Aku Bukan Pilihan.

Aku Bukan Pilihan.
Berhasil


__ADS_3

"Icha." Panggil Riyadh pada wanita yang masih larut dalam mimpinya itu.


Pria itu bertanya-tanya, bagaimana Icha bisa ada disini. Bukankah seluruh pintu rumah terkunci, lalu bagaimana cara dia untuk masuk.


Riyadh menepuk pipinya, pria itu mengira jika dia sedang bermimpi saat ini. Hingga dering panjang dari ponselnya, membuatnya dia tersadar, meraih benda persegi itu tanpa melihat siapa yang menelepon, Riyadh langsung menjawab panggilan itu, tatapannya tidak beralih sedikit pun dari wajah Icha.


"Halo_"


" Iyad Icha sama kamu?" Riyadh langsung menarik ponsel itu sedikit menjauh dari telinganya, untuk melihat layar ponsel itu dan di sana tertera nama Rista. " Iyad, Iyad kamu dengarin kakak nggak sih?" Tanya wanita di seberang sana, suaranya terdengar panik dan sedikit tidak sabaran.


"Iya kak! Dia ada disini." Jawab Riyadh.


" Syukurlah kalau begitu, kita udah cari dia kemana-mana tahu nya ada disitu! Ya sudah nanti kakak sama bang Arga kesitu buat jemput dia." Sahut Rista panjang kali lebar.


"Sebaiknya, Kakak sama bang Arga istirahat saja, maaf jika Icha sudah membuat kalian kerepotan mencarinya, aku akan menyelesaikan masalah kita saat dia bangun nanti." Ucap Riyadh memberi tahu.


"Kamu tidak perlu minta maaf, dia masih adik kita! Seperti apapun kondisinya, kita tidak pernah merasa direpotkan, justru kakak sangat berterima kasih kepada kamu, karena kamu mau menerima Icha." Ujar Rista, wanita itu sangat bersyukur dengan kehadiran Riyadh di hidup adiknya, walaupun awalnya dia sempat ragu dengan perasaan Riyadh.


Tapi pria itu mampu membuktikan kesungguhannya, ia benar-benar mengusahakan kesembuhan Icha hingga adiknya bisa seperti sekarang ini. Ia lebih berani berjalan sendiri, tidak seperti dulu. Untuk keluar dari kamarnya saja sulit kalau bukan untuk makan, berangkat kerja serta kuliah, jangan harap dapat melihat adiknya itu di luar kamarnya.


"Jangan berterima kasih kepadaku. Aku melakukan semua ini karena aku yang menginginkannya, aku menginginkan Icha untuk terus bersama aku selama, aku menginginkan dia menjadi bagian dari keluargaku. Untuk itu kakak tidak perlu berterima kasih aku melakukan semuanya untuk diriku sendiri." Kata-kata terakhir Riyadh terdengar sedikit egois tapi pria itu tahu, Riyadh sengaja berkata seperti itu, sehingga mereka tidak perlu merasa sungkan kepadanya.


" Ya ya, terserah kamu saja." Riyadh pun terkekeh." Ya udah kakak tutup ya, titip Icha." sambung Rista lagi, dari seberang sana.

__ADS_1


"Iya kak." Mereka pun sepakat mengakhiri panggilan itu.


Usai berbicara dengan kakak iparnya di telpon, Riyadh kembali menatap wajah damai istrinya, mengusap pipinya dengan begitu lembut, sesekali mendaratkan kecupan papa pipi Icha, membuat tidurnya terusik.


Icha pun perlahan membuka kedua matanya. Hal pertama yang dia lihat adalah senyum pria itu. Pria yang sudah setahun menggantikan posisi sang ayah untuk menjaganya.


"Kenapa disini sayang? Kakak Ista dan yang lain khawatir nyariin kamu loh!" Tanya Riyadh sembari mengusap kepala Icha.


" Mas nggak pernah jenguk aku! Mas, aku Nggak bermaksud untuk melakukan hal bodoh itu, aku cuma ingin sembuh aku, minta maaf." Ujarnya, sembari mengeratkan pelukannya pada Riyadh, menenggelamkan wajahnya di perut Riyadh dan menangis. Membuat Riyadh merasa bersalah karena telah mengabaikan Icha.


