
Mungkin bagi sebagian orang yang tidak percaya dengan cinta pada pandangan pertama, mereka akan berpikir jika Riyadh hanya membual atau apapun itu. Riyadh tidak peduli yang dia tahu dia menginginkan Icha, menerima segala kekurangannya dan Akan melindungi Icha serta menyembuhkan istrinya itu seperti janjinya kepada mendiang Ayah mertuanya
" Apa maksud kamu! kamu jangan mempermalukan keluarga kita." Tegur sang mama, membuat lamunan akan istrinya buyar seketika.
" Maaf ma." Riyadh tidak peduli dengan para tamu yang hadir yang menatap kearah mereka serta suara riuh dari beberapa tamu, yang mempertanyakan sikapnya, ia berdiri dari duduknya untuk melangkah keluar dari ruangan yang di dekorasi untuk acara janji sucinya dengan Nadine itu.
Namun langkahnya terhenti ketika suara serat akan ancaman dari mamanya terdengar serta Cengkraman tangan sang mama pada lengannya, membuat langkah kaki Riyadh terpaku di tempat.
" Lebih baik mama mati, dari pada kamu permalukan seperti ini Riyadh! Kamu sudah berjanji kepada mama untuk menikahi Nadine, mama juga sudah menuruti mau kamu dengan menyiapkan semuanya tapi kenapa kamu justru melakukan semua itu." Teriak Mega, membuat suasana semakin riuh saja.
" Ma." Tegur papa Riyadh. " Mama tidak bisa memaksakan kehendak anak kita, ma! dia sudah dewasa dia tahu mana yang terbaik untuknya." Lanjutannya, Sambil berbisik.
" Nggak bisa gitu pa! Riyadh itu sudah janji sama mama kalau dia akan menikahi Nadine hari ini." Wanita paruh bayah itu tetap pada pendiriannya.
" Ma aku janji akan menikah bukan menikahi Nadine." Ralatnya. ia tidak peduli kini Keluarganya menjadi tontonan para tamu yang hadir karena tekadnya untuk tidak menikahi wanita yang bernama Nadine itu sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat sekali pun sang mama yang melayangkan protes itu.
Sementara keluarga nadine hanya diam, rasa malu mereka di kebelakang kan hari ini, sebab mereka tidak ingin kehilangan tambang emas mereka, siapa lagi kalau bukan Riyadh dan keluarganya.
" Mama tidak peduli, kamu tetap harus menikahi Nadine." Ucap sang mama final.
Riyadh menggeleng kepalanya." Maaf ma, aku nggak bisa." Riyadh kembali melanjutkan langkahnya, mencoba untuk tak menghiraukan panggilan mama dan papanya.
Sedangkan di belakang sana, mama Riyadh tetap kekeuh pada pendiriannya. bahwa Nadine harus tetap menjadi menantunya. " Pokoknya mama tidak mau tahu Nadine harus menjadi menantu kita, apa pun caranya."
Sementara Riyadh, pria itu telah pergi entah kemana, Dan mengetahui sang mempelai pria pergi sebelum acara di mulai, tamu undangan pun ikut meninggalkan tempat itu, tinggallah parah kerabat dan penghulu yang di minta untuk menunggu.
__ADS_1
Melihat calon besannya terlihat frustasi mamanya Nadine, menghampiri Megan calon besannya itu kemudian berbisik sesuatu di telinganya. " Ya jeng benar, Riyadh Sangat menyayangi aku dia pasti akan kembali jika mendengar sesuatu terjadi kepadaku." Ucap Megan wanita itu kemudian meminta pelayan untuk mengambilnya pisau. Ia harus sedikit bermain-main dengan nyawanya sehingga putranya itu mau menurut.
Sementara Ayah Riyadh yang mendengar hal itu tidak bisa berkata-kata." Kegilaan macam apa ini, sudah jelas Riyadh tidak ingin menikahi Nadine. kenapa masih di paksakan juga." Umpat gemilang dalam hatinya. ia tidak habis pikir dengan isi otak istrinya saat ini. Gemilang menarik tangan istrinya sedikit menjauh dari yang lain.
" Mama jangan gila, Riyadh tidak akan suka dengan cara ini."
" Mama tidak peduli, anggap saja ini hukum buat dia karena sudah berani membohongi mama."
