Aku Bukan Pilihan.

Aku Bukan Pilihan.
Papa tau?


__ADS_3

Berita kehamilan Icha disambut baik oleh sahabat dan kakaknya, Rista! Wanita itu begitu bahagia mendengar kehamilan adiknya Bagaimana tidak, sudah hampir 5 tahun dia menikah tapi dia belum mendapat kesempatan seperti Icha.


"Sayang kamu harus kuat Kamu harus melawan rasa takut kamu untuk anak kamu ."Rista mengusap perut Icha dengan sayangnya." Ingat Cha, di dalam sini ada nyawa yang harus kamu jaga! tidak semua wanita bisa memilih kesempatan seperti kamu. Lihat Kakak, sudah hampir lima tahun Kakak menikah dengan mas Arga tapi kami juga belum diberikan kesempatan yang sama seperti kamu. Kamu beruntung Cha, tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkannya, Mulai sekarang kamu harus sembuh demi anak kamu, kamu harus kuat demi anak kamu, Kamu punya suami yang selalu ada untuk kamu. Manfaatkan itu dengan baik untuk masa depan kalian meraih kebahagiaan kalian bersama-sama." Ucap Rista panjang kali lebar, bukan tanpa Alasan wanita itu berbicara seperti itu Sebab Dia sudah mendengar semuanya dari Riyadh.


Riyadh sudah menceritakan semua kejadian yang terjadi di perusahaannya, statusnya dengan Nadine tentang keadaan Icha, pokoknya tentang mereka dia ceritakan tanpa ada yang dia tutup-tutupi, sekaligus minta maaf karena sudah membuat Icha seperti sekarang ini. Riyadh juga minta maaf atas apa yang dilakukan mamanya kepada Icha.


"Tapi Kak, mamanya mas Iyad tidak suka kepada Icha. Bagaimana kalau dia tahu tentang masa lalu Icha dan semakin membenci Icha, Icha takut Kak rasanya Icha tak pantas untuk siapapun." Ucap wanita itu membuat Rista menitihkan air matanya.


Rista kemudian menggenggam tangan Icha kembalinya, "kamu nggak boleh terus melihat ke belakang Cha, mulai sekarang lihatlah masa depan kamu, jangan terus melihat masa lalu kamu, biarkan saja berlalu Tetap berada di belakang, jangan sering-sering menengok kepala untuk melihatnya lagi dan lagi, cukup jadikan semua itu sebagai pelajaran." Nasihat Rista. " Ingat Cha segala sesuatu itu butuh proses sama seperti mamanya Iyad, dia juga butuh waktu untuk menerima kamu sebagai menantunya. Walaupun akan sedikit menyakitkan, buktikan diri kamu, kalau kamu memang layak untuk menjadi bagian dari Riyadh. Kalau kamu takut melakukan hal itu untuk diri kamu sendiri, lakukan itu untuk Anak kamu, karena dia berhak hidup bahagia diantara kalian. " Lanjutnya. Membuat Icha terdiam, wanita itu terus mencerna dan memikirkan ucapan kakaknya. Hingga pada akhirnya ia pun mengangguk kepalanya, Icha bertekad untuk mencoba sekali lagi.


Hal itu membuat Riyadh terlihat sangat bahagia ternyata nasihat dari Kakak dan kedua sahabatnya sangat berpengaruh untuk Icha, Dan sejak hari itu hubungan Icha dan Riyad perlahan kembali membaik.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di sisi lain Megan begitu terkejut ketika rumahnya tiba-tiba didatangi beberapa polisi, sembari membawa surat perintah penangkapan untuk Nadine. " Pak ada apa ini kenapa menantu saya di tangkap?" Tanya wanita itu ketika para polisi itu tiba-tiba memborgol kedua tangan Nadine untuk membawanya ke kantor polisi.

__ADS_1


Tadinya Megan berencana untuk mengajak menantunya itu melakukan treatment di salah satu klinik kecantikan langganannya. Namun begitu keduanya, sampai di depan pintu rumah mereka berpapasan dengan tiga orang polisi yang ditugaskan untuk menangkap Nadine.