"Sayang, jangan minta maaf! Aku yang salah." Riyadh mencoba melepaskan pelukan Icha, untuk melihat wajah wanita yang begitu sangat ia rindukan itu, namun Icha menolak, wanita itu justru semakin mengeratkan pelukannya pada Riyadh. " Sayang, jangan kaya gini dong." Ucap Riyadh lagi, namun hasilnya tetap sama, pada akhirnya ia mengalah membiarkan Icha tetap berada pada posisi itu.


Cukup lama mereka berada dalam posisi yang sama dalam suasana hening, hingga Icha mendongak menatap kepada Riyadh." Udah nangisnya." Tanya Riyadh. Icha menggelengkan kepalanya dengan bibir yang sengaja dia manyun-manyunkan. Sementara Riyadh Hanya tersenyum menatap wajah mengemaskan istrinya itu.


Tidak bertemu selama beberapa hari membuat rasa rindu berubah menjadi keinginan untuk memiliki satu sama lain.


Malam itu entah siapa yang memulai lebih dulu, karena di detik berikutnya, ciuman kerinduan itu tidak dapat dihindari.


Selama beberapa menit mereka hanya saling berciuman dan tidak ada kegiatan yang melewati itu. Tapi Ucapan Amanda tiba-tiba terlintas di kepala Riyadh.


Sehingga tanpa pikir panjang, Riyadh pun mencoba untuk membuktikan ucapan Amanda, saat itu juga.


Riyadh pun mulai berani mencumbu Icha, dengan perlahan namun pasti cumbuan mulai menjalar kemana-mana.

__ADS_1


Entah karena rindu atau memang terbawa rasa, Icha pun menerima begitu saja apa yang di lakukan Riyadh padanya.


Pria itu dengan hati-hati melepaskan, setiap benda di tubuh Icha dan tubuhnya, tanpa melepaskan ciuman mereka. Riyadh sengaja tidak memberi waktu untuk Icha berpikir, karena hal itu mungkin saja, akan membuatnya teringat mimpi buruknya lagi.


"Lihat aku, aku mencintaimu Icha." Ucap Riyadh sembari menyatukan dahi mereka, meminta Icha hanya fokus untuk menatapnya saja, sedang kedua tangannya terus menyentuh titik sensitif Icha, membuat Icha tengelam dalam permainannya. " Aku mencintaimu, sangat mencintai kamu." Bisik Riyadh membuat wanita itu semakin terbang tinggi dengan kata-kata cinta dari suaminya.


Setelah Yakin semua akan berjalan sesuai dengan harapannya, Riyadh langsung memposisikan tubuh mereka dengan membuka lebar kedua kaki istrinya.


Riyadh yang dihadapkan dengan situasi dimana Icha, bisa saja kambuh tanpa melihat situasi. Tidak sempat untuk melihat, seperti apa lembah istrinya, ia langsung saja mempertemukan sang adik dengan lembah milik Icha, menggesek di sana sebentar sebelum memasuki lembah itu, walaupun Icha bukan wanita bersegel namun Riyadh harus melakukan percobaan sebanyak tiga kali, barulah adiknya terbungkus lembah basah milik Icha. Walaupun tubuh Icha sempat bereaksi saat Riyadh berhasil masuk.


Tapi Riyadh berhasil melewati itu dengan membuat Icha kembali rileks dan melanjutkan lagi permainan mereka.


Setelah melewati penantian panjang dan percobaan yang terus saja gagal, akhirnya mereka dapat menyatu juga, Riyadh pun tidak perlu repot-repot bersolo karir lagi.


Sayangnya Icha dan Riyadh tidak melakukan hal itu seperti pasangan pada umumnya, dimana mereka akan terus mengulangi hal itu, semalam.


Riyadh yang melakukan sekali, setelah selesai dia tidak memintanya lagi, walaupun dia sangat ingin a.


Pria itu selalu mengingat kondisi Icha, untuk itu dia harus menahan hasrat. Dia tidak ingin usahanya selama ini hancur hanya karena nafsunya.


Bagi Riyadh tak apa hanya sekali, untukmu sampai di tahap ini saja rasanya sudah syukur banget.


Riyadh berharap semoga setelah ini, kehidupan rumah tangga mereka menjadi lebih baik lagi, dia pun sudah memikirkan rencana kedepannya akan seperti apa. Karena setelah ini yang harus dia urus terlebih dulu adalah Nadine, Riyadh akan mengakhiri hukbungannya dengan Nadine secepatnya.

__ADS_1


__ADS_2