Aku Bukan Pilihan.

Aku Bukan Pilihan.
Es krim


__ADS_3

Setelah melewati serangkaian perdebatan akhirnya Icha dan Riyadh diizinkan untuk tinggal di rumah mereka sendiri.


Walaupun Megan sendiri merasa berat untuk berpisah dengan menantunya, namun wanita itu tidak dapat mengubah keputusan anak dan menantunya Dia hanya bisa mendukung selama itu terbaik untuk mereka toh Riyadh telah berjanji, bahwa setiap Minggu dia akan membawa Icha untuk menginap di rumah mereka.


Dan Megan juga bisa mengunjungi rumah mereka kapan saja wanita paruh baya itu mau. Hingga akhirnya megantung dulu dengan keinginan anak dan menantunya.


Begitu Icha keluar dari rumah sakit, Riyadh langsung membawanya pulang ke rumah mereka, sesuai, keinginan wanita itu.


Tidak hanya Riyad dan Icha saja karena Megan dan Rista pun ikut ke rumah mereka. Kedua wanita berbeda generasi itu memastikan semua kebutuhan Icha dan Riyadh.


Megan bahkan mengajak Rista untuk berbelanja, begitu melihat isi kulkas serta lemari penyimpanan makanan anak-anaknya telah habis.


Karena setelah masalah dengan Nadine waktu itu mereka sudah tidak pernah lagi pulang ke rumah ataupun belanja bulanan seperti biasanya. Bersyukurnya orang yang dibayar Riyadh untuk membersihkan rumah mereka selalu datang untuk melakukan tugasnya dengan baik, se-minggu tiga kali sebagaimana yang telah mereka sepakati.


"Kamu kalau butuh sesuatu jangan sungkan buat hubungi Mama," Ucap Megan sembari menata barang belanjaannya yang baru saja ia beli bersama Rista, di tempatnya masing-masing, dibantu oleh Rista.


Wanita itu begitu telaten dan lincah saat menyusun persediaan makanan cepat saji dan bahan makanan segar ke dalam kulkas.


Seolah tidak ada lelah-lelahnya, wanita itu terus bergerak ke sana kemari untuk menyiapkan yang terbaik kepada sang adik.


" Iya ma." Jawab Icha, wanita itu sejak tadi Hanya duduk sembari menikmati sekotak es krim kesukaannya sambil menatap kepada Rista dan sang mertua yang begitu sibuk sejak mereka datang.


Setelah memastikan semua keperluan Icha terpenuhi dan tersusun rapi di tempat masing-masing Megan dan Rista pun pamit untuk pulang karena rumah mereka yang searah Megan menawarkan tumpangan untuk Rista, wanita itupun tidak keberatan.


Sedangkan di belakang sana Icha langsung bernapas lega, wanita itu bahkan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya begitu dia memastikan mobil yang membawa Kakak dan mertuanya menjauh dari rumahnya.


" Haadeeh banyak sekali aturannya."


" Aturan apa?" Tanya Riyadh, suaminya itu kini sudah berada tepat di belakangnya.


" Hah, Apa?" Icha yang terkejut sontak menengok ke belakang, kemudian menyengir menunjukkan deretan gigi putihnya.


"Nggak suka hidup enak! Atau nggak suka di atur?" Tanya Riyadh pria itu, kini mengerti dengan apa yang dipikirkan istrinya.


" Nggak ada?" Icha dengan cepat mengeleng kepalanya. Kemudian berbalik untuk meninggalkan Riyadh, tapi lelaki itu segera mengikutinya dan menarik pergelangan tangan Icha, hingga punggung Icha menabrak dada bidang Riyadh


" Apa?" Tanya Riyadh lagi, membuat Icha mengurutkan keningnya.

__ADS_1


"Apa. "Wanita itu kembali menanyakan pertanyaan yang sama.


Sehingga Riyadh harus berulang kali menarik nafas dalam-dalam menghadapi sikap icha yang seperti ini. " Kamu itu nggak suka hidup enak atau nggak suka diatur. "Riyadh pun memperjelas pertanyaannya.