" Maaf Bu kami hanya ingin menjalani prosedur, ini surat penangkapannya."Ujar seorang polisi, seraya memberikan surat penangkapan itu kepada ayahnya Riyad.


Pria bayah itu melangkah keluar rumah saat mendengar teriakan istrinya yang tidak terima Nadine ditangkap oleh polisi-polisi itu.


Setelah membaca surat itu ia kembali menyerahkan surat itu kepada Megan untuk Istirnya itu baca. Alangkah terkejut Megan, ketika membaca surat perintah penangkapan itu!, karena Megan tidak menyangka Riyadh akan melaporkan Nadine," Ayo." Ucap salah seorang polisi kemudian menyeret tubuh Nadine masuk ke dalam mobil patroli tanpa menunggu sahutan dari Megan.


"Ma, Pa tolong Nadine, Nadine nggak mau di penjara. " Teriaknya. " Pak tolong lepaskan aku, aku nggak bersalah." Mohon Nadine kepada para polisi yang membawanya.


Begitu polisi-polis itu telah pergi dengan membawa Nadine, Megan langsung menatap penuh permohonan kepada gemilang suaminya, dia bahkan memohon bantuan pria itu untuk membebaskan Nadine."pa, papa harus membebaskan menantu kita, Mama nggak mau tahu papa harus keluarkan Nadine dari penjara sekarang juga." Ucap Megan kepada suaminya.


Namun Gemilang justru menggeleng kepalanya. " Tidak Ma papa tidak akan membebaskan Nadine, karena apa yang dilakukan Nadine kepada menantu kita itu sudah keterlaluan harusnya Mama juga dihukum dalam hal ini." Tegasnya sembari menatap tajam kepada istrinya itu.


" Pa, Apa maksud papa berkata seperti itu! Papa lupa menantu kita itu Nadine bukan wanita isi sia-lan itu." Teriak Megan tidak percaya Karena suaminya itu ikut membela putra mereka.

__ADS_1


Jika selama ini Megan selalu dapat berbuat sesukanya karena gemilang selalu mengikuti keinginannya, Namun untuk yang kali ini. Pria paruh baya itu harus bersikap tegas kepada istrinya, dia tidak ingin sampai istrinya itu berselisih terlalu lama dengan menantunya apalagi saat mendengar dari Riyadh jika saat ini Icha sedang mengandung cucu mereka.


"Nadine itu menantu mama, karena menantu papa itu Icha. "Sahut gumilan sembari menyebut nama Icha membuat Megan membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


Suaminya itu dengan tanpa berdosa menyebut nama wanita murahan, yang bersama dengan putranya saat ini sementara dia dan Nadine saja tidak tahu siapa nama wanita itu." Jadi papa tahu nama wanita itu siapa?" Gemilang dengan yakin menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja papa tahu, Karena papa yang menjadi saksi di pernikahan mereka."


" Apa." Sentak Megan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar." Jadi_"


"Ya papa tahu kenapa Iyad tidak pernah pulang, papa juga tahu dia punya kehidupan di luar sana bersama istrinya, papa tahu semuanya." Ucap pria paruh baya itu dengan cepat sengaja memotong ucapan istrinya itu. Megan sungguh tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari suaminya."Mulai sekarang mama harus belajar menerima Icha, suka atau tidak suka mama harus menerimanya! Karena dia adalah pilihan anak kita, dia menantu kita Ma."lanjutnya, setelah itu meninggalkan Megan yang masih terdiam di tempatnya.


Megan terdiam karena cukup shock dengan Semua ini. Suaminya yang terlihat diam, seakan tidak peduli justru mengetahui semuanya, Sementara dirinya. Harus berusaha kesana-kemari mencari untuk mengetahui semuanya.


Megan begitu marah kepada anak dan suaminya,

__ADS_1


Karena keduanya telah menyembunyikan semua ini di belakangnya, keduanya tidak menganggapnya sama sekali dan Semua itu karena wanita yang bernama Icha itu. Makin benci saja Megan kepada menantunya.


__ADS_2