
Kastil Violet, di pulau Hibria.
Ruang makan Kastil Violet.
Saat itu, Violet sedang sarapan, dia duduk di kursi meja makan bersama dengan Gavino, dan Ryu.
Tentu saja Violet tidak menikmati makanannya, dia masih khawatir dengan putranya Henric.
Melihat wajah Violet yang risau, dan gelisah. Gavino, dan Ryu bertanya.
" Violet, apa yang kamu pikirkan? " Tanya Gavino.
" Nyonya, wajah anda terlihat tidak tenang. " Ryu berbicara.
" .....Tidak, hanya saja. Apa dia akan pulih secepatnya? " Tanya Violet.
Mendengar hal itu, Gavino tahu apa yang di maksud Violet. Dia pun menjawab pertanyaan Violet agar dia tidak khawatir.
" Henric yang maksudmu? Dia pasti baik-baik saja. Kau jangan khawatir..." Ucap Gavino.
" Tapi saat aku melihatnya tadi, dia tidak kunjung bangun. " Ucap Violet.
" Mungkin Tuan muda masih lelah.. " Pendapat Ryu.
|Putra mu itu hanya berpura-pura sakit, jika kau tahu, mungkin tidak akan seperti ini. |Pikir Gavino.
Sebelum Violet sarapan, dia memang sempat mendatangi kamar Henric untuk melihat keadaannya.
Tapi saat dia datang, ternyata Henric belum sadar, dia masih menutup matanya. Hal itu membuat Violet khawatir.
" Setelah sarapan sebaiknya aku melihatnya lagi. " Gumam Violet.
...----------------...
Di waktu bersamaan Kamar Henric.
Gorden, seprei, lantai, hingga furniture, semuanya berbeda. Sepertinya aku berada di kamar Ibu sambung.
Saat itu aku sempat berpura-pura terlempar untuk menarik perhatian Ibu sambung, tapi lama kelamaan mataku buram, dan aku tidak sadarkan diri.
Aku pikir Ibu sambung akan menggembalikanku ke tempat singgah milik petinggi Nicole, tapi ternyata Ibu sambung membawaku ke kamarnya.
Luka di tubuhku juga sudah sembuh dengan cepat, aku tidak tahu obat apa yang di berikan kepadaku.
Obat itu pasti bukan obat biasa.
__ADS_1
" Dari pada itu, sekarang apa yang harus aku lakukan? " Aku bergumam dan terus berpikir.
Saat aku melihat Ibu sambung malam itu, aku sangat bahagia, dan lebih bersemangat.
Rasanya, beban dalam hidupku berkurang, tapi sayangnya Ibu sambung tidak mau kembali.
Dia juga mengatakan bahwa dia memaafkan ku, tapi aku tahu, Ibu sambung masih marah. Jika dia tidak marah, dia pasti mau kembali bersamaku.
" .....Apa yang harus aku lakukan, untuk membuat Ibu sambung kembali. " Gumamku.
Aku berdiri, dan turun dari kasurku untuk berpikir bagaimana cara membawa Ibu sambung kembali.
" ....Bagaimana?.....
" ....Apa aku harus berbohong lagi? "
Tidak, aku tidak bisa berbohong, jika Ibu sambung tahu dia akan lebih membenciku.
" Jangan berbohong, sebaiknya aku bicara lagi dengan Ibu sambung. " Gumamku yakin.
" Bujuk dia, dan katakan aku menyesal. " Sekali lagi aku bergumam.
Sekarang aku tahu, bahwa Ibu sambung tidak bisa tahan jika Putranya sakit, atau lemah. Dia mudah khawatir, sehingga kemarahannya bisa luluh dengan cara itu.
Tapi aku tidak bisa melakukan itu, melihat Ibu sambung khawatir, hatiku sangat sakit.
Lebih baik aku memohon kepadanya untuk kembali, dari pada menggunakan cara seperti itu.
...----------------...
Terlihat perempuan dengan rambut merah, mata hijau, dan dengan gaun putih polos, wanita itu berdiri menatap Henric.
