Acha Dan Tiga Cogan

Acha Dan Tiga Cogan
Bab 70 - Season 2 [Pacar Ezra]


__ADS_3

...༻⊛༺...


Acha sedang duduk sambil menikmati minuman segar. Dia sibuk membaca artikel perihal Alan melalui ponselnya.


"Aku benar-benar tidak mengerti. Tapi aku akan mencoba membantu," gumam Acha sembari membuang botol kosong ke bak sampah. Dia berniat akan mencari mantan sekretaris pribadi Alan besok.


Malam telah tiba. Ezra dan seorang perawat masuk ke ruangan Alan. Dia membawakan obat untuk diminum lelaki itu.


Alan tampak telentang di kasur dalam keadaan mata terpejam. Ezra perlahan menghampirinya.


"Berikan padaku nampannya!" pinta Ezra pada perawat yang bersamanya. Perawat itu lantas menurut saja.


Bruk!


Ezra sengaja menghempaskan nampan ke meja. Hal itu membuat Alan tersentak kaget. Ezra sudah menduga kalau lelaki itu sengaja pura-pura tidur.


"Bangunlah! Kau harus minum obat!" ujar Ezra.

__ADS_1


Alan merubah posisi menjadi duduk. Menatap Ezra dengan tatapan tidak suka. "Aku tidak mau! Aku hanya akan minum obat dari dokter Acha!" sahutnya.


Ezra terperangah. "Sebagai pasien kau tidak bisa pilih-pilih begitu," balasnya kesal.


"Boleh kah seorang dokter bersikap begitu pada pasiennya?" timpal Alan.


Ezra mendengus kasar. Sebagai dokter, dia berusaha menahan amarah. Walau banyak dendam yang dirinya simpan untuk Alan, Ezra tidak boleh bersikap berlebihan.


"Hen! Panggil kan Dokter Acha! Pasien ini sepertinya tergila-gila padanya," suruh Ezra kepada sang perawat. Selanjutnya, dia pergi dari ruangan Alan.


Karena pekerjaannya sudah selesai, Ezra pulang ke asrama. Dia baru selesai mandi. Tampilannya hanya mengenakan handuk di pinggul. Ezra menatap dirinya di cermin.


Ponsel Ezra berdering. Dia segera mengangkat panggilan tersebut. Suara manis dan manja dari seorang gadis menyambut.


"Sayang! Kau ingat kan kalau hari ini ada acara makan malam," kata gadis dari seberang telepon. Namanya Febri. Perempuan yang pernah datang ke asrama Ezra. Dia tidak lain adalah gadis yang dilihat Acha sebelumnya.


"Tentu saja aku ingat. Aku sedang bersiap sekarang," sahut Ezra datar.

__ADS_1


"Oke. Aku sudah tak sabar bertemu denganmu. Begitu pun Papa dan Mamaku."


"Aku akan secepatnya pergi ke sana." Ezra meredam emosinya begitu dalam. Pembicaraannya dan Febri lantas berakhir.


Febriani Aljabar, dia adalah gadis kaya raya yang dipacari Ezra. Mereka saling mengenal sejak kuliah.


Sebenarnya Ezra tidak menyukai Febri. Namun karena gadis itu selalu mengejarnya, dia pun mencoba untuk menjalin hubungan.


Tak disangka, Ezra terbuai dengan hubungan yang terjadi. Bagaimana tidak? Febri yang sangat mencintainya, rela memberikan Ezra segalanya. Bahkan sampai membayarkan biaya kuliah yang seringkali tak sanggup dibayar Ezra.


Febri juga pernah menawarkan keperawanannya untuk Ezra. Tetapi Ezra menolak karena tidak mau bersikap kurang ajar. Terlebih lelaki itu ingin membalas kebaikan Febri dengan memberi waktu. Ezra berharap rasa cintanya bisa muncul untuk Febri suatu hari.


Semuanya berjalan lancar. Ezra juga sudah dekat dengan keluarga Aljabar. Orang tua Febri pun sangat menyukai sosok Ezra.


Sayangnya ketika semua nyaris berjalan dengan baik, Acha kembali muncul dalam kehidupan Ezra. Gadis itu bahkan menjadi rekan kerjanya.


Segalanya menjadi lebih kacau bagi Ezra tatkala Alan juga muncul. Melihat bagaimana kedekatan Acha dan Alan, rasa cemburu muncul. Hal tersebut menandakan bahwa perasaan Ezra terhadap Acha tak pernah hilang.

__ADS_1


Memang Acha adalah cinta pertama Ezra. Dia gadis yang berusaha keras untuk Ezra lupakan bertahun-tahun.


__ADS_2