
" Kenapa kau bisa terdampar di pesisir pantai? " Tanya Kakek itu penasaran.
Henric menjawab dengan wajah tidak enak.
" Aku tidak sengaja jatuh ke dalam air. " Jawab Henric dengan suara rendah.
| Sebenarnya bukan tidak sengaja, tetapi karena di sengaja. |Pikir Henric.
...----------------...
Setelah aku pergi dari kastil, aku terus mencari Ibu sambung ke seluruh wilayah yang ada di kerajaan.
Tentunya tidak mudah untukku berkeliaran di kerajaan, karena kesatria keluarga ku terus mencariku.
Dengan penyamaran aku terus mencari Ibu sambung, tidak ada tempat yang tidak di jamah.
Semuanya aku telusuri, tapi hasilnya nihil. Ibu sambung menghilang tanpa jejak apapun, seolah dia di telan oleh bumi.
Tapi aku tidak putus asa, aku mencoba terus mencari dan mencari, hingga dua tahun berlalu.
Bahkan dalam dua tahun tersebut, aku belajar ilmu sihir, spiritual dan hal-hal lainnya, yang bisa di gunakan untuk menemukan Ibu sambung.
" Wanita yang kau cari tidak akan pernah kau temukan di sini." Tiba-tiba guru yang mengajariku ilmu sihir, dia mengatakan hal itu kepadaku.
Saat itu aku diam tidak percaya, tidak mungkin Ibu sambung yang selama ini aku cari tidak bisa di temukan.
" Anda berbohong! " Ucapku dengan mata tegas tidak percaya.
" .....Bukankah kau sudah mencoba mencarinya selama ini? Tidak ada hasil bukan? " Tanya guruku.
Yang di katakan oleh guruku memang benar, selama aku mencari Ibu sambung, tidak ada jejak apapun, tidak ada hasil.
" ....Lalu, kemana dia pergi? Dan kenapa anda tahu bahwa saya tidak akan menemukannya di sini? " Aku bertanya tidak sabar.
Guru tidak mungkin mengatakan itu tanpa tahu apapun, dia pasti mengetahui sesuatu.
" Jika yang mulia raja saja tidak bisa menemukan Ibu tirimu di kerajaan ini, sudah pasti dia tidak lagi berada di kerajaan ini. Kau sudah tahu bukan? Yang mulia raja memegang semua kendali di kerajaan ini. " Jawab guruku.
" Tidak....itu tidak mungkin, Ibuku pasti masih ada di sini. Tapi dia bersembunyi...
" Dia tidak mau bertemu dengan putranya yang jahat dan bodoh. Makanya dia bersembunyi.....
Aku terus menyangkal itu, dengan mengatakan bahwa Ibu sambung hanya bersembunyi karena tidak mau bertemu dengan putra nya.
Putra yang bodoh yang telah menyia-nyiakan kasih sayang nya.
" Menyerahlah Henric....Lebih baik kau kembali." Ucap Guruku seraya menepuk pundakku.
Saat itu aku berada dalam hati yang tidak baik, di mana rasa bersalah yang semula mulai perlahan hilang. Kini berangsur-angsur kembali.
Dari situ aku berpikir, untuk apa aku belajar sihir dengan susah payah. Jika orang yang menjadi tujuanku tidak bisa di temukan.
Tujuanku belajar ilmu sihir semata-mata hanya untuk Ibu sambung. Agar suatu saat jika aku menemukan nya, aku bisa mengajaknya pulang, dan mengatakan bahwa aku sekarang tidak akan membuatnya kesulitan.
Aku hanya akan melindunginya. Itulah yang aku pikirkan.
Saat itulah aku jatuh ke dalam lubang
keputusasaan, di mana aku tidak bisa mengontrol pikiranku untuk terus bertahan dari rasa bersalah.
Karena menyesakkan, aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku di atas kapal yang akan menuju ke tempat dimana aku berlatih sihir.
Aku pikir mungkin jika aku berakhir seperti ini, aku bisa bertemu dengannya walau hanya dalam imajinasi.
".......Kenapa rasanya sulit sekali untuk bisa mengatakan kata maaf, dan memperbaiki semuanya....."
__ADS_1
Saat itu juga, mataku mulai kosong menatap ke arah lautan biru.
Tidak ada yang aku pikirkan selain wajah Ibu sambungku.
"......Jika kau ada dalam imajinasi dan mimpiku, maka jangan pergi lagi. "
Setelah kata-kata itu aku melemparkan diriku ke dalam lautan.
Tubuhku tenggelam terus tenggelam.
Ke dasar yang paling dalam, di mana hanya ada kegelapan yang menunggu.
Benar saja, saat aku mulai masuk ke dasar lautan yang terdalam.
Suara Ibu sambung terdengar dan sosoknya muncul dalam imajinasiku.