" Dua-duanya." Jawab Icha sembari memutar tubuhnya menghadap kepada Riyad wanita itu kemudian melingkarkan kedua tangannya pada leher suaminya, mengucup sedikit bibinya sebelum melanjutkan ucapannya lagi." Aku lebih suka hidup seperti ini hanya berdua, karena aku bebas melakukan apapun, di rumah Mama juga tapi, tetap saja ada batasan yang tidak bisa aku lewati di sana, aku rasa tanpa aku menjelaskan panjang lebar mas bukan orang yang bodoh untuk tidak bisa mengerti apa yang aku maksud." Riyadh senyum kemudian membalas ciuman istri.


" Jadi kamu lebih suka saat kita hanya berdua seperti ini?"Tanya Riyadh.


" Bukankah mas juga menyukainya?"bukannya menjawab pertanyaan harian Icha justru balik bertanya.


" Tentu saja karena aku bebas melakukan apapun dengan istriku. Ayo masuk udah sore." Lihat pun mengajak kita untuk masuk ke dalam rumah mengingat senja di atas sana sudah hampir terlihat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Waktu terus berlalu dari hari ke minggu Sampai ke Bulan Icha dan Riyad lalui tanpa ada masalah apapun.


Kehidupan pernikahan mereka pun kian hari kian harmonis saja, ditambah dukungan serta restu dari orang-orang terdekat membuat hubungan sepasang suami istri itu menjadi semakin berwarna walaupun terkadang terjadi sedikit perdebatan, namun hal itu hanya sebagai pelengkap suatu hubungan tidak untuk di bawa berlarut-larut.


Karena baik Riyadh maupun Icha, tidak pernah menyimpan masalah lagi seperti yang sudah-sudah sebisa mungkin mereka meminimalisir terjadinya sebuah pertikaian di dalam rumah tangga mereka lebih tepatnya untuk Riyadh.


" Sayang, sudah belum?"Tanya Riyadh. Sudah lebih dari sejam dia menunggu istrinya itu berdandan namun wanita itu belum juga selesai dengan dandanannya.


Walaupun begitu Icha tetap membutuhkan waktu berjam-jam untuk membuat dirinya siap pergi bersama. Hari ini keduanya akan berbelanja sisa kebutuhan anak mereka karena sebagian sudah dibeli oleh Megan dan Rista mereka hanya melengkapi saja. Dan sebelum itu mereka akan mampir terlebih dulu untuk memeriksa kandungan Icha. Sebab Hari ini adalah jadwal pemeriksaan wanita hamil itu.


" Ayo mas." Ajaknya, dan sesuai dugaan Riyadh istrinya itu kembali berpenampilan sederhana. Seperti yang sebelum-sebelumnya.


Riyadh pun tidak dapat protes dengan penampilan Icha, karena jika dia sampai melakukan hal itu. Sudah dapat dipastikan mereka akan berakhir dengan perdebatan dan buntutnya Icha akan mendiaminya selama beberapa hari.


" Iya. " Riyadh pun, ingkarkan tangannya pada pinggang Icha Kemudian mereka pun melangkah keluar rumah menuju mobil liat yang terparkir di depan garasi. Sengaja Riyadh memarkirkan mobilnya di sana karena pria itu tahu, mereka akan keluar hari ini. " Oh iya Mama tanya acara 7 bulan nanti mau dilakukan di mana?" Tanya Riyadh sembari membuka pintu mobil untuk Icha. Kemudian pria itu berlari kecil mengitari mobilnya dan ikut bergabung bersama sang istri di balik kemudi.


" Icha sih ikut aja mas, kalau boleh sih,yang sederhana aja nggak usah besar-besaran." Jawabnya sembari memberi usul.


" Kalau begitu nggak bisa dong Sayang mama udah terlanjur cetak undangan banyak! Lagian baru kali ini juga mau buat acara seperti ini, waktu Kakak hamil Mama nggak sempat buat acara seperti ini karena Kakak tinggalnya di sana, Jadi nggak mungkin kalau acaranya sederhana. Ini acara pertama yang mama buat, anggap saja anak kita ini cucu pertamanya. Walaupun mama sudah memiliki cucu Sebelumnya." Icha mengangguk kepalanya paham.


