Aku Ibu Tiri Yang Baik

Aku Ibu Tiri Yang Baik
CHAPTER 33


__ADS_3

" Henric, dia hanya diam seperti itu. " Jack masih memerhatikan adiknya Henric.


" Aku anak tiri dari ayahku. " Gulie masih protes dengan itu dia tida mau mengakui bahwa pemilik kedai itu adalah ayahnya.


" Kesampingkan itu karena itu sudah pasti adalah kebenaran. Aku ingin membahas tentang tanggal di mana kau di lecehkak oleh Putraku. " Violet berkata seraya berjalan ke arah Gavino.


" Apa.....apa yang akan kau lakukan? " Tanya Gulie dengan mata lebar.


" Gavino, tolong jelaskan. " Ucap Violet kepada Gavino.


" Sudah saatnya aku bergerak. " Jawab Gavino.


Gavino membuka jubahnya, pria itu memiliki rambut hitam panjang dengan mata merah padam. Sekilas wajahnya terlihat sayu dan cuek.



" Saya tidak tahu jika seseorang akan berbohong sampai segitunya. " Ucap Gavino seraya menatap sinis ke arah Gulie.


" Apa kau mau memanipulasi semuanya dengan tipuan sihirmu? " Gulie protes, dia menuduh Violet memanipulasi semuanya.


" Bodoh! ini bukan manipulasi, tapi sihir pembuktian. " Gavino ikut protes, karena dia tidak suka kebohongan.



" Apa yang ingin dia lakukan? " Berick bertanya dari atas, dia sangat antusias.


" Sebelum itu, saya akan menjelaskan terlebih dahulu. " Ucap Gavino.


" Saya adalah Gavino penyihir tingkat menengah, saya adalah orang yang selalu mengawasi setiap gerak gerik putra dari Marcioness Violet...." Gavino memberi pengakuan.


" Dia selama ini memata-matai kita, apa alasannya? " Jack bertanya-tanya dari tempat duduknya di atas.


" Tuan muda Henric, dia sebenarnya tidak pernah meminun arak yang di campur dengan obat-obatan. Dan lagi, tanggal 2, 8, dan 19 Tuan Muda Henrix tidak pernah pergi ke kedai itu...." Gavino menjelaskan, dia bersaksi bahwa Henric tidak bersalah.


" Omong kosong! itu semua hanyalah kebohongan, aku sudah di lecehkan oleh Tuan muda Henric di tanggal itu, aku sendiri ingat itu. " Gulie terus menyangkal.


" Jika begitu saya harus menunjukkannya, kebetulan saya selalu membawa alat rekam saya. " Ucap Gavino dengan penuh makna.

__ADS_1


Gulie semakin gugup, dia terus bertanya-tanya apa yang ingin di lakukan oleh Gavino.


Gavino terlihat membaca mantranya, saat mantra di baca, cahaya hijau mulai terlihat.



Cahaya itu semakin membulat dan membentuk sebuah bola.



" Ini adalah bola sihir yang dapat merekam apa saja. " Gavino berbicara seraya mengutak atik bola sihirnya.



" Apa lagi ini, apa kau ingin berbohong lagi? " Tanya Gulie.


| Kenapa dia bisa membawa penyihir seperti ini? jika semuanya melihat, aku bisa di penjara dan rencanaku gagal. | Pikir Gulie.


" Lihat ini....." Gavino menunjukkan gambaran dari bola itu.


Semua orang melihat ke arah bola sihir yang di bawa oleh Gavino.


Di dalam bola tersebut, ada Henric yang sedang meminta minuman, tapi minuman itu bukan minuman arak yang di campur dengan obat-obatan.


Dan juga dalam bola sihir itu, Henric tidak pernah berdekatan dengan perempuan. Dia terlihat menolak setiap perempuan yang datang kepadanya.


" Di sini Tuan muda Henric selalu menolak wanita yang berusaha mendekatinya. Selain itu, saya juga yang selalu memberikan minuman arak itu kepadanya.....


" Arak itu sebenarnya hanya arak biasa tidak mengandung alkohol tinggi. " Gavino menjelaskan.


Bukti itu sudah cukup membuktikan bahwa Henric tidak bersalah.


Semua orang yang melihatnya, mereka saling berkomentar dan berbisik.


Ada yang bilang bahwa itu hanya tipuan, ada juga yang bilang bahwa itu kenyataan.


" Jadi, apa kau masih mau menyangkal? " Tanya Violet.

__ADS_1


" Cukup...." Edward tiba-tiba berbicara.


" Amon, jelaskan. " Edward tiba-tiba meminta Amon untuk menjelaskan sesuatu.


Amon sesuai perintah Edward, dia maju.


" Setelah di selidiki lagi, Lady Gulie, anda berbohong mengenai pelecehan, anda bahkan melupakan tanggal terjadinya pelecehan. Waktu itu anda bilang bahwa pelecehan terjadi di tanggal 9, 11, 6, dan 7. Awalnya saya kira anda memang lupa, tapi setelah melihat ini, sepertinya anda memang berbohong. " Amon berbicara sesuai dengan yang dia alami.


Para bangsawan yang menghadiri sidang mulai ricuh, tidak, bahkan mereka sudah sedari tadi ricuh.


" Apa ini?! jadi lady Gulie berbohong mengenai kasus pelecehan ini? "


" Jika Sir Amon sudah tahu mengenai kebohongan Lady Gulie, kenapa sidang ini berlanjut. "


" Lady Gulie ternyata hanya pura-pura polos!! "


" Apa istana kerajaan sengaja melakukan sidang ini? Jika sudah tahu Lady Gulie berbohong kenapa harus di lanjut!! "


Para bangsawan ricuh, mereka saling berbicara.


Gulie yang terus mendengar omongan para bangsawan yang mengecamnya, dia berdiri dengan posisi badan gemetar dan kepala menunduk malu.


| Sialan!! kenapa bisa jadi seperti ini. | Pikir Gulie.


" Hentikan!!! " Hakim Agung berteriak, dia menenangkan para bangsawan yang ricuh di sana.


Seketika mereka diam, ruangan kembali sunyi, lalu Violet berbicara lagi.


" Aku tahu apa niatmu, kau ingin mendapat tunjangan dari keluarga Marquess atas pelecehan yang di buat Henric, apa aku salah? " Ungkap Violet seraya bertanya.


Gulie diam dengan tangan mengepal.


Sementara itu, Arnold, Berick, dan Jack. Mereka terus memperhatikan Violet.


" Aku tidak menyangka dia bisa menyelesaikan masalah ini. " Arnold bergumam dari atas, dia terus memperhatikan Violet.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2