Aku Bukan Pilihan.

Aku Bukan Pilihan.
Masuk rumah sakit lagi.


__ADS_3

" Ya udah kalian, beres-beres gih." Pinta Arga kepada sang istri dan sahabat dari Adik iparnya itu, sedangkan Arga, Riyadh dan mertuanya memilih berbincang-bincang! sambil menunggu Nadia dan Rista selesai.


Begitu selesai membereskan pakaian serta makanan, yang Ada di nakas samping tempat tidur, mereka pun keluar dari ruangan itu, dengan ayah Rifky yang duduk pada kursi roda, Sementara Rista dan Nadia yang mendorong kursi rodanya, sedangkan Riyadh dan Arga membawakan barang barang ayah Rifky sembari mengikuti langkah mereka dari belakang.


Begitu tiba di parkiran, Riyadh dan keluarga Icha berpisah, Riyadh menuju kantornya sedangkan mereka pulang ke rumah.


Sampainya di rumah, hanya pelayan yang menyambut kedatangan majikannya, untuk Icha sendiri, ia masih di kantor bersama Mimi.


" Ayah istirahat dulu ya! nanti malam baru kita ngomong sama Ade tentang rencana Ayah."


" Iya nak! maafkan ayah yang sudah merepotkan kalian berdua beberapa hari ini." Ucap Ayah Rifky merasa tidak enak hati kepada anak dan menantunya.


" Ayah ngomong apa sih, ini kan sudah tugas Arga dan Rista selaku anak untuk menjaga orang tuanya, ayah nggak perlu sungkan sama kita! lagian Arga dan Rista senang ko! bisa berbakti sama ayah! Benarkan sayang." Rista tersenyum sembari mengangguk kepalanya, mendengar ucapan suaminya itu.


" Iya yah, apa yang di ucapkan mas Arga itu benar. jadi ayah nggak boleh sungkan lagi ya sama kita." Ucap Rista. mengulang ucap suaminya. " Sekarang ayah istirahat dulu ya! Rista dan Arga juga mau istirahat di kamar sebelah, kalau Ayah perlu sesuatu panggil Rista aja." Ayah Rifky mengangguk kepalanya


" Iya nak." Setelah berpamitan kepada ayah mereka, Kedua pasutri itupun langsung keluar dari kamar ayah Rifky dan masuk kedalam kamarnya Rista.


......🥀🥀🥀🥀......

__ADS_1


Malam harinya Icha Merasa ada yang aneh dengan kedua sahabat, ayah serta kakaknya. Entah kenapa malam ini mereka semua berkumpul untuk makan bersama, pada hal malam sebelum-sebelumnya tidak pernah seperti ini, memang sih icha, Mimi dan Nadia sering berkumpul dirumahnya, untuk makan bersama! tetapi kakaknya Rista itu tidak pernah lagi berkumpul dengan mereka, setelah ia menikah! wajar donk kalau Icha sedikit curiga dengan sikap mereka.


Selama makan malam kedua sahabatnya itu makan sambil sesekali lihat kearahnya, seolah ada yang mereka sembunyikan, walaupun sikap ayah dan kakaknya biasa-biasa saja, tetapi Icha merasa ada yang aneh dengan sikap mereka.


Begitu mereka selesai makan malam, ayah Rifky mengajak mereka semua untuk duduk di ruangan keluarga, begitu juga dengan Arga, walaupun Arga sengaja duduk jauh dari mereka, untuk kenyamanan Icha.


" Yah ada apa? tumben ayah aja kita ngumpul semua." tanya Icha, ia sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya.


" Ada yang ingin ayah bicarakan sama kamu! Ayah harap kamu tidak salah paham dengan perkataan ayah ini, ketahuilah anakku apa yang ayah lakukan ini untuk kebahagiaan kamu sekaligus tanggung jawab ayah." Makin tak menentu saja, perasaan Icha saat ini. setelah mendengar ucapan sang ayah. Dalam hatinya wanita itu bertanya-tanya, kenapa setelah beberapa hari pergi tanpa kabar dan begitu kembali ayahnya langsung berbicara seperti itu.


