ranjang?" Acha menuntut jawaban.


Wajah Acha seketika memerah. Karena dia tahu betul bagaimana cara dirinya tidur. Acha tipe orang yang tidak bisa diam saat tidur. Berputar-putar seperti mainan gasing di ranjang.


"Su-sudah. Aku mau ke kamar." Acha bergegas melarikan diri. Ia terlalu malu membahas topik masalah tidurnya.


"Kau harus cari cowok baik untuk dinikahi, Cha. Gawat kalau dia ceraikan kamu gara-gara kau tidur begitu," tukas Bimo. Tepat sebelum Acha berjalan melewati pintu.


"Ish! Kak Bimo apaan sih," balas aja.

__ADS_1


Bimo tergerak kecil. Dia kembali merasa gemas kepada Adiknya sendiri.


Kala waktu menunjukkan jam setengah tujuh pagi, Acha mendatangi meja makan untuk sarapan seperti biasa. Namun kali ini Bimo tidak bergabung. Hanya Acha dan Mira yang menikmati sarapan sekarang.


Raut wajah Mira tampak sendu. Dia hanya bicara seadanya dengan Acha.


"Cha, mulai sekarang kalau mau pergi jalan, minta izin dulu ya," cetus Mira sambil sibuk mengambil makanan.


"Iya, Mah," tanggap Acha. " Papah Rizal mana?" tanyanya.


"Sudah pergi kerja. Suruh Bimo makan gih! Kasih tahu kalau papahnya pergi," kata Mira yang segera berdiri karena sudah selesai makan.


Acha mengerutkan dahi. Ia merasa suasana keluarganya berubah drastis.


"Oh iya. Sopir akan mengantarmu ke sekolah. Jangan ikut Bimo lagi!" ucap Mira.


Acha hanya bisa mengangguk dan mengiyakan. Dia segera berangkat ke sekolah. Sebelum itu, Acha menemui Bimo terlebih dahulu. Akan tetapi cowok tersebut sudah tidak ada. Kemungkinan Bimo sudah berangkat lebih dulu ke sekolah. Acha lantas beranjak keluar rumah.


Suara sepeda motor terdengar mendekat. Kemudian berhenti tepat di hadapan Acha. Siapa lagi orang yang mengendarainya selain Bimo.


"Ayo naik!" titah Bimo. Ternyata sejak tadi dia sudah menunggu Acha.


Acha tak menjawab. Dia hanya menoleh ke arah rumah. Takut ibunya melihat.

__ADS_1


"Kenapa? Apa mamahmu..."


Ucapan Bimo terpotong ketika Acha langsung naik ke motor Bimo. Ia juga tak lupa untuk melambaikan tangan pada sopir yang seharusnya mengantarnya ke sekolah.


__ADS_2