
Melihat Hal itu, Riyadh langsung dengan sigap mengangkat tubuh Icha kemudian membawanya ke kamar. sesungguhnya pria itu tidak bermaksud untuk memperburuk keadaan Icha, di hanya ingin membantu Icha untuk terlepas sepenuhnya dari obat-obatan yang wanita itu konsumsi selama ini, karena dia tahu obatan itu hanya akan membuatnya ketergantungan walaupun kenyataannya ia sudah terlanjur bergantung dengan obat-obatnya.
Dengan Hati-hati Riyadh membaringkan tubuh Icha di atas ranjang. setelah itu dia menyelimuti tubuh Icha dan menunggunya hingga sadar tanpa berusaha untuk menyadarkannya.
Sambil menunggu Icha sadar, Riyadh menghubungi Rizky, meminta tolong sepupunya itu untuk mencarikan dokter terbaik yang bisa menangani trauma Icha. Dia juga tidak lupa meminta Rizky untuk mengurus pernikahannya dengan Icha, sehingga tidak sah secara agama saja tetapi negara Juga.
Rizky pun langsung mengiyakan hal itu. Dia juga tidak lupa mengingat Riyadh untuk pulang ke rumahnya, sebab besok adalah hari pernikahannya dengan Nadine.
Begitu selesai Menelpon Rizky, Riyadh langsung meletakkan ponselnya di atas nakas samping tempat tidur Icha, setelah itu ia duduk sembari melihat tangan di dada, menunggu Icha bangun.
Dan Icha baru tersadar di jam enam pagi, saat itu ia tidak menemukan Riyadh dimana pun karena pria itu sudah bergegas untuk pulang ke rumahnya setelah mengambil tanda pengenal Icha dan beberapa berkas lainnya untuk keperluan di kantor urusan agama nanti. Dan semua itu ia dapatkan dari Rista tentunya.
Icha yang baru saja keluar dari kamarnya, celingak-celinguk mencari keberadaan Riyadh, membuat Rista dengan kedua sahabatnya geleng-geleng kepala, sebab tingkah Icha sudah seperti maling saja. " Cari siapa Cha?" Tanya Rista sang kakak. Membuat Icha sedikit terkejut.
" Nggak_nggak cari siapa-siapa." Jawab Icha Sambil mengeleng-geleng kepalanya. Dari gestur tubuhnya, terlihat jelas dia begitu gugup.
" Nggak usah di cariin Cha! Orangnya udah pulang, kamu sih terlalu gengsian sama suami sendiri, giliran udah nggak ada baru di cariin." Goda Mimi. Membuat Icha menautkan kedua alisnya. Tetapi beberapa detik kemudian ia mengabaikan ucapan Mimi dan melangkah kembali kedalam kamarnya, toh dia cuma turun untuk memastikan Riyadh sudah tidak berada di rumah. Kalau Riyadh nggak balik Icha Mala bersyukur.
"Kayaknya hubungan mereka bakal susah kak." Ucap Nadia yang baru datang dari dapur sambil membawa nampan berisi kue dan teh untuk sarapan mereka.
__ADS_1
"Kita yang sehat aja! Kalau di jodohkan butuh proses untuk dekatnya! Apalagi yang seperti Icha." Sahut Rista, wanita itu begitu berharap hubungan Icha dan Riyadh akan berakhir baik suatu saat nanti.
" Tau nih! Baru juga dua hari udah ambil kesimpulan aja." Mimi pun ikut membenarkan ucapan Kakak dari sahabatnya itu, walaupun jauh di dasar hatinya ia ragu, mengingat Nadine.
" Percaya sama kakak, mereka pasti bisa melewati semuanya bersama-sama." Sela Rista dengan begitu yakinnya dan kedua wanita itu hanya tersenyum sembari mengangguk kepala mereka.
......🥀🥀🥀🥀......
Riyadh langsung pulang kerumahnya dan setibanya dia di rumah Riyadh mendapati mamanya tertidur di sofa. Papanya yang mendengar kedatangan Riyadh langsung menghampiri putranya itu.