' Bagaimana bisa kau mati seperti ini? Tanpa mengatakan kata maaf, dan membayar semuanya? Itu namanya kau melarikan diri dari rasa bersalah mu, Henric....
| Kau benar.....Tapi.....
|.....Mau bagaimana lagi, karena kau sulit sekali di temukan. Sekarang kau datang ke dalam imajinasiku, jadi jangan pergi dan biarkan aku meminta maaf. | Itulah yang aku pikirkan.
' Kau pengecut Henric, lemah, dan mudah menyerah. Baru seperti itu kau mengakhirnya begitu saja? Naik, dan temukan aku.....
' Carilah aku, sampai kau mati, walau kau tidak bisa menemukanku sampai akhir hayatmu. Tapi setidaknya, kau tidak menyerah. '
| Benar, ternyata aku lemah.....
' Jika kau mati seperti ini, aku akan sangat kecewe Henric!! '
Imajinasi Ibu sambungku hilang begitu saja, seperti buih.
Imajinasinya itu bisa membuatku tidak merasa kesepian dalam kematian ini.
Karena itu, aku memanggilnya dengan putus asa.
| Ibu!! jangan pergi!! Kemana kau akan pergi!! |
Badanku semakin tersedot masuk, akan tetapi, dari situ aku berpikir, jika aku berakhir seperti ini, itu sama saja jika aku melarikan diri dari rasa bersalahku.
Aku tidak boleh mati sebagai pengecut yang melarikan diri dari rasa bersalahnya. Maka dari itu, aku berusaha untuk kembali dan hidup.
Yah, setidaknya aku sudah berusaha.
Dengan sisa kekuatanku, aku mengaktifkan sihirku.
Sebuah bola sihir berukuran kecil muncul setelah aku melafar mantra.
Bolah itu di gunakan untuk menarikku keluar dari dasar laut.
Meski tidak bertahan lama, tapi setidaknya aku tidak perlu membuang tenagaku terlalu lama.
__ADS_1
Setelah bola itu menarikku sedikit lebih tinggi dari dasar laut, bola itu menghilang, dari sini aku berusaha sendiri untuk bisa naik ke atas.
| Cepat, aku pasti bisa....| Dalam batinku.
Nafasku saat itu hampir habis, tapi dengan sisa kekuatan ku aku berusaha naik, hingga akhirnya berhasil, meskipun setelahnya aku tidak sadarkan diri.
Saat aku sadar, saat itulah suara kericuhan terdengar. Pandangan ku masih buram tidak karuan, badanku lemah dan nafasku masih sulit.
Tapi di saat itu, aku jelas melihat sosok yang selama ini aku cari, entah itu kebetulan atau takdir. Tapi yang pasti itu nyata dan bukan imajinasi.
Rambut merah, mata hijau, sosok itu bersatu di dalam kerumunan yang mengerumuniku.
Dia menatapku dengan mata kaget dan sedih. Walau penglihatanku sedikit buram, tapi aku yakin jika itu adalah dia.
Aku tahu ekspresi itu, karena aku sering melihatnya.
Aku ingin berlari ke arahnya, aku ingin memeluknya, dan aku ingin mengatakan bahwa aku salah.....
Pulang bersamaku, jangan pernah pergi lagi.
Bahkan jika aku harus memohon kepadanya, aku rela.
Tapi, saat aku menatapnya dengan mataku yang sayu seolah akan menutup kapan saja....
Dan tanganku mencoba meraihnya. Dia malah berbalik dengan wajah enggan.
Saat itu hatiku sangat sakit dan tertusuk, seolah aku tahu, jika dugaan ku benar, dia tidak mau bertemu denganku.
Dia membenciku.....
Ya, dia membenciku....
Dia pasti jijik melihatku....
Di saat dia mulai pergi menjauh dari pandangan ku. Mulutku yang kaku mulai memaksa terbuka untuk memanggil sosok yang akan menghilang tersebut.
Tanganku bahkan mencoba menjangkaunya, tapi apa daya, saat itu tubuhku sudah sangat lemah.
Meski aku mencoba berdiri untuk mengejar sosok tersebut dengan bantuan seseorang, tapi tetap tidak mampu. Dan pada akhirnya aku jatuh tidak sadarkan diri.
Hingga saat ini, 4 hari berlalu, dia tidak pernah muncul lagi. Dia bersembunyi dariku....
Saking bencinya dia kepadaku, dia tidak mau melihatku dan menemuiku.
...----------------...
BERSAMBUNG.......
" Marquess, apa benar tambang keluarga milik anda di pindah alihkan? "
Drama Author di mulai.....
Dahlah.....Drama mulu dah!!! authornya lebay bet yah🤣
Udah ahhkk....Byby....
__ADS_1