Acha Dan Tiga Cogan

Acha Dan Tiga Cogan
Bab 42 - Video Viral


__ADS_3

...༻〇༺...


Video yang dilihat Ezra tidak lain adalah rekaman saat dirinya dibuli oleh Alan. Dalam video itu Alan memukuli dan menendangnya beberapa kali.


Ya, setidaknya semua orang tahu dari mana lebam di wajah Ezra berasal. Cowok itu memang sulit melepaskan diri dari penindasan Alan.


"Gawat!" gumam Ezra. Dia bergegas pergi meninggalkan sekolah. Ezra ingin cepat-cepat menemui sang ibu. Takut kalau orang tua Alan akan melakukan hal yang tidak-tidak.


Di sisi lain, Alan baru saja keluar dari ruang BK. Karena berasal dari sekolah lain, gurunya akan mengurus hukuman Alan nanti.


Alan membuka ponselnya. Ia tentu dibuat kaget dengan video dirinya sendiri.


"Sial!" buru-buru Alan pergi dari sekolah Acha. Dia ingin menemui kedua orang tuanya agar masalah bisa cepat di atasi.


Ketika Alan sudah beranjak, Bimo mengerutkan dahi. Dia bingung melihat cowok itu tampak tergesa-gesa.


Kini Bimo ingin mencari Acha. Sejak tadi ponselnya tidak berhenti bergetar. Namun Bimo mengabaikannya.


"Eh, Bim! Lo udah lihat video yang lagi rame belum? Cowok yang ada di video itu Alan sama Ezra!" seru Arvan.


"Apa?!" Mata Bimo membulat. Dia bergegas memeriksa ponselnya. Bimo kaget melihat video yang dilihatnya. Ia merasa miris dengan yang dilakukan Alan, serta juga kasihan pada Ezra.

__ADS_1


"Ternyata ini alasan kenapa muka Ezra sering babak belur," ucap Arvan. "Kasihan banget dia," lanjutnya berkomentar.


Bimo pergi dari hadapan Arvan tanpa mengucapkan apapun. Dia tetap ingin menemui Acha. Dari kejauhan, dirinya bisa melihat Acha yang terlihat berjalan bersama Sitha. Bimo bisa melihat wajah Acha tampak sembab.


"Apa dia habis menangis?" gumam Bimo menduga. Ia bergegas menghampiri Acha.


"Cha! Kau nggak apa-apa?" tanya Bimo.


"Aku baik-baik aja, Kak. Terus Kak Bimo? Dapat hukuman ya?" Acha berbalas tanya. Sitha yang berdiri di sebelahnya jadi terabaikan. Gadis itu memanfaatkan waktu untuk memeriksa ponsel. Pupil matanya membesar saat menemukan video tentang Alan dan Ezra.


"Iya. Tapi bukan hukuman besar," jawab Bimo. "Ayo kita--"


Mata Acha seketika terbelalak tatkala melihat ada dua cowok yang dikenalnya dengan baik di video. Ia juga kaget melihat bagaimana Alan memukuli Ezra.


"I-itu bukannya..." Acha tak kuasa melanjutkan perkataannya karena merasa sulit untuk percaya.


"Iya. Itu Alan dan Ezra, Cha. Sepertinya Alan akan dapat masalah besar sebentar lagi," ujar Bimo membenarkan. "Cowok itu memang pantas mendapat pelajaran," rutuknya.


Bimo meraih tangan Acha. Mengajak cewek itu pulang bersamanya.


"Sit! Gue duluan ya!" Acha terpaksa berpamitan pada Sitha.

__ADS_1


"Tapi gue..." Sitha sebenarnya ingin menunjukkan video lain pada Acha. Tepatnya video yang dia dapat dari rekaman sendiri. Tetapi tidak jadi karena ada Bimo bersama Acha.


Sekarang Acha berada dalam boncengan Bimo. Pikirannya berkecamuk memikirkan banyak hal. Acha jadi melamun.


"Mau makan siang bareng dulu nggak?" celetuk Bimo. Namun tidak mendapat sahutan dari Acha.


"Cha?" panggil Bimo yang pada akhirnya menyadarkan Acha.


"Iya, Kak. Maaf! Pikiranku lagi belibet." Acha segera menanggapi.


Bimo terkekeh. "Nggak ada yang perlu dicemaskan. Orang seperti Alan pantas dapat ganjaran. Aku juga yakin keadaan Ezra akan membaik setelah video itu tersebar. Dia pasti mendapatkan banyak dukungan," tuturnya panjang lebar. Bimo meraih tangan Acha dan menggenggamnya erat.


Acha yang tadi sibuk melamun, merasa lega dengan genggaman dari Bimo. Senyuman lantas mengembang di wajahnya.


Berbeda dengan Bimo. Jantungnya akhir-akhir ini selalu berdegup kencang saat dekat dengan Acha. Bahkan ketika dirinya menatap cewek tersebut dari jauh.


"Cha?" panggil Bimo.


"Iya. Kenapa, Kak?" tanya Acha.


"Jantung seorang kakak boleh berdebar nggak sama adiknya sendiri?" balas Bimo.

__ADS_1


__ADS_2