Aku Bukan Pilihan.

Aku Bukan Pilihan.
Masuk rumah sakit


__ADS_3

Siang itu, setelah selesai meeting dengan pemegang saham, Riyadh dan Rizky langsung menuju kantin perusahaan untuk mengganjal perut mereka, Kesibukan mereka hari ini membuat mereka melewatkan waktu makan siang.


Rizky memesan makanan untuknya dan Riyadh, Setelah itu ia kembali duduk bersama Riyadh. " Si tua bangka itu, tadi ngomong apa Yadh?"


" Apalagi, kalau bukan tentang putrinya."


" Emang kamu sudah pernah ketemu sama putrinya?"


" Sudah."


" Kapan ko aku nggak tahu! Jangan-jang_"


" Jangan berpikir yang tidak-tidak! aku bertemu dengannya waktu pulang ke rumah, Kamu tahukan mama seperti apa." Rizky mengangguk paham. mereka terdiam saat Pelayan mengantar pesanan mereka dan begitu pelayan itu pergi Rizky kembali menyuarakan pertanyaan untuk Riyadh.


" Terus kamu terima anaknya sih tua bangka itu?"


" Jangan bertanya kalau kamu sendiri tahu jawabannya." Ucapnya sambil menyendok makan kedalam mulutnya.


" Ber_" Rizky tak melanjutkan ucapannya, begitu melihat tatapan tak suka dari sepupunya itu. Tidak mau mendapatkan masalah Rizky langsung diam seketika. Dan Mereka pun menikmati makanannya di temani suara dentingan sendok dan garpu yang saling bertemu.


Dan begitu makan siang berakhir! mereka kembali keruang masing-masing untuk meneruskan pekerjaan mereka! karena besok adalah hari weekend.


......🥀🥀🥀🥀🥀......


Draaarrrt draaarrrtt.


Bunyi ponsel di sertai getaran, mengusik tidur Riyadh pada weekend ini. Tangan Riyadh terangkat mencari ponsel yang ia letakkan di atas nakas.


" Hmmm hallo." Ucap Riyadh tanpa membuka kedua matanya.


" Selamat pagi Mas, Ini Nadine."


" Maaf sepertinya anda salah sambung." Ucap Riyadh, ia mengakhiri panggilan itu dan kembali melanjutkan tidurnya.

__ADS_1


Baru Lima menit ruangan itu hening, bunyi ponsel Kembali mengusik keheningan ruang itu. " Siapa sih ganggu banget." Riyadh mengacak rambutnya sendiri. ia menyibak selimut yang menutupi tubuhnya.


Riyadh duduk sambil menjuntai kakinya kelantai. ia kembali mengambil ponselnya di lihat nomor yang tidak ia kenal tertera pada layar ponselnya. Tanpa ingin tahu Riyadh langsung menggeser Ikon berwarna merah Setelah itu memblokir nomor pengganggu weekendnya.


Riyadh beranjak dari duduknya, karena rasa kantuknya telah hilang! Riyadh memutuskan untuk joging di taman yang letaknya tidak jauh dari Apartemen nya.


Tetapi Sebelum itu Riyadh melangkah ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi, tak lupa Menganti Boxer nya.


Entah kenapa, pikirannya kembali teringat akan sosok wanita itu, karena sudah satu Minggu ini, ia tidak berjumpa atau melihat wajah gadis aneh itu. terakhir keduanya bertemu di apartemen gadis itu masih saja berlari setiap kali melihat wajah Riyadh.


Selesai joging Riyadh kembali ke Apartemen nya, sambil membawa bubur ayam yang ia beli di pedagang kaki Lima di depan taman. Sampainya di apartemen Riyadh, langsung menyantap bubur itu.


Sesudah sarapan Riyadh masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, Sebelum Kembali melanjutkan pekerjaannya, sekalipun weekend! Riyadh tetap berkerja seperti biasanya, yang membedakan hanya tempat. Jika Senin sampai Jumat Riyadh berkerja di kantor maka Sabtu dan Minggu ia akan berkerja dari rumah.


......🥀🥀🥀🥀🥀.....


Di sisi lain Ayah Rifky yang sedang bertugas, tiba-tiba terjatuh tak sadarkan diri, ia langsung dilarikan ke rumah sakit Bhayangkari.


Tak lama Berselang Rista dan suaminya datang menemui ayah Rifky, Setelah mendapat kabar dari pihak rumah Sakit. Rista menemui ayahnya di ruangan ICU, " Ayah." Panggil Rista, suaranya terdengar begitu lirih. Ia berjalan mendekati bangker ayahnya. " Mana yang sakit yah." Tanya Rista. di jawab kedipan mata serta gelengan kecil dari sang ayah, menandakan bahwa dia baik-baik saja walaupun keadaannya tidak demikian.


