
Berick mencoba menghentikan Violet, begitu pula dengan Eric. Iblis berambut merah muda itu turun dari tangga dan menatap barang bawaan Violet.
" Eric! buka tasnya!! " Berick si iblis itu menyuruh Eric untuk membuka tas Violet.
Ketika itu terjadi, perempuan yang akan pergi tersebut menatap ke dua anaknya yang juga ada di situ.
| Meski aku menatap mereka seperti ini, mereka hanya diam dengan tatapan acuh dan tidak peduli. | Pikir Violet.
Sesuai dengan apa yang di pikirkan Violet. Arnold dan Jack, yang ada di sana. Mereka hanya diam berpangku tangan, mereka berdua tidak peduli dengan perlakuan Berick.
Violet dengan mata yang masih menatap ke dua putranya, dia melemparkan tas itu ke hadapan Berick.
' Bang!! ' Violet melempar tasnya.
Ketika tas itu di lempar, suasana berubah menjadi hening dan tenang seolah tidak ada interaksi apapun.
" Buka tasnya, dan biarkan aku pergi!! " Violet berbicara dengan nada yang berbeda. Suara itu di penuhi kekesalan dan amarah.
" .....Periksa! " Berick dengan tatapan menyorot rendah memerintahkan.
Eric pun dengan sigap membuka tas tersebut, dia menarik resleting tas itu. Setelah di buka, ternyata dalamnya hanya beberapa barang lusuh.
Pakaian yang lusuh, tidak ada apapun lagi, perhiasan atau apapun itu tidak ada. Violet hanya membawa pakaian yang dia gunakan sehari-hari.
Ketika melihat isi tas tersebut, Arnold, Jack dan Berick. Mereka seolah bertanya-tanya dengan heran di dalam kepalanya.
| Apa? kenapa hanya pakaian lusuh saja yang ada di dalam koper tersebut? | Berick seperti tidak percaya, bahwa barang yang di bawa oleh Violet hanya pakaian lusuh.
| Aneh, kenapa hanya pakaian lusuh saja. Seharusnya dia memiliki pakaian mewah, seperti yang di katakan oleh Eric. | Arnold juga berpikiran sama.
| Apa benar pakaiannya hanya itu, Eric bilang jika wanita itu membeli banyak pakaian mewah, wanita itu tidak memakainya di dalam kastil ini, karena dia ingin menarik perhatian kami dengan pakaiannya yang sederhana. Eric mengatakan bahwa wanita itu memakai pakaian mewahnya, hanya saat dia keluar dari kastil ini untuk menemui laki-laki yang akan dia goda. | Jack berpikir panjang, mengenai laporan Eric selama ini.
Saat mereka bertiga berpikir keras mengenai hal itu, di sisi lain ada Eric yang memasang wajah sedih.
Wajahnya saja yang terlihat sedih, akan tetapi dalam hatinya, Eric merencanakan sesuatu. Dia penuh intrik dan manipulatif.
| Wanita ini malah akan pergi, padahal aku masih belum mendapatkan semuanya, brengsek!! | Pikir Eric.
| Tidak mungkin aku melepaskan wanita itu begitu saja, aku juga belum menggasah tabungan yang telah dia kumpulkan selama ini. Aku harus menahannya di sini, mengikatnya, menjadikan budak pekerja, agar aku bisa terus menambah kekayaan. Tanpa harus bekerja keras. | Eric sekali lagi berpikir.
Kehidupan Violet di kastil itu benar-benar kacau, hanya di sebabkan oleh satu manusia hina, semuanya berubah menjadi kesalahan pahaman yang berlarut-larut.
__ADS_1
Manusia yang hanya peduli akan uang dan kekayaan, tidak peduli dengan penderitaan orang lain.
Eric, padahal dia selalu ada di samping Violet, tapi....
Manusia itu menutup matanya, dia tidak melihat bagaimana Violet berjuang dengan susah payah, bagaimana dia berusaha keras menunjukkan ketulusannya kepada putra-putranya.
Tapi apa yang Violet dapatkan? hanya hinaan, kesalahpahaman dan tuduhan yang bahkan tidak pernah Violet lakukan.
" Apa kau puas?! " Violet yang malang bertanya bercampur marah.
" Apa kau rela membuang pakaian mewahmu hanya demi terlihat menyedihkan di depan kami? " Berick bertanya dengan seringai di bibirnya.
Tatapan Berick seperti menatap seekor serangga yang rendah dan hina. Entah kenapa dia begitu membenci Violet.
