Aku Bukan Pilihan.

Aku Bukan Pilihan.
Bertemu Icha


__ADS_3

" Maaf sayang, mama minta maaf! Mama salah." Ucap wanita paruh baya itu, mulai menitihkan air matanya, karena ucapan Riyadh membuatnya semakin merasa bersalah.


Riyadh tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan mamanya, tapi mau bagaimana lagi, rasa kecewanya membuat dia bisa berkata seperti itu kepada mamanya.


" Katakan apa yang dapat melakukan sehingga kamu dan icha dapat memaafkan mama." Tanya wanita itu dengan sungguh-sungguh.


" Mama tidak memiliki salah apapun sama Iyad, Jika mama ingin meminta maaf, minta maaflah kepada istri aku, bukan aku mah, karena yang mama sakiti itu istri aku bukan aku." Sahut Riyadh.


" Iya mama tahu, mama ke sini juga ingin minta maaf sama Icha, mama ingin bertemu dengan icha. " Ucapnya membuat Riyadh mengurutkan keningnya sembari menatap wajah mamanya untuk mencari keseriusan di mata wanita itu.


Dan yang dia dapat adalah kesungguhan serta ketulusan, mamanya itu benar-benar ingin memperbaiki hubungannya dengan Icha, istrinya.


" Mama serius ingin memperbaiki hubungan mama dengan Icha?" Tanya pria itu untuk meyakinkan dirinya lagi.


Megan bun dengan cepat mengangguk kepalanya. " Iya sayang mama sungguh-sungguh ingin minta maaf kepada icha sekaligus mengenal menantu mama, kamu tidak akan melarang mama bukan." Tanya Megan namun, Riyadh terlihat ragu untuk menolak ataupun mengiyakan keinginan mamanya. " Iyad mama janji kali ini mama sungguh-sungguh mau menerima icha, termasuk kekurangan serta kelebihan dia, mama janji sama kamu, mama akan menerima dia untuk kamu dan mama akan belajar menyayangi dia sama seperti kakak mu. Mama mohon percaya sama mama." Wanita itu terus saja meyakinkan Riyadh, hingga pria itu pun akhirnya luluh dengan permintaan sang mama.


Tapi sebelum itu, Riyadh harus meluruskan sesuatu agar tidak terjadi masalah ataupun kesalahan seperti kemarin.


" Tapi Icha tidak sesederhana yang terlihat mah, dia mempunyai masa lalu yang begitu pahit. Riyadh Harap mama tetap pada pendirian mama, ketika mendengar hal ini." Ucapannya dengan cepat di angguki oleh Megan. " Icha, dulu pernah menjadi korban...." setelah menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya dengan perlahan Riyadh pun mulai menceritakan semua yang terjadi kepada icha waktu itu tampak ada yang, terlewatkan dan dia tutup-tutup.


Semua itu Riyadh lakukan agar kedepannya Megan tidak sampai mendengar semua ini dari orang lain, yang mana nantinya akan menjadi masalah untuk hubungannya dengan Icha di kemudian hari, Karena pria itu tidak ingin mengulang kesalahan yang sama. Dia ingin memulai sebuah hubungan tanpa ada yang ditutup-tutup, Baik itu dari Icha maupun kedua orang tuanya. Karena pria itu percaya, pondasi sebuah hubungan adalah kejujuran.

__ADS_1


Megan yang mendengar semua masa lalu Icha sempat shock dan tak percaya. Dalam hidup ini masih ada yang bernasib malang seperti menantunya. Dan orang bejad seperti pamannya Icha. Tapi jauh di lubuk hatinya, dia begitu bangga dengan Riyadh, karena putranya itu, mau menerima kekurangan Icha.


" Apa kamu sungguh-sungguh mencintainya." Tanya Megan, entah mengapa wanita paruh baya itu menjadi se-peduli ini kepada Icha, tapi nuraninya memaksanya untuk menerima semua yang pernah terjadi kepada Icha. Gadis pasti gadis yang sangat baik, sehingga tuhan memberikan putranya untuk menjadi pendampingnya.


"Lebih dari Iyad mencintai di Iyad sendiri." Jawabnya dengan begitu yakin.


