Aku Bukan Pilihan.

Aku Bukan Pilihan.
Menikah lagi.


__ADS_3

Rizky menghampiri Riyadh yang saat ini sedang duduk di sebuah bangku yang berada di depan ruangan ICU dengan tangan yang ia kepalkan, Mengingat sang mama yang sedang di rawat di dalam sana. Walaupun luka sayatannya tidak terlalu dalam, namun wanita paruh baya itu cukup kehilangan banyak darah. Apalagi penyebab kalau bukan paksa, bahkan saat Riyadh sudah sampai disana, wanita itu tetap kekeuh untuk tidak di bawa ke rumah sakit, Sebelum melihat putranya itu menikah dan mau tak mau Riyadh pun menurut, ia juga tidak ingin terjadi sesuatu dengan mamanya. Pada akhirnya pernikahan itupun tetap terjadi, Riyadh kembali menikah lagi dengan Nadine. barulah mereka membawa mamanya ke rumah sakit.


Meskipun dia sangat marah kepada mama dan papanya. Ria marah kepada mama karena terlalu memaksakan kehendaknya sampai menyakiti diri sendiri Sementara sang papa hanya melihat saja, bukannya mencegah. " Iyad." Panggil Rizky. Pria itu sadar, Riyadh kini tengah menahan kemarahannya untuk kedua orang tuanya, yang sudah mempersulit dia. " Aku tahu yang dilakukan om dan Tante itu salah. tetapi mereka melakukan semua ini, karena mereka sayang sama kamu! lagian Tante Megan hanya menginginkan menantu! kamu pun belum memperkenalkan Icha kepada Tante Megan-kan? Andai kamu memperkenalkan Icha, mungkin semua tidak akan jadi seperti ini, Kalau di pikir-pikir semua tidak sepenuhnya salah Tante Megan, sebab kamu juga salah dalam hal ini." Ucap Rizky sambil menepuk pundak Riyadh. Pria itu sangat-sangat labil dan tidak berpendirian. Bagaimana tidak baru saja dia menyalakan kedua orang Riyadh kini dia sudah menyalahkan Riyadh.


Tapi Riyadh tidak mempermasalahkan hal itu, karena semuanya memang salah dia andai dari awal di sedikit tegas menolak Nadine, mungkin semua tidak akan seperti ini." Aku butuh waktu untuk meyakinkan mama Ky, sebelum aku memperkenalkan Icha. aku tidak mau sampai mama memperlakukan Icha dengan buruk hanya karena masa lalunya. kamu tahu itu kan." Jelas Riyadh sembari mengusap wajahnya kasar.


" Iya aku mengerti! terus bagaimana dengan istrimu." tentu saja aku tetap pada rencana awal, Untuk mengajak tinggal berdua.


" Bukan Icha tapi Nadine." Sela Rizky. Padahal belum ada sejam dia menikahi Nadine, tapi pria itu sudah lupa akan hal itu.


" Aku nggak peduli, terserah mama dan papa, mereka mau apain menantu mereka itu, aku nggak peduli. fokus aku saat ini hanya untuk Icha. Aku nggak peduli sama dia." Sahut Riyadh.


" Aku tahu Kamu nggak akan peduli sama dia! tapi bagaimana kamu icha tahu, masalahnya akan rumit Iyad." Sahut Rizky sambil melihat sekeliling mereka. " Kamu harus menyelesaikan masalah ini secepatnya, sebelum semua semakin memburuk, Saran aku sih." Lanjutannya.


" Aku tahu! Tapi kamu harus tetap pastikan Icha maupun kedua sahabatnya tidak tahu akan masalah ini, sebab, Bukannya apa aku hanya takut Icha akan menjauhiku dan mendorongku untuk wanita itu." Rizky mengangguk kepalanya tanda mengerti.


" Iya, Tapi sampai kapan?"


" Sampai Icha percaya dan membalas cintaku." Jawabannya.


" Baiklah aku percaya sama kamu, tidak untuk saat ini aku tidak bisa menjanjikan apa-apa, tetapi akan aku lakukan yang terbaik untuk kalian berdua, termasuk menyimpan semua ini sampai waktunya tiba." Ucap Rizky.

__ADS_1


" Terima kasih Ky, satu lagi, yang mau aku minta dari kamu, tolong kamu jaga Icha dan pastikan mama serta wanita itu tidak tahu tentang dirinya apalagi sampai mendekatinya, aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada istriku." Rizky mengangguk.


Setelah beberapa saat mengobrol dengan Rizky, Riyadh memutuskan untuk, pulang ke rumah Icha. karena malam nanti ada pengajian. Sementara Rizky masih berada di rumah sakit itu. Riyadh bahkan tidak sempat pamit kepada orang tuanya.


......🥀🥀🥀🥀......