Karena hari ini, adalah hari pernikahan Riyadh dan Nadine. Rumah itu juga terlihat lebih ramai dari biasanya.
Jelas sang papa, Sementara Riyadh hanya bisa tersenyum kecut sembari mengangguk kepalanya. Sejujurnya pria itu tak ingin meneruskan penikahannya dengan Nadine, karena sudah ada Icha, tapi bagaimana cara dia menjelaskan itu kepada mamanya nanti." Sudah jangan terlalu di pikirkan, sebaiknya kamu ke kamar terus istirahat nanti kita bicara pelan-pelan sama mamamu." Ucap papanya Riyadh lagi.
Pria itu pun mengangguk kepalanya, kemudian melangkah menuju kamarnya. Di dalam kamar iya sempatkan untuk membersihkan diri dan berganti pakaian terlebih dulu sebelum ia membaringkan tubuhnya di ranjang.
Sayangnya, belum ada lima menit matanya terpejam, ia sudah harus membuka kembali kedua matanya, karena sang mama yang tiba-tiba masuk kedalam kamarnya untuk bersiap-siap. Karena pernikahannya dan Nadine akan di laksanakan pukul sembilan nanti.
Riyadh sudah berusaha untuk menolak permintaan sang mama di bantu sang papa, mulai dari cara terhalus sampai tidak sengaja membentak mamanya. Karena mamanya tidak mau mendengar ucapannya.
__ADS_1
Apalagi selama ini dia tidak pernah menolak permintaan mamanya. Dan pada akhirnya Riyadh pun setuju dengan permintaan sang mama. Dalam benaknya pria itu berharap Icha dan keluarganya tidak mengetahui hal ini.
Setelah melakukan tawar-menawar dengan sang mama akhirnya Riyadh pun mau menikahi Nadine namun tidak ada resepsi dengan segala ***** bengeknya karena Riyadh tidak mau Icha dan kakaknya tahu.
Mamanya pun terpaksa setuju dari pada anaknya tidak nikah-nikah kan bahaya. Riyadh pun mengunakan pakaian yang telah di siapkan mamanya, setelah dirasa semuanya sudah siapa. Riyadh dan rombongan keluarganya langsung menuju rumah Nadine.
Dan setibanya mereka disana, banyak tamu undangan yang telah Hadir dan hampir semua rekan bisnisnya di undang.
Riyadh di antara untuk duduk di kursi yang telah di siapkan tak lama setelah itu, pihak keluarga perempuan mengantar Nadine untuk duduk di samping Riyadh, Sebelum acara itu di mulai.
Setelah kedua mempelai sudah mengambil tempat di tempat mereka masing-masing, begitu pun dengan saksi dan walinya janji suci itu pun di mulai.
Namun Riyadh terus melakukan kesalahan." Maaf Ma, aku sepertinya tidak bisa melanjutkan pernikahan ini." Ucap Riyadh kepada mamanya yang duduk satu langkah tepat di belakangnya.
Sebab sudah tiga kali Riyadh gagal mengucapkan janji sucinya untuk wanita pilihan mama-nya, Karena bayang-bayang wajah kecewa Icha selalu menghantuinya ketika dia akan melafalkan kalimat sakral Sekaligus janji suci itu.
Dan bukan hanya bayangan Icha saja penyebabnya. Riyadh sendiri pun tidak menyukai wanita pilihan ibunya.
Mungkin saja wanita itu jauh lebih unggul dari Icha, jika di lihat dari segala sisi. cantik ya, dari keluarga terpandang dan tidak memiliki masa lalu kelam seperti istrinya. Namun apa mau di kata hatinya sudah menemukan tempat untuk berlabuh dan itu adalah icha. perasaan itu sudah ada untuk Icha sejak pertama kali melihatnya di cafe.
__ADS_1
Mungkin bagi sebagian orang yang tidak percaya dengan cinta pada pandangan pertama, mereka akan berpikir jika Riyadh hanya membual atau apapun itu. Riyadh tidak peduli yang dia tahu dia menginginkan Icha, menerima segala kekurangannya dan Akan melindungi Icha serta menyembuhkan istrinya itu seperti janjinya kepada mendiang Ayah mertuanya.