Aku Bukan Pilihan.

Aku Bukan Pilihan.
Ingin Roti bakar.


__ADS_3

Icha mengeleng kepalanya seraya berkata. " Nggak ada yang spesial, cuma salin bertukar kabar dan bercanda aja." Riyadh dan Rista pun kompak mengangguk, kemudian mereka kembali fokus menonton film itu lagi, membiarkan Icha dengan kesenangannya dan tidak ingin menganggu-nya.


Namun baru lima belas menit keheningan itu tercipta di antara mereka, kini Icha telah beranjak untuk duduk sembari menatap kepada Arga, tatapan wajahnya begitu sendu dan penuh permohonan membuat. Membuat Arga cemas.


Dalam hatinya pria itu berdoa, semoga adik iparnya itu tidak memiliki keinginan yang aneh-aneh dan melibatkan dirinya, tapi sayangnya Tuhan tidak berpihak kepadanya kali, karena sedetik kemudian Icha langsung mengutarakannya dengan air mata yang kini sudah bercucuran membasahi kedua pipinya." Icha mau dong dibeliin roti bakar, tapi harus Kak Arga yang beli, nggak boleh yang lain." Ucapnya dengan terisak, karena dia takut Arga akan menolak permintaannya.


" Cha, cuma roti bakar-kan! Diam nanti kakak beliin buat kamu." Ucap pria itu kemudian beranjak dari tempat duduknya. Ia hendak melangkah ke kamar, untuk mengambil kunci mobilnya, tapi suara Icha, membuat langkah pria itu terhenti,


Arga dengan ragu menolehkan kepalanya kepada Icha. perasaan pria itu mulai tak enak, bukannya ia ingin berpikiran buruk tentang adik dari istrinya itu tapi feeling dia itu sudah tidak enak,


Saat melihat wajah penuh harap Icha." Kak Icha mau yang rasanya durian dipadukan dengan wasabi ya." Ucapnya begitu lembut tapi membuat kejutan dahsyat pada jantung Arga.


Lagian mana adan roti bakar bakar durian plus wasabi, ada juga Roti bakar Durian+ coklat ,durian +kacang, durian + strawberry atau paling spesialnya, Durian + keju. itu yang sering dia dengar lah ini. Durian + wasabi, menu dari negara mana itu.


Belum juga arga melayangkan protesnya, kembali melanjutkan ucapannya lagi. " Yang jualnya harus memakai baju kaos ungu muda topi hitam, terus harus cowok yang sedikit kemayu kalau nggak Icha nggak mau makan." Lengkap sudah Penderitaan Arga.


Pria itu sampai mendapat tatapan kasihan dari istrinya dan Riyadh. Yang bisa mungkin dia akan menolak permintaan adik iparnya itu tapi mau bagaimana lagi Icha saat ini, hamil mau tak mau suka tak suka, Arga harus menuruti keinginan sang adik ipar.


Walaupun dia tidak habis pikir dengan adik iparnya itu, di sana masih ada Ryan Kenapa dia yang disuruh. Sekali lagi arga hanya bisa menyimpan semua pertanyaannya itu dalam hatinya sembari terus mengendarai mobilnya mencari pesanan Icha.


Malam itu tidak terhitung berapa banyak kedai roti bakar yang ia singgahi untuk mencari pesanan Icha. Hingga pada akhirnya Arga memutuskan untuk membeli wasabi dan baju kaos berwarna ungu muda serta topi hitam, lalu ia mencari penjual roti bakar yang sedikit kemayu dan memberikan apa yang dia belinya kepada penjual. Bersyukurnya penjual roti bakar itu mau bekerja sama Ketika mendengar itu untuk Icha yang sedang Hamil.


Bahkan untuk membuat sang Adik ipar percaya, Arga sampai berfoto dengan penjualan roti bakar itu dan mengambil video saat penjual roti bakar itu menyiapkan pesanan Icha, dengan sedikit berlenggok kemayu, ala-ala pria itu.


Begitu mendapatkan pesanannya Arga pun memutuskan untuk segera pulang. Karena sudah lebih dari 4 jam dia berputar-putar di luar, demi mencari pesanan Icha.


Setibanya di rumah, Arga mendapati ketiga masih berada di tempat semula. " Cha, ini roti pesanan kamu." Ucap Arga, sembari meletakkan roti itu di samping Icha.

__ADS_1


" Maaf kak, kakak aja yang makan ya, Icha udah nggak berselera lagi." Ucap Icha tanpa dosa sembari menutup mulutnya menggunakan Kedua telapak tangannya.


Wanita itu kini sudah tidak berserah untuk menikmati roti bakar pesanannya itu, bahkan saat Arga meletakkan roti itu di sampingnya, membuat icha ingin mengeluarkan isi perutnya saat itu juga.


" Mas ayo antar aku ke kamar, aku udah ngantuk banget nih, pengen tidur." Ucapnya lagi, setalah itu, Icha pun menarik tangan Riyadh, keduanya beranjak dar tempat duduknya masing-masing, melangkah masuk kedalam kamar mereka.


Meninggalkan Arga yang masih terdiam di tempatnya dengan raut bingung sekaligus kesal. Bagaimana Arga Tidak kesel dia sudah berkeliling-keliling selama beberapa jam untuk mencari apa yang diinginkan oleh Icha namun begitu dia Icha sudah tidak menginginkannya lagi. Siapa yang tidak akan kesal jika diperlakukan seperti itu.


" Bang Sabar ya, Icha bersikap seperti itu, mungkin karena bawaan anaknya aja! Aku yakin dia nggak bermaksud untuk mengerjai Abang." Jelas Rista sembari mengusap punggung suaminya.