"Antara mama dan Icha, siapa yang lebih kamu sayangi."


Riyadh pun tersenyum. Pertanyaan yang terlontar dari bibir sang mama merupakan sebuah jebakan jika mereka tidak dapat membedakan rasa apa yang mereka miliki untuk orang-orang tersayang mereka. " Mama dan Icha sama-sama penting untuk aku, mama dan Icha memiliki tempat-tempat, tersendiri dari di hari aku dengan porsi yang pas, tidak ada yang saling berebut. " Megan mengangguk kepalanya.


" Tolong pertemukan mama dengan Icha." Pinta wanita paruh bayah itu, karena saat ini dia telah yakin untuk menerima Icha dengan sebagai menantunya.


" Tapi ma_"


Hingga pada akhirnya, Riyadh pun setuju, untuk mempertemukan mereka. " Baiklah, tapi mama bisa menunggu sebentar." Megan pun mengangguk, saat Riyadh memintanya untuk menunggu.


Karena tidak ingin melihat Mama lelah, Riyadh meminta sang mama untuk beristirahat di ruangan pribadinya.


Dimana foto Icha terbingkai rapi di setiap sudut kamar itu. Megan tersenyum seraya menyentuh foto-foto itu. " Maafkan aku, harusnya aku mengenal kamu, terlebih dulu sebelum bertindak seperti itu. Semoga kamu mau memaafkan aku, saat kita bertemu nanti." Ucapannya pada bingkai foto Icha, seakan dia tengah berbicara langsung kepada wanita itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Waktu menunjukkan pukul setengah tujuh, saat bel pintu rumah Icha, berbunyi. Rista yang sedang menyiapkan makan malam mereka, Langsung memanggil Icha. " Cha, tolong buka pintunya, kakak lagi repot ini." Teriak wanita itu, Kepada sang adik, yang tengah duduk menonton TV, sembari menikmati rujak buah yang baru saja di buat oleh sang kakak dengan begitu lahapnya, seperti orang yang belum makan berhari-hari.


" Kakak aja! Icha lagi makan." Jawabnya, tanpa bergerak sedikitpun dari tempat duduknya.


" Cha." Teriak Rista lagi, membuat Icha, mau tak mau, harus menyudahi kesenangannya. Wanita itu dengan bibir yang di manyun-manyunkan berjalan kearah pintu sambil membawa mangkuk berisi rujak buahnya untuk tamu mereka.


" Siapa sih! Ganggu aja." Icha terus ngedumel. Sembari memasukkan potong buah itu kedalam mulutnya.


" Icha, di taruh dulu makanannya, masa makan sambil jalan gitu," tegur Rista saat melihat Icha makan sambil berjalan.


" Hmmm." Wanita itu hanya menjawab dengan bergumam tak jelas.


Kemudian memutar kunci rumahnya, untuk orang yang mulai tidak sabaran di luar sana, karena terus saja, memencet bel rumahnya.


" Mas_ mama."


Uhukkh... Uhukkh...


Wanita itu begitu terkejut dengan kehadiran mertuanya. Hingga membuatnya tersedak potong buah, yang baru saja masuk kedalam mulutnya. " Astaga sayang, maaf," Riyadh langsung, menghampiri Icha, kemudian menepuk-nepuk punggung. Berharap hal itu membuat istrinya itu sedikit lebih baik.


Namun yang terjadi, Icha, justru semakin terbatuk-batuk, hingga kedua sudut matanya basah, saking perihnya tenggorokan Icha.

__ADS_1


" Astaga Icha, sudah kakak bilang, di taruh dulu, kamu sih ngeyel kalau di bilangin. Jadinya gini kan." Sungut wanita itu, sembari menyerahkan segelas air putih yang dia berikan kepada Riyadh untuk di berikan kepada Icha. " Eh, Tante silahkan masuk Tante, maaf_"


" Nggak papa, saya yang salah! Datang tanpa memberi tahu Icha terlebih dulu hingga membuatnya terkejut seperti ini." Sela wanita paruh baya itu, sengaja memotong ucapan Rista sembari menatap iba pada menantunya itu.


__ADS_2