
Henric perlahan meraih tangan Violet, dia membawa Violet ke depan tempat tidurnya.
Kemudian, Henric duduk di atas tempat tidur, sedangkan Violet dia masih berdiri menatap putranya.
" Jawab pertanyaanku Henric, kenapa kau tidak pulang selama 2 tahun? " Tanya Violet serius.
Henric yang masih memegang kedua tangan Violet, dia mengelusnya lembut, kemudian sepasang matanya yang biru seakan memperlihatkan kerinduan, menatap Violet.
" Aku sangat hancur ketika tahu bahwa kau pergi dari kastil. Kau Ibuku, setelah Ibu kandungku, aku tidak bisa kehilangan Ibu lagi. Aku merindukanmu di hari kedua kepergian mu, aku tanpa sadar masuk kedalam ruangan pribadimu.....
" Dan menemukan sesuatu...
Violet dengan wajah yang serius mendengarkan Henric.
" Apa yang kau temukan Henric? " Tanya Violet penasaran.
" Buku harian, di mana semuanya terungkap. Dan saat itu pula, rasa bersalah, penyesalan, dan kemarahan menguasai setiap sudut pikiranku....." Henric terdiam sejenak, sementara Violet dia memasang ekspresi kaget.
| Buku harianku ternyata tertinggal di kastil tersebut, ini salahku tidak teliti membawa barang-barang milikku. | Pikir Violet merasa bersalah.
" Setelah aku tahu semua kebenaran yang terjadi, aku meninggalkan kastil untuk mencari dirimu. Selama 2 tahun aku mencari, tapi hasilnya nihil, baru setelah aku melompat kedalam laut, aku menemukanmu....." Henric menjelaskan secara singkat, kenapa dia tidak kembali selama 2 tahun.
Mendengar penjelasan Henric, Violet terlihat marah, apalagi ketika dia mendengar bahwa Henric sengaja melompat kedalam laut.
Sebagai Ibu sambung, Violet merasakan hatinya terluka sekaligus terharu, mendengar putranya melompat kedalam laut, dan tidak pulang selama 2 tahun hanya untuk mencarinya.
" Kau mencariku selama 2 tahun, untuk apa Henric?! Dan apa yang kau bicarakan? Kau melompat kedalam laut? " Tanya Violet dengan nada tinggi.
" Ya, karena aku tidak bisa hidup dengan tenang tanpa Ibu di sisiku. Maka dari itu kembalilah bersamaku, kau bisa mengomeli diriku, kau bisa memberikan kasih sayang untuk ku setiap hari. " Henric mencium kedua tangan Violet seraya memohon, agar Violet kembali.
Violet tidak tega dengan Henric, raut wajah Henric yang memohon sangat tulus, dan penuh kesedihan. Ibu mana yang tidak tahan melihat putranya sedih seperti itu.
Meskipun Violet hanya Ibu sambung, dan Henric bukan putra kandungnya, dia tetap menyayangi Henric seperti putra kandungnya sendiri.
" .....Pulang, ayo pulang denganku.... " Henric memeluk Violet erat, butiran air mata seketika keluar dari mata Henric, dan membasahi pakaian Violet.
" Stttthhhh.....Jangan menangis....." Violet dengan lembut menenangkan Henric.
__ADS_1
Violet sekali lagi mengelus rambut putranya, sesekali bibirnya mencium rambut harum putranya.
| Bagaimana ini, apa aku harus kembali pulang? | Violet bertanya dalam benaknya.
" .....Pulanglah, kembali ke kastil kita yang dulu. Aku berjanji tidak akan membuatmu kesulitan. " Sekali lagi Henric memohon.
Violet perlahan membuka mulutnya, dan dia merespon permohonan Henric.
" .....Aku harus berpikir dulu. " Ucap Violet.
Mendengar hal itu, Henric menatap Violet dengan mata berbinar. Seolah harapannya akan segera terpenuhi.
" Benarkah? " Tanya Henric tidak sabar.
" Ya.....Aku harus berpikir dulu. Karena sulit bagiku untuk kembali ke sana Henric. " Ucap Violet.
" Ya, kau boleh berpikir dulu. " Ucap Henric tidak sabar.
Violet tersenyum, lalu dia melepaskan pelukan Henric. Violet menghapus air mata Henric, dan dia berkata.
" Padahal kau sudah dewasa, tapi masih mudah menangis!! " Ejek Violet.
' Brak!! ' Tiba-tiba pintu masuk kamar Henric di banting.
" Nyonya!! " Ryu masuk dengan tergesah-gesah seraya memanggil Violet.
Lantas hal itu membuat Violet, dan Henric menatap Ryu dengan mata bingung penuh pertanyaan.
" Tunggu di sini. " Ucap Violet kepada Henric.
Henric mengangguk mengerti, tapi wajahnya jelas khawatir.
" Ada apa, Ryu? " Tanya Violet seraya menghampiri Ryu.
Ryu yang masih mengatur nafasnya, baru setelah itu dia menjawab Violet.
"......Sekelompok orang memakai pakaian tertutup mengepung kastil kita. " Jawab Ryu panik.
" Apa?!! kenapa bisa? " Tanya Violet kaget.
" Ada apa? " Tanya Henric khawatir.
__ADS_1
" Tidak....ini soal pekerjaanku. " Ucap Violet bohong.
" Istirahat...Aku akan kembali sore nanti. " Ucap Violet.
Henric mengangguk mengerti.
Violet kemudian membawa Ryu keluar dari kamar Henric, Violet takut jika putranya yang keras kepala akan keluar, dan menghadapi orang-orang yang di maksud Ryu.
...----------------...
Kastil Violet.
Edward dengan para Shadownya datang langsung ke kastil Violet. Mereka bahkan sudah masuk ke halaman Kastil Violet.
" Jadi, benar ini kastilnya? " Edward bertanya kepada para Shadow.
" Ya, Yang mulia. Ini Kastil Marcioness Violet. " Jawab Para Shadow.
" Kalian berjaga di luar sana, aku sendiri yang akan masuk. " Perintah Edward.
| Violet, jangan harap kau bisa lari dariku. Kebebasan mu telah berkahir. Waktunya untuk kembali. | Pikir Edward.
Edward berjalan ke arah pintu masuk ruangan. Obsesinya tidak bisa dihentikan, Violet mungkin tidak bisa lari dari Edward.
...----------------...
BERSAMBUNG......
Sebelum Edward datangš
Setelah Edward datangš
Kasian Violet, harus jadi pawang ke lima cowok bujangš¤£
__ADS_1