
" Ruangan ini sangat tidak cocok untuk seorang kepala keluarga....
" Ini lebih cocok untuk para pelayan....
Dari saat Edward masuk, sebenarnya dia sudah merasa aneh dengan kamar Violet.
Begitu masuk, Edward sempat berpikir apa dia salah masuk kamar.
Karena di setiap ruangan yang dia lewati saat mengantar Violet.
Edward melihat ruangan itu rata-rata mewah dan bagus. Seperti lampu gantung yang bagus, meja dengan kualitas terbaik dan berbagai macam benda mewah lainnya.
Tapi saat Edward memasuki kamar Violet, berbeda dari dugaan. Kamar Violet bisa di bilang tidak cocok untuk ukuran kepala keluarga.
Pantas saja Edward berkomentar begitu. Pada dasarnya, ruangan kepala keluarga harusnya lebih layak meskipun sederhana.
Edward, dengan tatapan tajamnya melirik Eric dan berbicara.
" .....Apa di sini terjadi kesalahan?....
" Saat aku memasuki kastil ini, ruang tamu, ruang makan, bahkan tangga yang di gunakan rata-rata semuanya terlihat mewah....
" Tapi saat aku memasuki kamar ini, entah kenapa ini di luar dugaanku....
" Aku pikir, kamar yang di gunakan seorang kepala keluarga akan sama bagusnya...
" Apa ini benar-benar kamar Marcioness Violet? Ini sama sekali tidak masuk akal.... "
Setelah banyak bicara, Edward bertanya dengan tatapan lurus ke arah Eric.
Eric pun menjawab pertanyaan Edward.
" Maaf, Yang mulia. Tapi....
" Ruangan ini memang benar milik Nyonya. " Jawab Eric sedikit gemetar.
| Sebenarnya ruangan Nyonya awalnya ada di lantai bawah, yaitu kamar Marquess Sanjay. Tapi para Tuan muda memindahkan kamar Nyonya ke lantai atas, di mana hanya ada satu kamar yang pengap. | Pikir Eric.
| Kenapa beliau sampai bereaksi seperti itu? Meskipun aku memang kaget dengan kamar yang di tempati oleh Marcioness Violet, apa yang mulia harus seberlebihan itu? | Amon bertanya-tanya mengenai Edward.
Karena Edward jarang bersikap seperti itu. Dia orang yang cuek dan dingin. Bahkan tidak banyak bicara.
" Ha!!! ......" Edward mengusap wajahnya kasar, dia terlihat kesal atas jawaban Eric.
__ADS_1
| Bagaimana mungkin seorang wanita tidur di ruangan yang pengap seperti ini....Ini benar-benar gila. | Pikir Edward.
" Kenapa bisa begitu.....ini benar-benar memalukan!!! " Edward berteriak marah.
Kemarahannya menyebabkan semua yang ada di sana terkejut. Bagaimana tidak, mereka terkejut karena Edward marah hanya karena hal itu.
Bahkan hal itu tidak bersangkutan dengan orang yang dekat dengannya. Itulah yang membuat mereka kaget.
" ....Kenapa anda marah yang mulia? " Tanya Amon.
Lalu Ludwig, dia pun berpikir dalam benaknya mengenai kemarahan Edward.
| Ya, ampun. Beliau sampai marah seperti ini.....Sepertinya wanita janda ini ada hubungan sesuatu dengan yang mulia raja. | Pikir Ludwig.
" Bukan masalah marah atau tidaknya Amon....
" Jika orang lain mengetahui hal ini, kerajaan akan mendapat malu...
" Mereka akan berpikir bahwa kerajaan mengambil terlalu banyak uang, sehingga satu kepala keluarga memiliki kamar tidur yang buruk....
" Apa kau bisa pikirkan itu? " Edward bertanya balik kepada Amon.
Amon pun kembali berpikir.
" .....Saya sudah mengerti yang mulia. " Ucap Amon.
" .....Panggil Tuan muda kalian, terutama Arnold Craisen Sanjay. Dia harus menghadap kepadaku. " Perintah Edward, dia meminta para tuan muda untuk menghadap, terutama Arnold.
Eric yang mendengar perintah itu, dia pun mengangguk.
Edward kembali menatap wanita yang masih menutup matanya itu, lalu dia bergumam.
" Aku pikir, kehidupanmu sangat baik sesuai dengan ucapanmu. " Gumam Edward dengan suara yang nyaris tidak terdengar.
| Tapi ternyata bohong. | Pikir Edward.
" Siapa namamu? " Tanya Edward kepada Eric.
" Saya Eric Yang mulia. " Jawab Eric.
Edward berjalan ke arah Violet, lalu dia merangkul tubuh itu kedalam dekapannya.
Dia dengan lembut dan hati-hati menaruh kepala Violet di dadanya. Edward sekarang sedang menggendong Violet.
Melihat itu semua....
__ADS_1
Amon, Eric, bahkan Ludwig mereka ternganga. Itu adalah sesuatu yang aneh untuk dilihat, berbeda dari yang tadi.
" .....Ya—Yang mulia apa yang anda lakukan? " Tanya Amon gugup.
" Jangan bilang anda ingin menculik wanita itu? " Timpa Ludwig.
Edward yang mendengarnya dia menatap kedua orang itu dengan tatapan sinis dan melotot.
".....Jangan banyak berasumsi...aku hanya ingin memindahkannya. " Ucap Edward.
Amon pun maju ke depan dia ingin menggantikan Edward untuk menggendong Violet.
" Kalau begitu, biar saya yang menggendong nya. " Ucap Amon seraya menyodorkan tangannya.
Edward tidak mengizinkan.
" Tidak....kau tidak boleh memegang tubuh seorang wanita, kau ini laki-laki!! " Ucap Edward.
| Lalu anda apa yang mulia?...Apa anda Jantina (Jantan tapi betina) ? | Amon bertanya-tanya.
" Baik, yang mulia. " Tapi Amon tetap menjawabnya sopan.
" Eric, tunjukkan kamar yang kosong dan layak. " Perintah Edward.
" Baik yang mulia. " Ucap Eric.
| Beliau sangat peduli dengan Nyonya, ini bisa menjadi ancaman. | Pikir Eric.
...----------------...
Lalu sementara itu, di ruang tamu kastil Marquess.
" Apa kakak sudah kembali? " Tanya Berick kepada Jack.
Jack tidak tahu, yang sedang dia pikirkan adalah Edward.
| Kenapa dia bisa sampai kemari? apa wanita itu tanpa di duga sudah menggoda yang mulia raja? | Jack bertanya-tanya.
" Kak?.....
" Kakak?!!!
Berick terus memanggil Jack, tapi dia tidak kunjung menjawab. Jack masih hanyut dalam pikirannya.
__ADS_1