" Ibu?....." Panggil Henric.
Ternyata itu adalah Violet, dia datang untuk melihat Henric, karena dia khawatir.
Violet berjalan ke arah Henric, lalu dia memegang tangan Henric yang kemarin terluka.
" ......Apa sakit? " Tanya Violet seraya menatap wajah Henric.
Henric terdiam sebentar, lalu dia menjawab pertanyaan Violet.
" Tidak...." Jawab Henric canggung.
| Rasa khawatir yang sudah lama hilang, kini kembali lagi. | Pikir Henric, matanya tertuju kepada sosok Ibu yang sedang menghawatirkan dirinya.
" Apa kau yakin?...." Tanya Violet serius.
" Ya.....Itu hanya luka ringan. " Ucap Henric biasa saja.
__ADS_1
Violet memutar bola matanya, dengan tangan melipat dia pun berbicara lagi.
" Luka ringan kau bilang? Itu bukan luka ringan! Jika saja tidak secepatnya di obat, tanganmu itu mungkin sudah hilang!! Apa kau tahu itu?!!! " Ucap Violet geram.
Henric yang terkena omelan Violet, dia pun menganggukkan kepalanya mengerti. Henric merasa sangat hidup ketika dirinya dikhawatirkan oleh Violet seperti ini.
| Aku suka itu.....Omelanmu, dan nada dingin yang di keluarkan dari mulutmu. Aku merindukan semua itu...| Pikir Henric.
Violet mengalihkan wajahnya ke arah jendela, sembari berkata.
" Kau sudah sembuh, lain kali jangan melakukan itu. Kau seperti tidak sayang dengan nyawamu. " Ucap Violet.
Henric menunduk mendengar perkataan Violet, Violet sesekali melirik ke arah Henric, dia memperhatikan putranya dengan teliti.
Di mata Violet, Henric terlihat lebih dewasa, badannya lebih besar dari sebelumnya, matanya yang biru kini lebih terang, rambutnya yang pirang terlihat lebih tertata, tinggi badannya sekarang melewati tinggi badan Violet.
"........Kau sudah dewasa Henric....." Ucap Violet dengan nada rendah.
Kemudian Violet mengulurkan tangannya tinggi ke atas kepala Henric.
' Tap....
" ?! " Henric melebar kaget ketika telapak tangan Violet mendarat di atas kepalanya.
Violet mengelus rambut Henric lembut dengan penuh kasih sayang.
" .....Rambutmu lebih halus dari sebelumnya..."
Violet memiringkan wajahnya matanya yang hijau penuh dengan ke hangatan, nada bicaranya lembut seperti seorang Ibu.
| Bagaimana ini? Aku semakin ingin membawa Ibu sambung kembali. Kasih sayang yang terpancar dari matanya sangat menghipnotis diriku.| Pikir Henric tidak tahan.
" Dulu kau yang paling pendiam di antara saudaramu yang lain. Termasuk yang paling pendek, di antara mereka. Tapi sepertinya sekarang sudah seimbang. " Ucap Violet.
" Benarkah? " Tanya Henric malu.
" ....Ya, sekarang. Bagaimana kabar mereka? " Tanya Violet.
Saat itu Henric langsung diam dengan wajah murung, Henric tidak tahu bagaiman kabar saudaranya yang lain, karena selama 2 tahun dia tidak pulang.
" Aku tidak tahu bagaimana keadaan saudaraku sekarang. Karena aku tidak pulang selama 2 tahun. " Jawab Henric dengan murung.
Mendengar hal itu Violet mengerutkan keningnya bingung, lalu Violet bertanya kenapa Henric tidak pulang selama 2 tahun.
" Apa maksudmu? Kenapa kau tidak pulang selama 2 tahun? " Tanya Violet tidak sabar.
" Apa yang kau lakukan selama 2 tahun?!! " Tanya Violet sekali lagi.
...----------------...
__ADS_1
BERSAMBUNG.........