Acha Dan Tiga Cogan

Acha Dan Tiga Cogan
Bab 60 - Season 2 [Berduaan Di Asrama]


__ADS_3

...༻⊛༺...


Acha tak bisa berkata-kata. Mengingat dia tidak pernah melihat organ intim pria secara langsung.


Ezra bisa melihat kepanikan Acha. Dia lantas melakukan sesuatu kepada pasien tersebut.


"Hahaha! Bisa-bisanya kau memamerkan lontong keriput itu!" timpal Ezra. Ucapannya sukses membuat pasien eksibisionis itu memasang celananya kembali. Ezra membuat pasien tersebut malu.


"Ayo ikut aku! Kita kembali ke ruanganmu," ajak Ezra seraya merangkul pasien itu. Secara alami dia membawanya pergi dari hadapan Acha.


Ketika Ezra berhasil membawa pasien tersebut pergi, Acha terduduk ke lantai. Dia merasa syok sekali.


"Aku ingin pulang," gumam Acha. Namun faktanya, dia tak bisa berbuat begitu. Terlebih Acha sudah memesan satu asrama untuk ditinggali. Lokasi asrama itu sendiri tidak jauh dari rumah sakit tempatnya bekerja.


Usai menghadapi pasien tak terduga, Acha dan Ezra dipanggil dokter pembimbing. Keduanya diberitahu pasien yang harus mereka tangani.

__ADS_1


Selain pasien dengan gangguan jiwa parah, Acha dan Ezra juga harus menangani pasien yang terbilang masih memiliki kehidupan normal. Pasien dengan kehidupan normal biasanya rutin melakukan konsultasi seminggu sekali.


Di hari pertama, Acha mengenali tempat-tempat yang ada di rumah sakit terlebih dahulu. Karena Ezra bersikap tidak mengenalnya, dia terpaksa menelusuri rumah sakit sendirian.


Acha melewati taman yang dipenuhi oleh pasien gangguan jiwa. Terlihat di sana juga ada beberapa perawat dan penjaga keamanan.


Acha sesekali bertegur sapa dengan orang yang ditemuinya. Dia jadi dikenal sebagai dokter yang ramah.


Di sisi lain, semuanya berbanding terbalik dengan Ezra. Dia tidak pernah sekali pun tersenyum. Membuat semua orang jera untuk sekedar menyapanya. Ezra jadi dikenal sebagai dokter yang arogan. Dia hanya peduli dengan pekerjaan.


Dalam pengamatannya, Ezra berhenti di depan sebuah ruangan. Dia mengamati pasien di sana dari jendela.


"Dia stress berat dengan hidupnya," sambung Acha.


Ezra mendengus kasar. Dia beranjak begitu saja tanpa menanggapi perkataan Acha. Gadis itu lantas hanya menggeleng heran.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan tugas di rumah sakit, Acha pulang ke asrama. Dia mendatangi tempat itu di waktu yang bersamaan dengan Ezra. Ternyata kamar lelaki tersebut berseberangan dengan kamar Acha.


Bangunan asrama khusus dokter itu sendiri seperti kost-kostan. Dimana setiap bangunannya berupa koridor yang di isi banyak kamar. Asramanya memiliki enam kamar dan tidak bertingkat.


Sayangnya pada saat itu, hanya Acha dan Ezra yang menempati asrama. Tidak terlihat ada orang lain yang tinggal di kamar lainnya.


"Kak Ezra juga akan tinggal di sini? Syukurlah. Aku pikir aku akan sendirian tinggal di sini. Pasti mengerikan bukan?" tegur Acha. Dia sepertinya tidak kapok mengajak Ezra bicara.


Seperti sebelumnya, Ezra tidak menghiraukan sedikit pun perkataan Acha. Dia justru masuk ke kamar dan menghilang dari pandangan gadis tersebut.


"Sumpah! Apa yang terjadi padanya selama beberapa tahun. Dia seperti hidup di dunia berbeda," keluh Acha. Mengkritik sikap dingin Ezra yang sudah seperti kutub utara.


Acha masuk ke kamar. Dia membersihkan diri dan beristirahat. Ketika matanya hampir terpejam, ponsel tiba-tiba berdering. Acha mendapat telepon dari rumah sakit.


"Gawat, Dok! Ada pasien ODGJ yang mengamuk!" Begitulah informasi yang diterima Acha. Buru-buru dia pergi ke rumah sakit.

__ADS_1


Di waktu yang sama, hal serupa juga dilakukan Ezra. Dia berlari mendahului Acha.


Acha yang berlari di belakang, berusaha keras mengejar Ezra.


__ADS_2