Tatapan Arnold, yang dingin dan acuh. Lalu tatapan Jack yang seolah mengucilkan.
Itu semua sudah menjadi asupan sehari-hari Violet, ditatap hina layaknya serangga dan orang yang seakan melakukan dosa.
" Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan? " Violet bertanya penuh kebingungan.
" Tidak usah pura-pura, bahkan saat pergi pun kau masih ingin terlihat menyedihkan. " Jack mulai berbicara.
" .....Pergilah, kami tidak butuh wanita sepertimu! " Berick dengan suara lantangnya mengusir Violet begitu saja.
" ....Kami bisa mengurus diri kami sendiri, jadi, kau boleh pergi dan terima kasih atas semua yang telah kau sebabkan. " Arnold juga seperti itu, dia mengusir Violet secara lembut, tapi menakutkan.
Violet dengan tatapan dingin, dan tangan yang mengepal dia berbicara.
" .....Aku pikir....
" Tidak, maksudku....
" Aku sempat berpikir, dan mengkhawatirkan kalian. Tapi sepertinya itu tidak berguna. " Ucap Violet.
Semalaman dia berfikir, bagaimana ketika dia meninggalkan mereka, apa semuanya akan baik-baik saja, atau sebaliknya.
Tapi setelah melihat ini, dia merasa bahwa memang seharusnya dia pergi dari sini sejak lama.
Melihat putra-putranya dengan yakin bisa hidup tanpa dirinya sudah cukup bagi Violet.
Tapi, dia sedikit terluka, walau Violet sudah tahu akan seperti ini, dia masih berharap kepergiannya akan di lepas tanpa adanya hinaan.
Setidaknya ucapan terima kasih yang tulus, bukan ucapan terimakasih yang dingin seolah menyalahkan.
" .....Aku akan pergi, jangan merusak apa yang telah aku perbaiki. " Violet mengangkat kopernya, dia pun terlihat bergumam.
__ADS_1
" Apa yang dia katakan? " Berick bertanya-tanya dengan wajah malas.
Saat Violet akan berjalan melewati pintu kastil, Eric tiba-tiba memanggil.
" Nyonya!! " Panggilnya.
| Sial!! dia tidak mau berhenti. Aku harus menggunakan cara lain. | Pikir Eric.
Violet tidak berhenti, dia terus melangkah keluar dari kastil tersebut.
" Nyonya, jangan pergi. Bagaimana dengan Tuan muda Henric? " Eric menghubungkan Henric, dia tahu kelemahan terbesar Violet adalah keselamatan Putra-putranya.
Tentu saja, Violet berhenti, dia berbicara tanpa berbalik.
" .....Hanya satu orang yang pergi, tidak akan membuat semuanya kesulitan. Lagi pun orang yang pergi ini, hanyalah wanita yang di anggap sebagai pembawa sial. " Ucap Violet dengan nada sarkastik.
" Satu lagi....
Violet menambahkan ucapannya lagi.
" .....Jika ada masalah apapun dalam keluarga ini, jangan mencariku, karena aku mungkin sulit untuk di temukan...
" Selesaikan masalah itu sendiri, terutama kau Arnold. Tanggung jawab sepenuhnya berada pada dirimu...
" Kau harus menanggung semuanya, mungkin nanti kau akan mengetahui bagaimana beratnya menjadi kepala keluarga. "
Setelah menyelesaikan ucapannya Violet pergi dari kastil tersebut. Dia pergi begitu saja, tidak ada yang tahu kemana dirinya akan pergi.
Eric gagal menghentikan Violet, tapi dia tidak merasa cukup gagal. Setelah mendengar ucapan Violet tadi dia berfikir.
| Setelah aku pikir, putra-putra Sanjay tidak cukup dewasa, mereka masih bisa di pengaruhi. Jika wanita itu pergi, aku akan lebih mudah menipu mereka. | Pikir Eric.
" ....Dia sekarang sudah pergi. " Ucap Arnold.
" Ya, baguslah. Hidup kita akan lebih damai ketika dia pergi. " Berick berasumsi.
Berick salah, Violet yang pergi, akan lebih memudahkan Eric untuk menghasut mereka.
Mungkin kedamaian itu hanya imajinasi saja, setelah Violet pergi, mereka tidak tahu apa yang akan mereka hadapi.
...----------------...
BERSAMBUNG.....
__ADS_1
" Kemana dia pergi, Amon?....
" Saya tidak tahu yang mulia, tidak ada yang tahu kemana beliau pergi. "