
" Hai, udah lama nunggu ya." Sapa Riyadh kepada seorang wanita yang terlihat begitu cantik dan elegan, wanita itu tengah duduk di salah satu bangku taman yang menjadi tempat janjian mereka untuk bertemu siang itu.
" Nggak kok! aku juga baru datang." Balas wanita itu." Kamu gimana kabarnya, lama ya kita nggak ketemu." Riyadh mengangguk kepalanya, sembari mendaratkan bokongnya di samping wanita itu.
" Kabar aku baik! kamu sendiri gimana." Jawab Riyadh sekaligus menanyakan kabar wanita itu.
"Aku juga baik, Seperti yang kamu lihat! kalau nggak mana mungkin aku ada disini iya nggak." Sahut wanita itu sembari mengedipkan matanya. " Tapi Ngomong-ngomong, Ada angin apa nih! sampai tiba-tiba kamu hubungi aku, nggak mungkinkan kamu kangen sama aku, kamu tahu aku sampai kaget loh pas baca pesan yang kamu tinggalkan pada asisten aku, padahal kita sama-sama tahu sesibuk apa seorang Riyadh sekarang." Sambungnya di sertai kekehan.
" Kamu terlalu melebih-lebihkan, lagian aku hanya melanjutkan perusahaan ayahku apa hebatnya coba. kalau mau di bilang hebat itu ya kamu! dr. Pricilia Amanda Putri, seorang psikiater hebat."
Wanita yang biasa di panggil amanda itu adalah sahabat baik Riyadh, sejak duduk di bangku SMA, sifat Amanda yang mudah bergaul dan tidak gampang baper membuat ia banyak memiliki teman pria, salah satunya adalah Riyadh.
" Apaan sih, jangan lebay deh." Amanda langsung memukul pundak Riyadh. " Katakan apa yang bisa aku bantu." Tanyanya lagi, tanpa ingin berbasa-basi, sebab dia memiliki jadwal untuk bertemu pasiennya sejam lagi.
" Buru-buru Amat bu."
" Sorry Iyad, aku punya jadwal di tempat lain satu jam lagi. "
Riyadh mengangguk mengerti, Mengingat pekerjaan wanita itu dan dia juga seorang psikiater yang cukup terkenal," Begini, Aku butuh bantuan kamu untuk menyembuhkan istriku."
" Kamu sudah menikah?"
" Hmm." Gumam Riyadh sembari mengangguk kepalanya.
" kenapa tidak mengundangku, sih tega banget."
" Maaf, tapi kalau aku undang! Apa kamu akan datang kamu kan sibuk?"
__ADS_1
" Sesibuk apapun aku, aku pasti akan datang, kamu kan sahabatku atau kamu sudah tidak menganggap aku sahabatmu lagi." Tebak Amanda sambil menunjuk wajah Riyadh.
" Jangan asal menuduh, aku tidak mengundangmu karena kita hanya melakukan ijab Kabul saja."
" Astaga! apa kamu menghamilinya." Amanda membekap mulutnya sendiri, entah dari mana pikiran itu datang, hingga dia menuduh Riyadh seperti itu .
" Amanda jangan asal menuduh, aku tidak serendah itu."Protesnya tidak terima.
" Maafkan aku, aku tidak bermaksud Seperti itu!lagian orang lain juga pasti akan berpikir sama seperti diriku. sebab kamu menikah secara diam-diam dan terkesan mendadak! siapa yang tidak akan curiga." Jelasnya saat melihat wajah kesal Riyadh. " Katakan apa yang bisa aku bantu untuk istrimu." Amanda langsung mengalihkan pembicaraan mereka.
Tak ingin membuang waktu mereka lebih lama lagi, mengingat dia masih sangat sibuk Sementara riyadh sendiri juga harus kembali sebelum jam empat sore.
Riyadh pun menjelaskan kondisi Icha sesuai informasi yang dia dapat dari ayah mertua dan kakak iparnya.
" Separah itu kah." Tanya Amanda.
" Iya, bahkan dia sampai pinsang saat aku menggenggam tangannya dan mencoba untuk membantunya terlepas dari obat-obatan itu." Ucap Riyadh sembari menceritakan kejadian malam itu, dimana Icha memohon obat-obatannya dari Riyadh.