Keesokan Harinya, Rizky kembali menghampiri Riyadh di rumah Icha, pria itu ingin memberi tahu Riyadh bahwa mamanya dan Nadine terus mencarinya semalam Selain itu juga dia ingin mengabari Riyadh kalau mamanya sudah di bolehkah pulang siang ini.


" Ada masalah-kah? Aku lihat kalian berdua terus berbisik bisik sejak tadi." Tanya Arga Kepada Riyadh dan Rizky yang masih saja berbisik-bisik, padahal Arga kini sudah bergabung dengan mereka. Keduanya yang salah tingkah, langsung menghentikan pembicaraan mereka.


" Bukan apa apa bang! hanya masalah kerjaan aja." Sahut Riyadh setelah beberapa saat terdiam.


Sementara Arga yang mendengar jawaban adik iparnya, hanya ber oh ria sambil mengangguk anggukkan kepalanya.


Tak lama Riyadh kembali lagi. " Ky, bang! Kayanya aku harus pergi deh, Ada sedikit pekerjaan yang harus arus." Izin Riyadh. Arga pun mengangguk memperbolehkan dia pergi.


" Butuh bantuan." Tanya Rizky.


" Nggak usah ky, Aku bisa sendiri kok. Kamu disini aja, siapa tahu bang Arga atau yang lain membutuhkan bantuan kamu. Oh iya bang Nggak papakan, kalau aku tinggal?" Ucap Riyadh kepada Rizky Sekaligus bertanya kepada kakak iparnyam


" Santai aja Iyad! kaya sama siapa aja. sana pergi! tapi ingat kamu harus balik sebelum tahlilan dimulai." Ingatnya, karena Hari ini ada tahlilan hari ke tiga mertuanya.

__ADS_1


" Siap bang! aku pergi ya." Arga kembali mengangguk lagi dan Sebelum pria itu benar-benar pergi ia sempat memberi kode dengan menunjuk laptopnya kepada Rizky. pria itu hanya menanggapi dengan menaikkan kedua jempolnya. Karena dia sudah tahu apa yang harus dia lakukan.


Sebelum meningkatkan rumah mertuanya, Riyadh berjalan menghampiri Icha yang sedang menemani kakaknya, membersihkan halaman depan rumah mereka.


" Cha." Panggil Riyadh.


Merasa ada yang memanggilnya, Icha langsung menengok. " Ada apa?" Tanya Icha, Wanita itu langsung berdiri di belakang punggung sang kakak, Saat menyadari kedatangan Riyadh, walaupun Pria itu berdiri beberapa langkah darinya.


" Aku mau keluar sebentar! nanti balik lagi." Jawab Riyadh sambil mengulurkan tangannya kepada Icha.


" Apa." Tanya Icha


" Salim Cha! apalagi." Sahut Rista yang tahu betul raut kebingungan adiknya.


" Tapi Ka."


" Nggak ada tapi-tapi, sana coba dulu, lagian kamu belum pernah mencium tangan suami kamu kan." Ucap rista Sambil menarik tangan Icha kemudian mengarahkan untuk menggapai tangan Riyadh.


Membuat tangan Icha kembali bergetar! Ista pun menyadari hal itu, Tapi wanita itu sengaja membiarkannya. Sehingga dengan tangan gemetaran, Icha meraih tangan Riyadh dan menciumnya, terlihat jelas ia begitu takut dan gugup.


Saat Icha akan melepaskan tangannya, Riyadh' justru menarik tentang Icha lalu mengecup balik punggung tangan istrinya itu. Dan hal itu sukses membuat wajah Icha pucat seketika bulir keringat mulai memenuhi dahinya. " Aku pergi." Riyadh melepas genggaman tangannya dengan icha, kemudian meninggalkan kakak beradik itu.

__ADS_1


" Cha, nafas Cha." Ucap Rista sembari menepuk-pundak pipi adiknya, saat menyadari Icha terpaku ditempatnya sambil menahan nafas, seolah oksigen yang masuk akan menghancurkan dirinya saat itu juga.


Bukannya membaik, tubuh Icha justru terkulai lemas, Ia hampir saja pinsang lagi, tapi Rista begitu sigap menahan tubuh sang adik. " Nggak papa Cha! dia suami kamu. lambat laung kamu harus terbiasa kontak fisik sama dia." Ucap Rista memeluk tubuh Icha sembari mengusap punggungnya. ia berharap sang adik Segera tenang." Kita masuk kedalam ya! biar kamu istirahat." Ucap Rista lagi. Setelah mendapat anggukan kecil dari Icha, Rista langsung memapah sang adik masuk kedalam rumah. Sementara Riyadh hanya menatap mereka dari kejauhan sebelum melajukan mobilnya dari rumah Icha, begitu melihat punggung kedua wanita itu telah menghilang di balik pintu rumah mereka.


__ADS_2