Riyadh mulai melajukan mobilnya dengan perlahan, meninggalkan pelantar rumah mereka. " Terserah mama aja, Icha ikut maunya Mama aja, gimana." Ucapnya Icha pun mengerti.


" Terima kasih sayang." Lihat pun menari tangan Icha kemudian mencium punggung tangan wanita itu sebagai bentuk ucapan terima kasih.

__ADS_1


Karena selama ini Icha selalu menuruti kemauan Megan, membuat Mamanya dapat merasakan apa yang tidak pernah dia rasakan selama kakaknya Hamil.


" Kenapa mas harus berterima kasih? Harusnya yang berterima kasih itu Icha karena dengan semua perhatian Mama Icha dapat melewati kehamilan ini tanpa masalah." Jawab wanita itu, Icha tidak sadar jika baginya tidak ada masalah Namun dia menyebabkan masalah kepada mereka dengan keinginannya itu.


"Nanti mas sampaikan sama mama." Ucapnya, tidak ingin mengungkit semua masalah yang di sebut istrinya tidak ada itu." Atau kamu saja yang ngomong sama mama gimana nya."


"Kapan Mama ke rumah?" Tanya Icha. Sembari mengusap perutnya.


"Besok seperti biasanya, perut kamu sakit?" Jawab Riyadh sekaligus bertanya saat melihat wajah istrinya itu sedikit meringis sembari mengusap perutnya.


Wanita itu langsung melirik kepada suaminya, dua sudut bibirnya dia tarik ke atas membentuk sebuah senyuman Seraya menggelang kepalanya." Tidak, Dia terlalu aktif. " Ucapnya sembari melirik perutnya sendiri.


Mengerti apa yang dimaksud Icha, Riyadh pun mengeluarkan tangannya untuk mengusap perut buncit sang istri." Sayang jangan nakal ya kasihan mama kamu."


"Ya papa, papa juga jangan suka bikin mama ngambek." Sahul Icha sambil menirukan suara anak kecil.


" Emangnya kapan bikin mama ngambek?"


" Kalau keinginan Mama nggak diturutin." Jawab Icha. Membuat Riyadh mengeleng kepalanya.


Sungguh kekanak-kanakkan sekali jawaban istrinya tapi mau bagaimana lagi Dia sudah terlanjur cinta kepada Icha.


Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit akhirnya mobil Riyad berhenti di depan klinik di mana istrinya itu akan melakukan pemeriksaan hari ini.


"Tunggu sebentar." Ucap Riyadh ketika Icha akan melepaskan sabuk pengaman yang dia gunakan.


Riyadh membantu Icha melepas sabuk pengaman istrinya. Setelah itu dia keluar kemudian membukakan pintu untuk Icha.


Pria itu sangat peduli kepada Icha, bahkan untuk hal se-remeh ini pun akan dia lakukan untuk istrinya itu.


Setelah mengecek urutan nama Icha, keduanya pun menunggu nama Icha di panggil. Sebenarnya bisa saja! Icha langsung masuk sesuai keinginan Riyadh, namun wanita itu menolak, karena yang sedang menunggu giliran juga sedang hamil, sama sepertinya. Tak adil rasanya jika dia di istimewa Sementara wanita lainnya tidak, sekali pun sang suami sanggup membayar berkali-kali lipat dari mereka.


" Capek nggak?" Tanya Riyadh, sambil mengusap perut istrinya. Sehingga dia dapat merasakan pergerakan anaknya di dalam sana.


" Nggak kok! Cuma duduk aja, mana capek." Jawab Icha sedikit berbohong. Karena pada dasarnya wanita hamil dengan perut yang sebesar Icha, pasti akan merasakan pegal dan lelah, tidur saja kadang mereka tidak nyaman apalagi duduk? Jangan di tanya selelah apa. Namun wanita itu masih bisa menahannya.


" Kamu menginginkan sesuatu?" Tanya Riyadh lagi, Rista pun dengan cepat mengangguk kepalanya." Apa?"

__ADS_1


" Aku mau es krim." Jawabnya.


" Baiklah tunggu sebentar, aku akan membelikannya untukmu." Pria itu pun meninggalkan Icha, untuk membeli apa yang di inginkan wanita itu, kebetulan ada mini market yang letaknya bersebelahan dengan klinik itu.


__ADS_2