Aku Bukan Pilihan.

Aku Bukan Pilihan.
Persyaratan dari ayah.


__ADS_3

Hati ayah mana yang tidak hancur ketika melihat anak-anaknya di perlakukan dengan keji seperti itu, orang yang harusnya melindungi dan mendidik justru menghancurkan! Jika Keluarganya Sendiri yang merusak seperti ini, kemana lagi ia akan mencari pelindung sedangkan keluarganya saja tak dapat ia percaya lalu bagaimana dengan orang lain.


Seandainya pada saat itu, aku tidak memiliki seragam kebesaran ku, mungkin aku sudah membunuhnya secara membabi-buta. Tetapi semua hanya sekedar andai-andai semata.


Dan setelah ipar ku itu dibawah ke polres untuk di tindak lanjuti, aku di bantu salah satu temanku menuju rumah sakit melihat keadaan putriku yang malang.


Sampainya di rumah sakit, aku melihat Icha belum juga sadarkan diri, sedangkan Raihan sudah dinyatakan meninggal meninggal beberapa hari dari mayatnya yang mulai membusuk. salah satu rekanku meminta izin membawa Mayatnya untuk di otopsi, aku hanya mengiyakan karena aku sendiri membutuhkan alasan di balik kematian putraku.


Setelah berbicara dengan temanku dan dia pergi Aku memilih menunggu Icha dan saat istri serta putri sulung ku datang, ia langsung bersujud dan minta maaf atas perlakuan adiknya. Tetapi aku tidak menghiraukannya hatiku Terlalu sakit, Aku langsung berdiri meninggalkannya tanpa sepatah kata pun! seandainya itu orang lain yang melakukannya aku mungkin bisa sedikit kuat menerima semuanya. Tetapi orang itu adalah Adik ipar ku, orang yang telah aku bantu membiayai kuliahnya sampai ia bisa menjadi pegawai negeri seperti sekarang ini, justru membalas kebaikanku dengan cara tidak bermoral. Perasaanku yang besar untuk wanita itu, langsung hilang seketika karena perbuatan tak bermoral adiknya. sungguh ini sangat sulit untuk aku terima.


......🥀🥀🥀🥀......


Dua hari sudah Icha dirawat Tetapi ia belum juga sadar Sedangkan mayat Raihan sudah di kebumikan pagi tadi.


Dari hasil otopsi, Reihan meninggal karena kehilangan banyak darah, Akibat tusukan di dada yang dilakukan lebih dari sekali Terlihat dari lukanya.


Itulah yang dijelaskan oleh tim forensik, Dan untuk hasil visum Icha Sendiri, ia terbukti di perkaosa lebih dari sekali, hal itu yang menyebabkan ia pendarahan serta robekan pada organ intimnya. Hatiku semakin hancur mendengar kenyataan itu, aku duduk di taman rumah Sakit memikirkan nasib anakku serta kondisi mentalnya jika ia sadar nanti.


" Permisi pak putri anda sudah sadar." Ucap salah seorang perawat. menyadarkan aku dari lamunan yang panjang. Aku langsung berlari menuju ruang Icha tanpa mengucap sepatah kata pun pada perawat itu. sampai di ruangan Icha aku melihat Istriku dan Rista juga ada di sana.


Aku masuk dan duduk di samping ranjangnya tanpa memperdulikan keduanya Fokus Ku hanya untuk Icha seorang, Icha Ku menatap lurus ke atas sedang kedua sudut matanya terus mengeluarkan cairan bening.

__ADS_1


" Yah." Panggilnya begitu pelan hampir tak terdengar di telingaku.


" Iya sayang ini ayah."


" Yah, Bunuh Icha yah, Icha tidak mau hidup sakiiit." Setelah mengatakan itu Icha langsung menjerit dengan histerisnya. Bukan hanya Icha saja, hatiku pun ikut menjerit mendengar ucapannya, sedangkan Istriku dan Rista hanya bisa menangis.


Entah apa yang di berikan dokter, seketika, Icha langsung tenang perlahan matanya kembali tertutup, Ia tertidur.


Satu bulan, dirawat kondisi Icha tak kunjung stabil ia masih sering menjerit dan semakin ketakutan jika ruangannya di kunjungi banyak orang, pernah sekali aku berpikir untuk mengabulkan permintaannya, Agar ia terlepas dari rasa sakitnya. Tetapi aku urungkan, karena terlalu sayang kepada putriku itu, istriku juga telah berjanji untuk menjaga Icha, ia akan membantu Icha untuk kembali seperti dulu lagi, Aku pun hanya mengiyakan saja.