" Iya dok! Saya Anaknya, Bagaimana keadaan papa saya?"


" Mari ikut saya." Ucap Dokter, setelah itu ia melangkah mengikuti sang dokter masuk kedalam ruangannya. Sebelum pergi Rista telah menitipkan ayahnya kepada Suaminya.


" Ayah saya sakit apa dok." Tanya Rista begitu bokongnya mendarat di kursi yang ada di depan meja dokter itu.


" Ayah anda menderita gagal ginjal dan pembengkakkan pada jantungnya." Ucap Dokter Membuat Rista membekap mulutnya sendiri. Pasalnya selama ini ayahnya selalu terlihat baik-baik saja tidak pernah menunjukkan gejala orang sakit, mengeluh sakit pun tidak pernah." Ayah anda terpaksa harus kami rawat untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut." sambung dokter lagi.


" Bagaimana bisa dok, selama ini ayah saya selalu menjaga makannya serta berolahraga secara teratur." Ucap Rista menyangkal hasil diagnosa dokter itu.


" Pembengkakkan pada jantungnya, disebabkan oleh penyakit darah tinggi yang ia Derita." Rista langsung diam seketika, karena ia tahu selama ini ayah Rifky memiliki Riwayat penyakit darah tinggi. Tetapi ayah tidak pernah menghiraukan penyakitnya karena Fokusnya hanya untuk kesembuhan adiknya Icha.


" Tolong lakukan yang terbaik untuk ayah saya dok! saya mau ayah saya sembuh." Ucapnya dengan berlinang air mata.

__ADS_1


"Pasti! Kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk ayah anda."


Setelah berbicara dengan dokter Rista Kembali keruangan ICU dimana ayahnya terbaring.


Rista duduk di samping Ayahnya menggenggam jemari tangan Lelaki paruh yang telah menghadirkannya di dunia ini, Berulang-ulang ia mengecup punggung tangan ayahnya.


" Icha." Ucap Ayah Rifky hampir tak terdengar, Dalam kondisi yang lemah seperti ini ia masih memikirkan Icha.


" Ayah Istirahat dulu! Icha biar Rista yang jaga, ayah harus istirahat dulu ya! cepat sembuh biar ayah bisa jaga Icha lagi." Ucap Rista di jawab kedipan dari sang ayah. sebelum kembali beristirahat seperti permintaan putri sulungnya.


Rista belum memberi tahu Icha tentang kondisi ayah mereka, bukan karena apa! Rista hanya tidak ingin adiknya itu khawatir apalagi sampai kepikiran bisa bahaya untuk kondisi mentalnya.


......🥀🥀🥀🥀🥀......


Perlahan namun pasti kondisi ayah Rifky mulai membaik dan selama ayah Rifky di rawat hampir sebulan ini, Rista Lah yang tinggal di rumah Ayahnya untuk menjaga sang adik, sedangkan argan, suaminya Rista, menjaga sang ayah di rumah sakit bergantian dengan dirinya.


Untuk Icha Sendiri, ia belum di beritahu tentang kondisi ayahnya! Rista hanya memberi alasan kalau ayahnya sedang menjalani tugas keluar kota! Jadi ia di minta untuk menjaga adiknya itu! syukurnya Icha percaya begitu saja dengan Ucapan kakaknya.


" Dek makan dulu." Teriak Rista kepada Adiknya, yang sedang duduk menonton TV di ruang keluarga.


" Bentar kak." Sahut Icha dari ruangan keluarga tanpa bergerak sedikitpun dari tempat duduknya.


" Icha. Ayo nggak ada sebentar-sebentar! kakak udah lapar nih." Suara sang kakak Kembali Terdengar dari ruang makan, beruntung rumah ayahnya tidak Terlalu besar. " Icha."


" Iya-iya! bawel banget." Icha langsung bergegas menuju ruang makan sebelum sang kakak Kembali mengeluarkan suaranya.


Keduanya duduk makan bersama dalam Diam, suasana hening saat jam makan bukan sesuatu yang baru untuk mereka.


Selesai makan, Icha membantu kakaknya membersihkan piring bekas makan mereka, sebab pembantu yang berkerja sudah pulang ke rumahnya sore tadi.


" Ayo kita nonton bersama." Ajak Icha begitu mereka Selesai mencuci piring.


" Maaf Dek! kakak ngantuk banget, besok aja ya." Icha langsung memanyunkan bibirnya begitu mendengar jawaban kakaknya. " Jangan manyun gitu! jelek tahu lihatnya."

__ADS_1


" Auuhh aahh." Icha yang kesal kepada Rista langsung masuk kedalam kamarnya, meninggalkan Rista yang hanya menatap punggung sang adik Sambil menggeleng kepalanya.


__ADS_2