" Riyadh tidak membohongi mama, dia sudah menepati janjinya untuk menikah sesuai permintaan mama."
" Apa maksud papa! Riyadh saja belum menikahi Nadine bagaimana bisa ia menepati janjinya."
Hampir saja gemilang mengatakan kalau ia sudah menikahkan Putranya itu dengan gadis pilihan.
Bukan karena gemilang tidak ingin memberi tahu semua kebenaran itu kepada sang istri, tatapi ia takut sang istri tidak bisa menerima Icha dan berpikir jika Icha lah penyebab Riyadh dan Nadine tidak jadi menikah, Apalagi mengingat masa lalu menantunya.
......🥀🥀🥀🥀......
Sementara itu dilain tempat, Riyadh mengajak Rizky sepupunya untuk mendaftar pernikahannya dengan Icha.
Segala berkas-berkas icha telah di siapkan Nadia dan Rista tanpa sepengetahuan Icha, sehingga memudahkan urusannya.
" Bagaimana sudah siap." Tanya Riyadh kepada Rizky sepupu Sekaligus asistennya. mereka kini telah berada di depan kantor urusan agama.
" Sudah! tinggal kalian berdua tanda tangan aja." Jawab Rizky.
__ADS_1
" Bagus, kita kembali ke rumah mertuaku sekarang, biar ka ista yang meminta tanda tangannya." Rizky mengangguk.
" Tunggu sebentar, aku panggil orang yang mengurus pernikahan kalian, agar kita tidak perlu kembali lagi kesini."
" Atur saja, aku percaya kepadamu! setelah ini Carikan aku sebuah rumah, Aku akan mengajak Icha untuk tinggal di rumah itu dalam waktu dekat ini."
" Rumah seperti apa yang istrimu inginkan." Tanya Rizky.
" Kamu Bisa bertanya kepada sahabat atau kakaknya."
" Baiklah, tunggu sebentar." Rizky pun kembali masuk kedalam kantor urusan agama, setelah mendapat anggukan kepala dari Riyadh.
Tak lama berselang ia kembali keluar di ikuti seorang pria berusia sekitar kepala tiga. " Namanya Bayu, dia yang mengurus buku nikah kalian." Rizky memperkenalkan lelaki yang bernama Bayu itu.
" Riyadh."
" Bayu." keduanya saling berjabat tangan. setelah acara perkenalan singkat itu. mereka langsung menuju rumah Icha.
Tak butuh waktu lama mereka kini sudah berada di rumah Icha, sesuai perkiraan Riyadh semua berjalan lancar tanpa kendala berkat bantuan kakak dan sahabat-sahabat Icha.
Kini pernikahan mereka telah sah secara agama mau pun hukum. Setelah menyerahkan bukti pernikahan mereka, lelaki yang bernama Bayu itupun pamit.
Riyadh duduk di ruang, keluarga dengan laptop di pangkuannya, sementara pelayan, Rista, Icha dan sahabat-sahabatnya tengah sibuk menyiapkan kue dan keperluan lainnya untuk pengajian hari kedua malam nanti.
Rizky yang baru selesai menerima telpon, bergegas menghampiri Riyadh.
__ADS_1
" Ada apa?" Tanya Riyadh seolah tahu kegundahan hati sepupunya.
Rizky menghempaskan nafasnya, sesaat sambil memperbaiki posisi duduknya. " Tante megan mengiris nadinya sendiri dan ia tidak mau di bawa ke rumah sakit Sebelum kamu menikahi Nadine." Jelas Rizky membuat Riyadh menghentikan aktivitasnya. Tubuhnya membeku seketika. Dia tahu mamanya pemaksa tapi tidak terpikir mamanya akan melakukan hal segila ini. " Kita harus kembali Sebelum sesuatu terjadi kepada Tante Megan Iyad." Pria itu hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar, baru saja dia ingin tenang masalah sudah datang menghampirinya, jika sudah seperti ini. mau tidak mau suka tidak suka dia harus tetap menikahi Nadine seperti keinginan mamanya. Walaupun itu akan sangat menyakiti Icha dan membuatnya mengingkari janjinya kepada mendiang Ayah mertuanya di saat kuburannya masih sangat basah.