Setelah kejadian yang menimpa Icha dan putraku, hubungan aku dan istriku menjadi renggang, sekali pun kami hidup bersama dan tidak bercerai. Sebab Kekecewaan Ku kepada adiknya terlalu besar sehingga untuk menatap kakaknya saja aku tidak Sudi.


Hukum yang didapat tidak seimbang dengan apa yang di rasakan Icha, 15 tahun penjara, rasanya terlalu sedikit untuk orang sekejam itu.


Author POV.


" Itulah alasannya, Kenapa Icha bersikap seperti itu, ia takut akan keramaian serta lelaki mau itu orang-orang terdekat dan yang ingin mendekatinya." Ucap Ayah Rifky. di balas senyum dari seorang Riyadh, entah apa yang di pikiran pemuda itu.


" Aku tetap ingin mengenal Icha! Jika anda berkenan saya akan menerima Icha dengan segala kekurangannya." Sahut Riyadh begitu yakin.


" Kenapa? apa kamu kasihan kepadanya?"

__ADS_1


" Tidak! aku ingin mengenal Icha, karena aku mencintainya, terlepas dari hal buruk di masa lalunya itu, dia berhak untuk bahagia dan Aku akan membuatnya bahagia."


" Ya apa yang kamu ucapkan memang benar! tetapi sekali lagi saya ingatkan, rasa kasihan dan cinta itu beda tipis, jangan sampai kamu salah menafsirkan perasaanmu Sendiri. Hal itu dapat membuat kamu menyesal di kemudian hari juga dapat membuat Icha semakin terluka dari ini." Ayah Rifky masih saja meragukan perasaan Riyadh kepada Icha. Bukan tanpa sebab Ayah Rifky meragukan Riyadh, sabab Ia hanya ingin memastikan agar putrinya itu tidak kembali tersakiti untuk kedua kalinya.


" Apa yang harus saya lakukan untuk membuktikan ketulusan hati saya untuk putri anda." Tanya Riyadh.


" Tidak ada pembuktian cinta di dunia ini kecuali Pernikahan. selebihnya itu hanya nafsu semata." Sahut ayah Rifky, Masih tetap meragukannya.


" Baiklah, saya akan menikahi putri anda, kapan pun dia siap." Riyadh terus berusaha meyakinkan ayah Rifky.


" Semua tidak segampang itu, sebab pernikahan bukan untuk main-main."


" Katakan apa yang harus saya lakukan agar anda percaya kalau saya tulus ingin menikah putri anda! Apa perlu saya meletakkan seluruh harta saya sebagai jaminannya? saya dengan senang hati akan melakukannya." Inilah Pribadi seorang Riyadh, jika dia sudah berkata pantang untuk dia menarik kata-katanya Kembali, sekali pun dalam keadaan tidak siap membina rumah tangga seperti sekarang ini.


" Tidak, yang di butuhkan putriku bukanlah harta! Tetapi jika kamu yakin ingin menikah dia, cukup berikan dia cinta, rasa nyaman, kesetiaan kamu dan perlindungan! kalau kamu bisa menjanjikan itu, aku dengan senang hati memberikannya kepadamu. Aku rasa permintaan aku tidak sulit sebab semua wanita di dunia ini pasti menginginkan hal itu." Permintaan yang begitu sederhana dari seorang ayah kepada orang yang ingin memiliki putrinya. " Pulang dan pikirkan dengan baik permintaanku ini, kalau kamu tidak sanggup, sebaiknya tidak usah Kembali dan lupakan tentang pembicaraan kita hari ini." Riyadh tidak menjawab ucapan ayah Rifky, membuat lelaki paruh baya itu berpikir bahwa Riyadh tidak dapat menyanggupi permintaannya.


" Rista." Panggil Ayah Rifky.


Ceklek.. Suara pintu yang terbuka.


Rista dan Nadia Kembali masuk ke dalam ruang Rawat ayahnya. " Iya ayah! ada apa?"

__ADS_1


" Ayah ingin beristirahat, kalian tolong antar dia keluar." Mendengar ucapan Ayah Rifky, Riyadh langsung berdiri dari duduknya.


" Saya tidak pernah bermain-main dengan Ucapan saya pak! besok saya akan kembali kesini, untuk membuktikan kalau saya menerima persyaratan dari bapak." Ucap Riyadh Sebelum keluar dari ruangan itu, ia merapikan Jasnya, mencium punggung tangan Ayah Rifky setelah itu meninggalkan ruangan itu. Nadia dan Rista sampai di buat tercengang dengan perlakuan Riyadh.


__ADS_2