Aku Bukan Pilihan.

Aku Bukan Pilihan.
Masak buat iyad.


__ADS_3

Pamannya malam itu terlihat menyeramkan, sampai-sampai Icha begitu takut dan selalu membayangkan tatapan matanya dan cara dia menyiksanya. Sungguh tak berperikemanusiaan.


Icha terus menceritakan semuanya itu. Dengan tubuh yang bergetar serta air mata yang tak mampu ia bendung lagi. Karena semua itu bukan sesuatu yang mudah untuk Icha dengan membuka sendiri luka lamanya.


Namun tanpa Icha sadari, apa yang dia lakukannya saat ini adalah awal untuk kesembuhannya. Sebab luka yang sudah lama di simpan dan membusuk didalam tanah akan pernah hilang sakitnya jika tidak di buka untuk di bersihkan dan di obati tepat pada yang sakit dan metode ini yang selalu di terapkan Amanda kepada pasien-pasiennya.


" Kamu hebat Cha! Jangan pernah menganggap diri rendah lagi, mulai sekarang belajarlah untuk menghargai diri sendiri, karena tidak ada orang di dunia ini, yang menginginkan hal buruk terjadi kepadanya. " Ucap Amanda sambil memeluk Icha dan mengusap punggungnya. Tidak ada tatapan iba sedikit pun, sebab wanita itu tahu. Mereka yang tersakiti akan semakin tersakiti jika di tatap Seperti itu. " Mulai sekarang cobalah untuk menerima dan menghadapi semuanya, jangan sia-siakan usaha ayah kamu, sehingga ia dapat beristirahat dengan tenang. Mungkin semuanya terasa berat tapi percayalah jika kamu mau berusaha sedikit demi sedikit. Kamu pasti bisa terlepas ketakutan serta rasa sakit. Karena jika seseorang ingin sembuh dia harus berani menghadapi rasa sakit itu, menahannya. Sehingga dia tahu bagaimana cara terlepas darinya. " Langsungnya. Icha pun hanya mengangguk kecil, walaupun keraguan nampak jelas di matanya.


Setelah bercerita panjang lebar bersama Amanda dan membagikan suka duka bersama Keduanya memutuskan untuk pulang. Karena Amanda juga memiliki janji di tempat lain, lagian dia juga sudah terlalu banyak bercerita dengan wanita itu, takutnya Icha akan bosan kepadanya.


Amanda mengantar Icha pulang kerumahnya, barulah setelah itu ia menemui pasiennya di tempat lain, wanita itu juga tak lupa mengabari Riyadh akan kabar baik itu, dimana Icha sudah mau terbuka kepadanya.


Sementara itu ditempat lain, Icha yang baru sampai di rumah, langsung bergegas masuk ke kamar untuk membersihkan dirinya. Karena tubuhnya sedikit lengket, setelah seharian membahas contoh desain di kantor bersama Eva dan Mimi setelah itu menemui Amanda, sekaligus bercerita panjang lebar dengan wanita itu di taman, belum lagi, wajah sembabnya karena terlalu lama menangis tadi. Sungguh paket komplit tak enak dilihat.


Wanita itu mengunci pintu kamarnya, setelah itu meletakkan tasnya pada tempatnya, Sebelum melangkah menuju lemari untuk mengambil pakaian ganti. Baru setelah itu masuk kedalam kamar mandi, membersihkan dirinya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, kini Icha sudah selesai dengan ritualnya di kamar mandi, membuat wajahnya terlihat jauh lebih segar.


Icha pun menuju meja rias, untuk menyisir rambutnya serta mengunakan cream wajah. Begitu selesai, ia langsung keluar kamar, untuk menyiapkan makan malam untuk dirinya dan Riyadh.


Icha sengaja melakukan itu lebih awal karena tidak ingin Riyadh yang memasak lagi untuk mereka, mengingat beberapa hari ini Riyadh lah, yang selalu memasak untuk mereka, sekali pun pria itu terlihat lelah setelah pulang kerja.


Setelah sejam lamanya bergulat di dapur akhirnya, Icha selesai menyiapkan menu makan malam mereka, bersama dengan Riyadh yang baru pulang.


"Kamu masak." Tanya Riyadh, pria itu kini sudah berada di hadapan Icha, membuat wanita itu terkejut. Hampir menu masakan yang akan dia hidangkan di atas meja, terjatuh. " Maaf sayang, aku tidak bermaksud untuk mengejutkan kamu." Ucapnya lagi dengan perasaan bersalah.


Icha pun hanya menyahutinya dengan menganggukkan kepalanya." Apa?" Tanya Icha, karena begitu iya selesai, meletakkan menu yang baru saja ia bawa dari dapur itu di atas meja, Riyadh langsung mengulurkan tangannya kepada Icha.


Untuk saat ini, Riyadh hanya ingin fokus untuk kesembuhan Icha terlebih dulu dan membuat wanita itu terbiasa dengan kehadirannya. Bahkan kalau perlu sampai Icha bergantung padanya. Toh mereka suami istri, jadi tak ada salahnya kan jika Icha bergantung kepadanya begitupun sebaliknya.


Dan apa yang di harapkan Riyadh memang tidak salah, tapi pria itu lupa jika selain Icha dia juga memiliki istri lain diluar sana, istri yang menjadi pilihan mamanya.

__ADS_1


Setelah Riyadh pergi, Icha langsung terduduk di kursi dan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Berada terlalu lama bersama pria itu di ruangan yang sama, sungguh tidak baik untuk kesehatannya.


Pria itu terlalu manis dan sangat berbeda jauh dengan yang di katakan Amanda tadi, membuat Icha, bertanya-tanya apa Riyadh melakukan hal yang sama kepada wanita lain, atau memang hanya dia yang mendapatkan keistimewaan ini.


Dan jawabannya sudah pasti hanya untuk dirinya saja, Tapi Icha tidak mengetahui hal itu, sebab ia belum kenal betul sosok suaminya. perkenalkan mereka begitu singkat hingga terjalin hubungan seperti ini. hal itu membuatnya membutuhkan waktu untuk menerima semuanya dan terbiasa dengan kehidupannya sekarang.


Icha yang termenung tidak menyadari jika Riyadh kini sudah kembali, pria itu hanya mengunakan bokser dan t-shirt hitam yang melekat pada di tubuhnya, rambutnya terlihat masih sangat basah.


Karena riyadh sengaja tidak mengerikan rambutnya, dia tidak ingin Icha terlalu lama menunggunya. " Mikirin apa?" tanya Riyadh, pria itu kembali mengusap kepala Icha dengan sedikit mengacak rambutnya.


" Nggak." Jawab Icha, sembari mengeleng kepalanya.


"Kita makan sekarang."Ujarnya.


" Tapi ini masih terlalu sore, untuk makan malam." Sahut Icha, bukan maksud untuk menolak suaminya.

__ADS_1


" Nggak papa sayang, nanti kalau lapar kita cari makan di luar, aku sudah tidak sabar untuk mencicipi masakan kamu." Ucap Riyadh. Walaupun selama tinggal di rumah mertuanya dia sudah beberapa kali mencicipi masakan Icha.


Namun saat itu berbeda dengan sekarang, karena saat itu dia di bantu oleh kakak ipar dan sahabat-sahabat istrinya, berbeda dengan sekarang, dimana Icha memasak untuk mereka atas keinginannya sendiri dan tentunya tanpa bantuan orang lain seperti sebelumnya. Sekalipun yang dia maksud orang lain itu adalah kakak Icha sendiri.


__ADS_2