Amanda langsung memukul lengan Riyadh. " Kamu ini, jangan asal, semua itu ada prosesnya, kalau kamu langsung memaksa Seperti itu, bisa berakibat g
Fatal, jangan sok tau lagi." Tegur amanda.
" Terus gimana, kamu mau bantuin aku nggak?" Amanda mengangguk kepalanya.
" Iya. Tapi sebelum itu aku harus menemuinya secara langsung untuk melihat kondisinya terlebih dahulu sebelum memutuskan langkah penanganan yang tepat untuk dia." Ucap Ujar Amanda.
"Kalau itu gampang, Aku akan mengatur pertemuan kalian berdua! untuk waktu yang pasti nanti aku kabari kamu." Sahut Riyadh.
__ADS_1
" Oke, kabarin aku aja. "
" Thanks ya Manda, sepertinya Aku harus kembali Sekarang." Ucap Riyadh sembari melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
" Ya udah, Aku juga harus pergi karena pasien aku juga sudah menunggu! jangan lupa kabari aku ya."
" Iya." Jawab Riyadh sembari menaikan kedua jempolnya. Setelah itu ia dan Amanda pun saling berpelukan sebelum meninggalkan tempat janjian mereka.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Usai bertemu Amanda, psikiater yang dia percaya untuk menyembuhkan icha! Riyadh langsung bergegas kembali ke rumah Istrinya.
Tidak butuh waktu lama, mobil Riyadh kini sudah terparkir di halaman rumah Icha. Riyadh melangkah dengan sedikit tergesa gesa. saat melihat beberapa teman teman ayah mertuanya sudah datang.
" Syukurlah kamu udah datang, kamu langsung naik keatas gih, ganti baju di kamar Icha! bentar lagi tahlilan nya akan dimulai." Ucap Rista begitu melihat adik iparnya yang baru datang.
" Iya ka! Aku ke kamar dulu ya." Pamitnya kepada kakak iparnya itu. Rista pun mengangguk kepalanya,
Setelah mendapatkan anggukan kepala dari Rista, Riyadh pun segera berlalu ke kamar Icha. Ia masuk kedalam kamar mandi istrinya, kemudian membersihkan tubuhnya dengan segera mengunakan sabun dan sampo Icha tentunya.
Selesai Mandi Riyadh keluar dengan handuk yang melilit tubuh bagian bawahnya. bertepatan dengan icha yang baru saja membuka pintu kamarnya, untuk mengantarkan paper bag berisi pakaian Riyadh, yang di antar Rizky, pria itu menitipkan kepada Rista dan Rista meminta Icha untuk mengantarnya kepada Riyadh.
Melihat Riyadh yang Hanya mengunakan Handuk Seperti itu, Icha langsung berteriak Histeris. membuat Nadia dan kak ista langsung bergegas datang saat mendengar suaranya. mereka berdua juga sempat terpana melihat penampilan Riyadh.
Tubuh sixpack lengkap dengan enam roti sobeknya, belum lagi bulir-bulir air yang menetes pada kulitnya yang bersih, membuat kedua wanita itu terlena, Andai Icha tidak kembali menjerit lagi, mungkin keduanya masih betah memandang tubuh Riyadh yang begitu menggiurkan untuk wanita normal.
" Maaf kak, aku nggak bermaksud untuk membuatnya seperti itu." Rista hanya mengangguk dengan sedikit salah tingkah karena menganggumi tubuh adik. iparnya tepat di hadapannya.
__ADS_1
" Iya nggak papa kakak, mengerti kok! sebaiknya kamu langsung ganti baju aja, itu pakaian kamu." Ucap Rista. Setelah itu dia membawa Icha keluar dengan di bantu oleh Nadia.
Begitu ketiga wanita itu pergi, Riyadh langsung bergegas berganti pakaian dan dia pun turun, untuk bergabung bersama yang lain. Tanpa Riyadh sadari papanya juga hadir untuk melantunkan doa kepada sang besan, tentunya Tanpa di dampingi sang Mama. Entah alasan apa yang di berikan papa Riyadh kepada istrinya Megan, sehingga lelaki paruh baya itu bisa berada di sini Dan di tempat lain Icha masih di tenangkan oleh kakak dan kedua sahabat-nya.