Acha Dan Tiga Cogan

Acha Dan Tiga Cogan
Bab 34 - Baru Tahu


__ADS_3

...༻〇༺...


"Berani amat lo! Mau dipecat, hah?" mendengar perlawanan Ezra, Alan langsung mengancam.


Ezra langsung menundukkan kepala. Tanpa sepatah kata pun, dia terpaksa mengambilkan makanan yang di inginkan Alan.


Bertepatan dengan itu, Acha dan keluarganya memasuki tempat acara. Acha membulatkan mata ketika melihat sosok Alan juga ada di sana.


"Kak Alan?" Acha merasa tak percaya. Jelas sekali kalau dia kaget dengan apa yang dilihatnya. Mengingat Acha tidak pernah tahu bahwa Alan adalah seorang putra gubernur.


"Kenapa kaget begitu?" Bimo sontak heran. Kekagetan Acha membuatnya berpikir kalau gadis itu belum tahu banyak hal tentang Alan. Terutama mengenai fakta bahwa cowok tersebut adalah putra gubernur.


"Jangan bilang kau nggak tahu kalau Alan itu anak gubernur?" tebak Bimo.


"Apa?! Anak gubernur?" Acha semakin dibuat terkejut. Dia merasa takut saat melibatkan seorang putra gubernur dalam permainannya. Apakah Acha akan masuk penjara? Tentu bukanlah hal mudah untuk berurusan dengan Alan. Sekarang Acha mengerti kenapa Alan disegani oleh teman-temannya. Selain itu, Alan juga selalu memiliki sikap sok berkuasa.


"Kau baru tahu, Cha? Bukannya kalian udah pacaran ya?" timpal Bimo.


"A-aku mau ke toilet!" Acha kebingungan. Dia terpaksa melarikan diri ke toilet.


Tempat pesta sangat luas. Membuat Acha kesulitan menemukan toilet. Dia lantas bertanya pada salah satu pelayan yang lewat.

__ADS_1


Acha meraih pundak pelayan itu. Sudah dikagetkan dengan kehadiran Alan, kini dia juga harus dikejutkan dengan sosok Ezra. Pelayan yang sekarang disapanya tidak lain adalah cowok itu. Ezra juga tampak sedikit kaget melihat kehadiran Acha.


"Lo di sini juga?" timpal Ezra.


"Kak Ezra! Ada berapa banyak kerjaan sih yang Kakak punya?" balas Acha. Dia heran dengan Ezra yang sering dirinya temui mengenakan seragam pekerja.


Ezra terdiam sejenak. Dia memperhatikan Acha dari ujung kaki hingga kepala. Gadis itu semakin cantik dengan make up dan juga gaun.


Acha juga membisu. Dia baru ingat fakta kalau Ezra tinggal satu rumah dengan Alan. Pantas cowok itu juga ada di pesta.


Ezra tersenyum miring. Niat jahil muncul dalam benaknya.


"So sweetnya pacarku. Nyariin aku sampai begininya," cetus Ezra.


"Kau mau apa? Sudah makan nggak? Biar aku ambilin," tawar Ezra sengaja menggoda Acha.


"Enggak! Aku mau ke toilet. Tapi nggak tahu dimana," ungkap Acha.


"Toilet?" tanggap Ezra. Dia segera memberitahu arah menuju toilet. "Mau ditemanin?" tawarnya.


"Enggak!" tolak Acha yang langsung beranjak dari hadapan Ezra. Dia cemberut karena Ezra tak berhenti menggodanya.

__ADS_1


Kini Acha sudah berada di toilet. Dia berulang kali mengusap wajahnya. Acha berusaha menemukan solusi dari masalahnya sekarang.


Sampai akhirnya Acha terpikir untuk bicara pada Ezra. Dia ingin cowok itu berhenti main-main padanya. Apalagi berakting seolah-olah berpacaran dengan Acha.


Sambil melangkah pelan, Acha mengedarkan pandangan untuk mencari Ezra. Dia berhasil melihat cowok itu berjalan menuju dapur. Acha otomatis mengejarnya.


"Kak Ezra!" panggil Acha. Dia dan Ezra berada di lorong menuju dapur. Hanya ada mereka berdua di lorong itu.


Ezra berhenti melangkah saat mendengar panggilan Acha. Dia melihat cewek itu berlari menghampiri.


"Kenapa? Kangen ya?" goda Ezra lagi.


"Kak! Udah deh! Mending sekarang Kak Ezra berhenti begitu. Aku nggak mau ada yang salah paham lagi," ujar Acha. Dia ingin Ezra mengerti. Setidaknya tahu waktu dalam bercanda.


"Lagian siapa suruh lo buat ngaku-ngaku jadi pacar gue?" tanggap Ezra.


"Maaf, Kak. Aku melakukan itu karena kesalahan. Tapi aku harap Kak Ezra berhenti berpura-pura seolah pacaran. Aku nggak mau Kak Alan salah paham," jelas Acha seraya memutar tubuhnya membelakangi Ezra. Dia ingin beranjak.


"Kenapa kau khawatir Alan salah paham?" tanya Ezra. Entah kenapa dia merasa terganggu dengan pernyataan Acha tadi.


Acha berhenti sejenak dan menoleh. "Aku dan Kak Alan sudah pacaran. Jadi aku harap Kak Ezra mengerti," ungkapnya seraya tersenyum tipis. Kemudian benar-benar pergi.

__ADS_1


Ezra terdiam seribu bahasa. Dia menunjukkan ekspresi datar yang sulit dijelaskan.


__ADS_2