Siapa yang tidak akan marah jika berada di posisi Arga pria itu sudah berkeliling ke sana kemarin namun pada akhirnya makanan yang dia cari tidak disentuh sama sekali oleh Icha.


Arga pun hanya bisa mende-sah pendek, kemudian menganggukkan kepalanya mengiyakan apa yang baru saja diucapkan istrinya. " Ya udah kita tidur yuk Yang tadi itu anggap aja Abang sedang latihan buat aku nanti." Ucap Rista lagi membuat wajah Arga yang sebelumnya ditekuk kini berbinar penuh harapan.


" Semoga kita segera diberikan bohongan Aku sudah tidak sabar untuk saat-saat seperti ini." Rista pun mengamini ucapan suaminya itu karena dia juga sama berharapnya sama Arga.


Keesokan harinya setelah selesai sarapan Arga dan Riyad berpamitan untuk pergi bekerja sebagaimana biasanya.


Sementara Icha masih harus beristirahat di rumah ditemani Riska kakaknya, segala pekerjaan serta sesuatu yang membutuhkan Icha, Riyadh meminta untuk dikirim oleh Nadia dan Mimin atau kedua Gadis itu akan berkunjung ke rumah untuk mendapatkan persetujuannya.


Bahkan jika ada desain baru bicara yang akan menghubungi mereka dan menjelaskan rancangan mereka itu.


Hal itu terus terjadi selama beberapa hari, karena Riyad ingin memastikan kondisi istri dan calon anaknya tetap baik-baik saja, Nadia, Mimi dan staf lain di kantor Icha pun mengerti akan hal itu.


Sementara itu, di rumah Keluarga Riyadh, Megan begitu shock mengetahui berita, tentang nadine. Wanita itu beberapa kali terjerat skandal dengan pengusaha beristri bahkan artis terkena mah serta pejabat negara dan masih banyak skandal lainnya. Membuat mereka malu sendiri bahkan untuk menatap wajah suaminya saja ya merasa tak sanggup karena selama ini terlalu membela Nadine dan keluarganya.


Walaupun semuanya itu tidak sepenuhnya kesalahan Megan karena dia sendiri tidak tahu dengan skandal yang ditutupi keluarga Nadine dengan begitu rapatnya.

__ADS_1


Sedangkan gemilang sendiri tidak terlalu menghiraukan hal itu, walaupun skandal yang terjadi kepada Nadine sedikit berakibat untuk keluarga mereka mengingat sebagian rekan bisnis mereka telah tahu siapa wanita itu, namun sejauh ini semuanya masih aman dan dapat dikendalikan oleh pria paruh baya itu dan Riyadh.


Skandal yang mereka ciptakan tidak sampai mempengaruhi saham perusahaan mereka. Namun dengan skandal itu Riyad dapat membeli saham milik keluarga Nadine dengan harga yang cukup murah, mengatasnamakan Icha istrinya.


" Kapan kamu mau mengunjungi menantu kita?" Tanya gemilang ketika ia dan istrinya itu menikmati waktu bersantai mereka ditemani secangkir teh dan cemilan yang disiapkan asisten rumah tangga mereka.


Bukannya menjawab megang justru menggalang kepalanya, wanita itu terlalu malu untuk menunjukkan wajahnya di hadapan Icha setelah Apa yang dia lakukan kepada menantunya itu.


" Icha adalah wanita yang baik, dia tidak akan membenci mama hanya karena masalah itu percaya sama papa Dia bukan Nadine." Ucapku gemilang lagi untuk meyakinkan istrinya, seolah tahu apa yang tengah dipikirkan oleh wanita itu.


Bahwa menantu mereka adalah sosok yang baik dan semuanya dikatakan gemilang memang benar adanya karena setelah wanita itu keluar dari rumah sakit dia tidak pernah mengungkit lagi tentang kekerasan yang dia dapat dari Nadine dan ibu mertuanya.


Icha hanya menyinggung soal Riyadh yang diam-diam menikahi Nadine di belakangnya, selebihnya tidak ada pembahasan soal perbuatan Ibu mertuanya.


Bukan tidak ada, namun lebih tepatnya Riyadh belum ingin membahas masalah itu dengan Icha. Karena pria itu tidak ingin membuat istrinya itu semakin tertekan mengingat saat ini, Icha sedang hamil dan kandungannya begitu rentan untuk di bawah berpikir berat.


Wanita itu harus di berikan kenyamanan untuk kesehatannya juga calon anaknya. Walaupun Riyadh sendiri sudah ingin sekali menyatukan mama dan istrinya.


" Mama malu pak! Mama sudah jahat kepada wanita itu." Ucapnya, dengan raut penuh penyesalan.


Dan gemilang pun mengangguk-anggukkan kepalanya paham dengan apa yang di sarankan istrinya saat ini.


" Papa mengerti mah! Tapi mama harus tetap menemuinya! Karena sudah saatnya Kita memperkenalkan Icha sebagai menantu, jangan sampai calon cucu kita menjadi bahan gunjingan nanti."


" Apa pah? Calon cucu kita?" Tanya Megan Bingung.


Gemilang pun mengangguk kepalanya, sembari tersenyum bahagia. " Ya! Karena menurut kabar yang papa dapatkan dari Riyadh kalau istrinya saat ini sedang hamil." Air mata Mega langsung jatuh tanpa bisa wanita itu cegah, saat mengingat kejadian Hari itu, Saat itu dia tahu Icha pendarahan tapi kebodohannya menutupi mata mata hatinya." Mama kenapa menangis, kandungan Icha sudah baik-baik saja, Sekarang juga di sudah pulang ke rumah orang tuanya."

__ADS_1


__ADS_2