
"Mawar untukmu."
Bibir Icha langsung melengkung sempurna mendapati sebuket bunga mawar putih yang di sodorkan tepat di hadapan wajahnya. Wanita itu pun tak sabar untuk membalikkan tubuhnya dan mendapatkan sang suami yang kini sedang tersenyum bahagia sekaligus bangga kepada Icha.
"Selamat untuk wisudamu, sayang.." Riyadh langsung memeluk dan mengecup kening Icha.
Pria itu, begitu bangga kepada istrinya! Bagaimana tidak, di sela-sela kesibukan Icha sebagai ibu, istri sekaligus wanita karir. Dia mampu menyelesaikan studinya tanpa kendala sedikit pun.
Ya wanita itu, baru saja menambah Gelar (M. Ds.) Dibelakang namanya, sungguh merupakan sebuah ke bangga, membuat Riyadh tidak bisa berhenti untuk menganggumi wanita itu.
Seandainya dulu dia tidak bertemu dengan Icha mungkin sampai detik ini dia tidak akan menemukan wanita yang sehebat ini.
Karena di balik kejadian kelam yang pernah menimpanya, wanita itu mampu untuk bangkit hingga menjadi seperti sekarang ini dan semua itu karena cinta dan dukungan dari orang-orang yang menyayanginya.
" Terima kasih mas." Ucapnya begitu Riyadh melepaskan pelukan mereka.
"Sejak awal aku tahu kamu itu istimewa dan terbaik, tapi aku nggak percaya kamu akan sehebat ini." Puji Riyadh, walaupun hal itu terdengar berlebihan karena dia sendiripun memiliki pendidikan yang jauh lebih tinggi dari Icha, tapi pria itu memuji sang istri tulus dari hati yang paling dalam.
" Semua karena mas, Icha tidak akan seperti ini, jika mas tidak mendukung Icha, serta mendorong Icha untuk terus menjadi ya terbaik, Terima kasih untuk semuanya." Sahutnya kemudian menabrak tubuhnya pada pria itu. "Terima kasih."
"Jangan berterima kasih, karena semua itu sudah tanggung jawab mas, sebagai suami kamu! Kamu berhak untuk setiap perhatian dan cinta yang aku punya untuk kamu." Riyadh kemudian melingkarkan kedua tangannya pada pinggang sang istri.
Tidak peduli jika banyak mata kini tengah menatap pada mereka berdua. Keduanya terlalu asyik dengan perasaan mereka sendiri, Seakan Dunia hanya untuk mereka saja.
" Icha makin sayang sama Mas."
"Aku juga makin sayang sama, sayang."
" Hmm,, by the way,, Terima kasih lagi ya mas! Bunganya cantik." Icha menunjukkan bunga di tangannya, kemudian menghirup aroma buket mawar yang di berikan Riyadh.
__ADS_1
" Sama-sama sayang, aku sendiri yang memilih bunganya untuk kamu! Aku ingin istriku yang cantik ini mendapatkan sesuatu yang sama cantiknya dengannya." Seolah tidak ada bosannya Riyadh memuji Icha."
" Icha. " Seseorang memanggil Icha, membuat keduanya kompak menolehkan kepalanya kepada orang itu.
Terlihat seorang pemuda yang Icha tahu sebagai rekan sekelasnya. Berjalan menghampiri mereka dengan membawa paper bag dan boneka, beruang kecil berwarna coklat susu di tangannya.
" Congratulations, Cha! Kamu hebat banget, Nih buat kamu." Pria itu menyerahkan paper bag serta boneka yang dia bawa kepada Icha.
Ini merupakan sebuah pemandangan yang baik, karena istrinya itu sudah mulai terbiasa dengan kehadiran lelaki lain, tapi tetap saja, Riyadh tidak suka jika istri di dekati mahluk dari jenis yang sama dengannya, entah Niat mereka tulus atau karena ada udang dibalik bakwan. Riyadh tetap tidak suka, tapi pria itu tidak pernah membatasi atau menunjukkannya secara terang-terangan.
Icha melirik kepada Riyadh dan meminta pendapat pria itu. Riyadh yang mengerti pun, tersenyum seraya mengangguk kepalanya.
" Terima kasih Ben." Ucapnya, sembari meraih paper bag yang di berikan pria itu. " Oh iya, kenalin suami aku."
Bibir Riyadh langsung melengkung sempurna saat Icha memperkenalkan dia sebagai suaminya. Lelaki itupun mengulurkan tangannya kepada pria yang Icha panggil Ben itu. " Riyadh, suaminya Icha." Ucap menyebut Riyadh sembari menyebutkan namanya, sekaligus mempertegas status mereka.