" Apa yah! Ayah ingin mengatakan apa kepada Icha." tanya Icha lagi.


" Cha, Ayah ingin Icha menikah! Lebih tepatnya ayah sudah mendapatkan calon suami yang tepat untuk Icha."


" Nak sampaikan kamu seperti ini?" Ayah Rifky mulai menitihkan air matanya. Hatinya sakit melihat putranya seperti itu.


Icha yang tak ingin menyakiti Hati sang ayah, menempelkan kedua telapak tangannya, di depan dadanya. " Icha mohon yah, jangan paksa Icha." pintanya dengan penuh harap, sembari menatap sayup kepada ayahnya.


" Dek, Kenali dulu orangnya, kalau kamu nggak suka atau sikap dia buat kamu nggak nyaman, kita bisa membatalkannya. Tidak semua orang sama, disini kamu korban! kenapa kamu menyalakan diri kamu sendiri." Rista yang sejak tadi diam kini mulai angkat bicara.

__ADS_1


" Benar apa yang di katakan ka Rista, Cha." Mimi pun turut membenarkan perkataan Kaka dari sahabatnya itu.


" Icha nggak mau. Apa kalian nggak tahu, untuk menjadi teman bercerita saja, orang jijik sama Icha, apalagi di jadikan tempat hidup dari seseorang yang Icha nggak kenal, Icha nggak mau mempermalukan diri sendiri, Icha ini kotor nggak cocok sama siapapun dan nggak pantas sama siapapun."


" Kamu kenal dengannya dan dia tidak jijik sama sekali dengan kamu, Cha! Justru dia yang ingin menjadikan kamu Istrinya." Sahut Nadia. mereka sengaja mengabaikan ucapan Icha.


" Ayah mohon Cha, Ini bukan sekedar permintaan, tetapi ini harapan Sekaligus tugas seorang ayah untuk menikahkan putrinya." Ayah Rifky kembali memohon kepada putri bungsunya itu, berharap putrinya itu sedikit luluh.


" Jika dia mau menerima Icha, Apa Keluarganya juga sama? apa ibunya mau menerima menantu yang kotor ini, apa Ayahnya mau, Adiknya, kakaknya apa mereka juga mau." Seketika itu, semua orang yang ada di ruangan itu diam dan tidak bisa menjawab pertanyaan Icha. " Jangan paksa Icha lagi dan selamanya Icha tidak akan mau menikah dengan siapapun. Karena nggak mungkin sanggup menjalankannya, tolong Sebelum kalian memikirkan masalah ini, lihatlah kondisi aku, aku bisa tidak menjalankannya." Usai mengatakan hal itu, Icha langsung berbalik meninggalkan mereka yang masih diam di tempat masing-masing sambil menatap punggung Icha yang perlahan-lahan mulai menjauh, sebelum menghilangkan dari pandangan mereka.


Tanpa mereka sadari, Ayah Rifky memegang Dadanya, tiba-tiba pria paruh baya itu kembali merasakan sakit yang teramat.


" Ri ist ta." Panggil Ayah Rifky dengan terbata-bata, sebelumnya.


Bruuk.


Ayah Rifky langsung terjatuh dari tempat duduknya. " AYAH." Teriak keempat orang itu dengan begitu kompaknya, Sehingga Icha yang di anak tangga terakhir yang ada di lantai dua, melihat kearah mereka. " Ayah." Teriak Icha dari atas sana, ia kembali berlari turun untuk menghampiri mereka.


" Ayah kenapa?"tanya Icha dengan air mata yang mulai berlinang membasahi kedua pipinya.

__ADS_1


" Ayo kita bawa Ayah ke rumah sakit." Titah Agra, mereka pun saling membantu menggotong tubuh ayah ke mobil.


Ayah Rifky kembali harus di larikan ke rumah sakit. Begitu tiba di rumah sakit, ayah Rifky langsung mendapatkan penanganan di ruangan ICU. Icha, Rista, Nadia, Mimi dan Arga, suami Rista menunggu di depan ruangan itu sambil berharap harap cemas di depan ruang ICU.


__ADS_2