
Apa yang di lakukan Icha membuat Riyadh merasa bersalah. Pria itu merasa dirinya sudah begitu kejam dengan memaksa Icha hingga membuat istrinya mengambil jalan ini.
Dan detik itu juga, Riyadh berjanji pada Dirinya sendiri, jika Icha sembuh, dia akan melepaskan wanita itu. Sehingga Icha bisa menjalani hidupnya tanpa harus memikirkan tangung jawab yang tidak bisa ia lakukan. Di saat Riyadh sudah yakin dengan keputusan. Pintu ruang UGD itu terbuka, setelah berjam-jam ia menunggu tanpa kepastian.
Seorang dokter keluar dengan membawa berita baik yang ingin Iyad dengar. Dokter mengatakan Icha telah melewati masa kritisnya, karena Riyadh membawanya tepat waktu, mereka pun telah melakukan pertolongan untuk mengeluarkan Racun Obat dalam tubuhnya.
Icha hanya perlu dirawat selama beberapa hari ke depan untuk memulihkan kondisinya dan iya akan segera di pindahkan.
Riyadh mengangguk. " Terima kasih dok." Ucap pria itu. Kemudian kembali ke tempat duduk Sebelumnya. Menunggu kak Rista, Nadia, Amanda dan Mimi.
Mereka mengabarkan akan datang sedikit terlambat karena satu dan lain hal Sementara Rizky sudah sampai sejak tadi tapi pria itu dan pengacaranya sedang mengurus pelanggar lalu lintas yang ia buat.
Setengah jam menunggu kak Ista lebih dulu sampai dengan bang Arga. Rista bertanya apa yang terjadi namun Riyadh mengeleng-geleng kepalanya. Iya juga berkata jika hubungan mereka baik-baik saja. Riyadh pun hanya menceritakan tentang mereka pulang berziarah dan Icha mengurung dirinya di kamar, sebelum Riyadh mendapatinya sudah seperti ini.
Riyadh tidak menceritakan tentang hubungan seksual mereka yang menjadi alasannya, karena dia tidak ingin mempermalukan dirinya dan Icha di depan kedua iparnya itu. Dan alasan kenapa dia berani bercerita kepada Amanda, tentu saja karena Amanda adalah seorang psikiater yang sedang membantu Icha untuk sembuh.
Rista pun tidak mau banyak buruk tentang Riyadh, sebab selama ini rumah tangga adiknya terlihat baik-baik saja.
Dua jam berlalu, Icha telah di pindahkan keruang rawatnya, Mimi, Nadia dan dokter Amanda pun telah tiba di sana. Mereka semua masuk keruang rawat Icha. Sementara Riyadh tetap menunggu diluar.
Pria itu terlalu kecewa dengan keputusan yang di ambil Icha. Toh dia juga sudah berjanji untuk menceraikannya begitu Icha sehat nanti, sesuai yang di inginkan Icha.
__ADS_1
"Ky, tolong minta pengacara untuk mengurus berkas-berkas untuk perceraian aku dan Icha. " Ucap Riyadh membuat Rizky yang sedang duduk sambil mengotak-atik ponselnya itu langsung menatap tak percaya kepada Riyadh.
Pria itu baru kembali dari kantor polisi mengurus masalah Riyadh, kini dia sudah di buat terkejut dengan masalahnya yang baru.
"Iyad, jangan gila kamu! Kamu lupa, kamu telah berjanji kepada ayahnya untuk menjaganya. Kenapa sekarang kamu ingkar." Hardik Rizky, tak habis pikir dengan keputusan yang di ambil Iyad. " Harusnya kamu menolak sejak awal, kalau kamu merasa tidak mampu, jangan mempermainkan dia." Rizky langsung Iba Kepada Icha. Begitu mendengar rencana Riyadh.
" Aku harus gimana, ky? dia maunya seperti itu. Aku saja tidak pernah lelah memperjuangkan kesembuhannya. Tapi apa yang dia pikirkan, dia justru ingin mengakhiri hidupnya seperti ini. Aku tidak ingin melihatnya tertekan lagi ky! Mungkin dengan melepaskannya bisa membuatnya jauh lebih baik. Toh aku masih bisa melihatnya dari jauh. Aku tidak ingin menjadi penjahat dengan memaksakan kehendak aku dengan alasan cinta." Sahut Riyadh.
