Aku Ibu Tiri Yang Baik

Aku Ibu Tiri Yang Baik
CHAPTER 52


__ADS_3

Rumah Bibi Lizy sore hari.



" Violet, kenapa kau menyembunyikan identitasmu yang sebenarnya? " Tanya Bibi Lizy.


Violet yang sedang menatap bunga mawar merah, dia menjawab.


" Aku tidak mau orang lain menyanjungku, selain itu, aku tidak mau terkenal. " Jawab Violet.


" Haaaah....kau ada-ada saja Violet. " Ucap Bibi Lizy.


Tapi saat itu Violet tidak bisa fokus, karena sesuatu teringat begitu saja.


|Berbicara tentang terkenal, dan menyanjung. Sepertinya aku mulai mengingat bangsawan Laontel. Mereka menyanjung ku saat aku sudah mencapai kesuksesan, tapi ketika aku berada di bawah, mereka menghina dan menjelekkan ku. | pikir Violet mengingat kerajaan yang dulu dia tinggali.


Ketika dia mengingat tempat tinggalnya dulu, ingatan tentang kastil Marquess dan putra-putranya juga mulai bermunculan.


|Jujur saja aku tidak ingin mengingat atau membayangkan bagaimana mereka hidup, tapi sayangnya itu terus terbayang dan terpikirkan olehku begitu saja. Seberapa keras aku mencoba melupakan mereka, tetap saja mereka selalu melintas dalam pikiranku. | Pikir Violet.


" Bibi, aku akan pulang. " Ucap Violet seraya menoleh ke arah Bibi Lizy.


Bibi Lizy mengangguk tanpa mengizinkan.


...----------------...



Berbicara tentang Laontel, saat ini kerajaan tersebut sedang di landa gosip yang hangat, di mana gosip tersebut berkaitan langsung dengan keluarga Marquess.


Rakyat yang berada di wilayah Marquess menggosipkan pemerintahan yang berjalan setelah kepala keluarga yang baru memerintah.


" Apa kau sudah dengar? kalau kepala keluarga Marquess yang sekarang di anggap tidak kompeten. " Warga di wilayah Marquess membicarakan kepala keluarga Marquess yang tidak lain adalah Arnold.


" Bukan hanya mendengar, tapi juga merasakan. Makin ke sini, rakyat di wilayah Marquess makin miskin. "


" Kau benar, jika kita bisa memilih lebih baik yang menjadi kepala keluarga Marcioness Violet. "

__ADS_1


" Ya, dia lebih kompeten di banding dengan putra Sanjay. "


" Kenapa kita menghakimi dan menghinanya dulu, baru sekarang beliau menghilang kita sadar, bahwa Marcioness adalah kepala keluarga yang kompeten dan adil. Beliau menanggapi semua keluhan yang kita ajukan, berbeda dengan kepala keluarga sekarang, dia cenderung mengabaikan keluhan kita. "


Semua rakyat yang berada di bawah pimpinan Marquess sadar, bahwa Arlond tidak kompeten seperti Violet.


Sebenarnya, ada alasan kenapa Arnold bisa di bilang tidak kompeten.


...----------------...


Kastil Marquess Sanjay.



Setelah kepergian Henric dan juga Violet, kastil Marquess tidak pernah tenang, ada saja masalah yang terjadi.


Belum lagi, mereka terus mencari Henric dan juga Violet.


Arnold sebagai kepala keluarga tidak bisa fokus mengurusi semuanya. Terutama setelah mengetahui kesalahan yang telah dia perbuat.


Karena hal itu, pekerjaan terganggu, Arnold yang setiap hari merasa pusing dan kantuk, dia mempercayakan semuanya kepada Eric selaku kepala pelayan.


Kita tahu bahwa Eric bukan orang yang patut di beri kepercayaan, semakin Arnold mempercayai Eric, maka semakin mudah pula Eric mengambil semua kekayaan Marquess.


Ruang Kerja kepala keluarga.



" Aku tidak menyangka, bahwa aku bisa mendapat kepercayaan yang sangat luar biasa. " Eric yang pada saat itu sedang membaca dokumen penting milik Arnold.


" Mari kita lihat....


Eric membaca dokumen tersebut, saat dia membaca dokumen tersebut, matanya seketika melebar penuh dengan nafsu.


" Ini....bukankah ini surat kepemilikan tambang emas..." Eric dengan penuh nafsu berbicara.


Kekayaan yang ingin dia kuasai ada di depan matanya, tambang emas, berlian, dan ruby.

__ADS_1


Dokumen kepemilikan tambang emas itu berada di tangan Eric.


" Bodoh sekali, dia mempercayakan dokumen ini kepadaku. " Ucap Eric dengan senyum liciknya.


Arnold memerintahkan Eric untuk memperbarui dokumen tersebut. Di Laontel, setiap bangsawan wajib memperbarui kepemilikan tanah, dan bangunan setiap tahun.


Arnold yang terlalu percaya kepada Eric dia malah menugaskan hal itu kepada Eric.


" Aku akan mengganti kepemilikan tambang ini. Tapi sebelum itu, aku harus mencari dimana stempel keluarga Marquess. " Gumam Eric.


Di sisi lain, di sebuah kamar di kastil Marquess Sanjay.



Ruangan yang cenderung sunyi dan gelap, di ujung dekat jendela terduduk seorang laki-laki dengan rambut merah muda begitu pula warna matanya.


Laki-laki itu terlihat memegang sebuah buku di tangannya, buku itu di pegang dengan sangat erat.


Dengan mata yang menatap ke arah jendela, laki-laki itu bergumam dengan suara yang dingin.


" .....Di mana sebenarnya dirimu? sudah 2 tahun kami mencari, sampai sekarang tidak ada tanda-tanda apapun. " Suara yang familiar namun sedikit lebih dewasa.


Pemilik suara itu, tidak lain dan tidak bukan adalah Berick.



Berick selama 2 tahun, terus mengharapkan kepulangan Violet, diantara semua saudaranya, dialah yang paling merasa bersalah.


" ....Kembalilah....aku berjanji, jika kau kembali kami akan memperbaiki semuanya. Tidak ada penghinaan dan kejahatan yang terjadi. " Gumam Berick.


...----------------...


BERSAMBUNG.....



" Ada seseorang yang terdampar di tepi pantai.....dia tidak memiliki identitas......

__ADS_1


__ADS_2