"Sayang, Mimi sama Nadia mana kok nggak keliatan?" Tanya Riyadh saat teringat akan kedua sahabat istrinya.
"Masih di dalam! Kali foto-foto sama orang tua mereka, ya udah kita balik yuk mas! Aku udah kangen sama Dika! Lagian, kita juga udah janjian mau ketemu di rumah Mama, nanti mas bisa ngucapin selamat disana." Sahut Icha, kemudian menarik tangan Riyadh untuk pergi dari sana, sebab wanita itu masih suka tidak betah berada di keramaian seperti sekarang ini.
Riyadh pun hanya bisa mengeleng-geleng kepalanya, melihat tingkah Istrinya. Namun dia cukup bersyukur, karena wanita itu sudah mulai terbiasa berinteraksi dengan lawan jenis, selain dirinya.
Perubahan Icha tidak hanya membawa dampak positif untuk dirinya sendiri, tapi juga hubungan dengan Riyadh, juga usaha yang dia bangun bersama kedua sahabatnya. Karena perusahaan itu kini mulai di kenal luas dan banyak yang ingin mengunakan jasa mereka setelah Riyadh.
Dan karyawan mereka yang dulunya hanya tiga orang, kini hampir mencapai lima puluh pekerja. Sebenarnya mereka juga masih membutuhkan banyak karyawan tapi, untuk saat masih bisalah, walaupun mereka harus sering lembur.
Tak butuh waktu lama untuk Icha dan Riyadh sampai di rumah mertua Icha. Di sana sang mertua sudah menyiapkan acara syukuran kecil-kecilan. Kecil untuk untuk ukuran orang kaya seperti Riyadh namun tidak untuk orang yang berasal dari keluarga sederhana seperti Icha, sang kakak bersama suami dan anak mereka juga telah menunggu disana.
Icha mendapatkan banyak Ucapan selamat dari orang-orang tersayang. Juga tamu undangan yang hadir, mertuanya juga mengundang anak panti untuk acara syukuran kelulusan mertuanya.
__ADS_1
Dan Icha bisa berada di posisi ini bukan hanya karena Riyadh dan yang lainnya, tapi peran Megan sebagai ibu mertua yang baik, membuat jalan Icha mulus tanpa Hambatan, wanita itu selalu membantu menantunya dalam segala hal.
Bahkan saat Icha di sibukkan dengan kuliah serta pekerjaannya. Dika akan ia titipkan dalam penjagaan Megan dan gemilang. Pasang paruh bayah itu tidak keberatan sedikit pun, mereka justru sangat bahagia di usia mereka yang sekarang, ada Dika yang mewarnai hari-hari mereka.
Kebahagiaan bukan hanya di dapat Icha dan Riyadh, tapi orang-orang terdekatnya juga ikut berbahagia sama seperti mereka.
...POV Icha....
Setelah Apa yang terjadi padaku beberapa tahun silam, tuhan justru menghadiahkan aku pria sepertinya, pria yang bagitu tulus mencintai aku dan menerima aku berserta semua kehinaan-ku.
Dulu aku berpikir tidak layak untuk pria manapun, tapi sekali lagi tuhan menunjukkan jalan, jika aku layak untuknya, aku yang dulunya memandang rendah pada diriku sendiri justru di angkat derajat dan letakkan di sisi pria hebat itu.
Sungguh rencana Tuhan tidak ada yang tahu. Wanita yang dulu, tengelam dalam rasa sakit dan kecewa justru di limpahkan kebahagiaan yang se dahsyat ini. Sungguh rencana Tuhan tidak ada yang tahu.
Tapi aku percaya setiap yang terjadi pada diri kita ada imbalan yang setimpal, tergantung bagaimana cara kita melewatinya. Percayalah sesulit apapun masalahmu, aku ada kebahagiaan yang menanti di setiap ujung jalan. Sama seperti cerita ku Yang mungkin akan berakhir disini, Karena setiap pertemuan ada perpisahannya.
...End....
Terima kasih karena sudah setia membaca cerita ini selama 48 Hari. ini cerita pertama aku yang selesai dalam waktu singkat.
Dan terima kasih juga untuk hadiah serta vote nya. tanpa kalian aku bukanlah apa-apa.
Kalian bisa mampir di cerita Aku yang lain Lain.
Ada Haaniya dan Anak yang kupanggil Adik. yang masih on going. Dan ada banyak cerita aku yang sudah tamat, cek aja di profil aku. Sekali lagi terima kasih love sekebon buat kalian semua.
Dan ini pemenang give away. maaf Hadiahnya tidak seberapa.🙏🙏🙏 Silahkan DM aku berserta profil Akun noveltoon kalian.
__ADS_1