Rizky pun tidak dapat membantah! Sebab ia tahu sepupunya itu pasti sudah memikirkan semuanya.
Tanpa keduanya sadari Rista yang hendak memanggil Riyadh karena Icha mencarinya, justru mendengar ucapan mereka. Rista pun berbalik, tidak ingin Rizky dan Riyadh mengetahui jika dia mendengar ucapan mereka.
Setelah Hari itu, selama Icha di rawat di rumah sakit, Riyadh tidak pernah lagi menemuinya setelah menitipkan Icha kepada Rista pun tidak banyak bertanya karena di tahu alasannya.
Saat Icha bertanya dimana suaminya itu Rista hanya menjawab, mungkin Riyadh sibuk bekerja. Rista tidak ingin membuat Icha semakin kecewa dengan mengatakan yang sebenarnya. Biar Riyadh datang dan memberi tahu sendiri kepada Icha.
Walaupun jawab yang dia berikan selalu membuat Icha sedih. Tapi dia tidak dapat berbuat lebih untuk mereka berdua, selain mereka sendiri.
"Untuk sementara, Icha pulang ke rumah ayah dulu ya." Ucap Rista membuat Icha yang sedang melamun, mendongak untuk menatap wajah sang kakak.
Hari ini dokter telah memperbolehkan Icha untuk pulang."Kenapa? Kenapa sekarang kakak meminta Icha pulang ke rumah ayah. Bukannya dulu kakak sendiri yang mengantar Icha ke rumah suaminya Icha." Tanya Icha, nada suara wanita itu mulai terdengar tak biasa, seakan ada beban di dadanya yang tidak bisa ia keluarkan. " Kenapa mas Riyadh tidak pernah datang untuk jenguk Icha. Sebenarnya apa yang terjadi. Kakak jawab dong jangan dia aja." Teriaknya.
__ADS_1
Namun Rista tetap membisu. Wanita itu segera membereskan barang-barang yang bisa untuk di bawah pulang, dibantu Nadia dan Mimi yang sama diamnya.
Setelah selesai, Icha pun di antara pulang ke rumah ayahnya. Rizky yang di minta untuk menjemput Icha dan mengantarnya pulang bersama kak Ista, Sementara Mimi dan Nadia mengunakan mobil Nadia untuk pulang ke rumah ayah Rizky.
Satu jam perjalanan, mobil Rizky telah terparkir di depan rumah mendiang Ayah Rifky. Rista pun membantu Icha masuk kedalam kamarnya dan menitipkan Icha pada Mimi dan Nadia. Setelah itu ia pergi bersama Rizky.
Didalam kamar itu, Icha terus menatap kesana-kemari. Kamar yang dulu menjadi tempat ternyamannya kini terasa begitu asing. Tidak lagi senyaman dulu.
Disisi lain, Rista pergi untuk menemui Riyadh. Sebab ia merasa ia perlu berbicara dengan adik iparnya itu.
" Masuk aja kak! Iyad-nya ada di dalam." Rizky langsung mempersilahkan Rista untuk masuk keruang atasnya itu, setelah memastikan tidak ada tamu di dalam sana.
" Terima kasih." Ucap Rista, ia pun langsung masuk setelah di buka kan pintu oleh Rizky.
Didalam ruangan itu Riyadh langsung menyambutnya dan mempersilahkan Rista untuk duduk. " Kak mau minum apa?" Tanya Riyadh kepada kakak iparnya.
" Air putih aja." Jawab Rista.
Riyadh pun menghubungi sekertarisnya untuk membawakan apa yang di minta Ista. Tak berselang lama, pintu rumah kerjanya kembali terbuka. Sekertaris iyad masuk sambil membawa botol air mineral kemasan dan gelas kosong berbentuk piala itu, kemudian meletakkan di depan Rista.
"Kakak tidak akan bertanya kepada kamu tidak datang menemui Icha lagi, tapi tujuan kakak datang kesini hanya ingin meminta kamu untuk menemuinya. Jika kamu ingin mengakhiri hubungan kalian, maka temui-lah dia dan katakan itu kepadanya, jangan meminta orang lain untuk melakukannya. Sebab itu hanya akan sangat menyakitinya nanti."
__ADS_1