Acha Dan Tiga Cogan

Acha Dan Tiga Cogan
Bab 32 - Serangan Bimo


__ADS_3

...༻〇༺...


"Ka-kak... Aku nggak--" ucapan Acha terpotong saat Alan membekap bibirnya begitu saja dengan ciuman.


Acha tak bisa menghindar karena Alan yang memegangi tengkuknya. Dia sebenarnya juga bingung apakah harus membiarkan Alan menciumnya atau tidak. Tetapi akibat terlalu lama berpikir, Alan terlanjur mendaratkan ciuman ke bibir Acha.


Mata Acha hanya bisa terbelalak tak percaya. Dia membeku saat Alan memberikan ciuman. Dengan cepat Acha mendorong Alan menjauh. Hingga ciuman sontak terhenti.


"Kak Alan bikin kaget!" cetus Acha yang langsung memutar tubuhnya menyamping.


"Bikin kaget gimana? Bukannya kamu harusnya tadi tahu kalau aku mau cium?" tanggap Alan.


"Aku belum sepenuhnya siap, Kak. Lagian ini kan tempat umum. Kalau ada satpol pp gimana? Kita bisa ditangkap dan dicap sebagai sepasang murid mesum," ujar Acha. Memberi alasan panjang lebar.


"Pikiranmu jauh banget sih. Kalau ke tangkap pun, aku yakin bisa mengatasinya dengan baik." Alan mengusap puncak kepala Acha. Dia melanjutkan, "ya udah. Lain kali aku akan kasih aba-aba deh kalau pengen cium. Yang terpenting kita sekarang sudah resmi pacaran."


Acha tersenyum dan mengangguk. Dia meraih tangan Alan dan menggenggamnya. "Kalau begini aku nggak masalah," ungkapnya.

__ADS_1


Alan balas tersenyum. Dia dan Acha segera beranjak dari taman. Keduanya makan siang sebentar. Kemudian di akhiri dengan pulang ke rumah masing-masing. Tentu saja Alan mengantarkan Acha pulang seperti biasa.


Setibanya di rumah, Acha langsung masuk ke kamar. Lagi-lagi dia disambut dengan keberadaan Bimo di sana. Cowok itu rebahan santai sambil membaca buku di ranjang.


"Kak Bimo!" seru Acha sambil mengerutkan dahi.


"Eh, adik arum manisku udah datang." Bimo berlagak seolah baru mengetahui kedatangan Acha. Padahal dia sudah tahu sejak Acha turun dari motor Alan.


"Kakak ngapain ada di kamarku lagi?" timpal Acha.


"Nggak ada. Cuman baca buku," sahut Bimo yang kembali membuka bukunya.


Bimo yang mendengar, tersenyum miring. Dia menutup bukunya kembali dan menatap Acha. "Gimana tadi kencannya sama Alan? Lancar?" tanyanya menyelidik.


"Banget! Aku dan Kak Alan sekarang resmi pacaran!" ungkap Acha sembari menyilangkan tangan di depan dada.


"Oh... Begitu. Itu berarti kau sekarang punya dua pacar. Yaitu Alan dan Ezra," imbuh Bimo.

__ADS_1


Acha agak terkejut mendengarnya. Mengingat menjalin hubungan dengan Ezra bukanlah bagian dari rencananya. Acha tahu Ezra cowok baik. Menurutnya cowok tersebut tak pantas masuk dalam permainannya.


"Iya, aku rasa begitu..." Acha terpaksa tidak membantah. Dia terdiam sejenak. Namun beberapa saat kemudian, dirinya menyuruh Bimo keluar dari kamar.


"Aku lagi malas kemana-mana, Cha. Aku lagi pengen main sama adikku hari ini," kata Bimo.


"Ish! Kak Bimo nggak usah basa-basi. Cepat keluar sebelum aku paksa!" geram Acha seraya mendekat. Akan tetapi Bimo tak acuh sama sekali. Cowok itu malah masih saja bersantai dengan membaca bukunya.


"Ayo, Kak Bimo! Cepat keluar!" Acha tak punya pilihan lain selain menarik tangan Bimo. Dia mengerahkan semua kekuatannya untuk mengusir Bimo keluar.


Sayangnya tenaga Acha bukan tandingan bagi Bimo. Sehingga dialah yang justru ditarik oleh cowok itu.


Acha terhuyung dan dijatuhkan ke ranjang. Saat itulah Bimo buru-buru membelenggu dengan memposisikan diri berada di atas badan Acha. Jantung Acha seketika berdegup sangat kencang. Posisinya dan Bimo sekarang begitu mengkhawatirkan. Apalagi keduanya sedang berada di atas ranjang. Membuat Acha telan ludah serta berpikiran kemana-mana.


..._____...


Catatan Author :

__ADS_1


Author promosi novel baru. Yang penasaran silahkan cek profil ya. Makasih...



__ADS_2