
Semua orang yang ada di sana semakin bertanya-tanya, kenapa sikap Henric dingin dan acuh kepada adiknya.
Henric tidak peduli dengan omongan para bangsawan, karena tujuan dia berdiri di tengah pesta, adalah untuk mengacaukan semuanya.
".....Kalian menikmati pestanya bukan? " Tanya Henric.
Para bangsawan menjawab seolah mereka menikmati pesta nya.
" Kami menikmati pestanya. " Jawab mereka.
Henric menaikkan alisnya, lalu dia berjalan seraya menatap makanan dan minuman yang tertata rapih di atas meja.
Sementara itu, saudaranya terlihat memperhatikan Henric, mereka tentunya bertanya-tanya apa yang ingin di lakukan Henric.
" Jadi.....
" Kalian menikmatinya bukan? Apa makanan ini enak? " Tanya Henric seraya menatap makanan tersebut.
" Ahhh, ya itu enak. " Jawab para bangsawan.
Entah kenapa suasana di sana sedikit hening dan tegang.
Henric dengan mata yang masih menatap para bangsawan, dia menarik taplak meja yang di atasnya terdapat banyak makanan.
Sehingga semua makanan jatuh berserakan.
" Henric!! " Arnold berteriak dari atas.
" Ups.....maaf. " Henric dengan wajah dingin berbicara, matanya masih menatap wajah para bangsawan.
Wajah para bangsawan saat itu tentunya kaget dan mata mereka membulat seperti piring.
Mereka kaget dengan kelakuan Henric.
Berick yang saat itu dekat dengan Henric dia berusaha untuk menghentikan Kakaknya.
" Apa yang kau lakukan, hentikan itu! " Tegur Berick.
Berick memegang tangan Henric, tapi Henric dengan cepat menghempas tangan Berick dengan kasar, dia pun melanjutkan aksinya.
Mata Henric saat itu melirik Berick dengan mata berkilat, seolah dia tidak mau orang lain menghentikan dirinya.
" Sepertinya minuman ini juga enak. " Ucap Henric.
__ADS_1
" Cepat hentikan dia!! " Jack berteriak, dia meminta agar orang lain menghentikan Henric.
" Jangan coba-coba untuk menghentikan ku!! " Ancam Henric.
" Si brengsek ini!! " Jack meludah kesal, saat dia akan maju, Henric tiba-tiba melemparkan satu gelas ke arah Jack.
' Prangg!! ' Gelas itu pecah persis di bawah kaki Jack.
" Kau! " Jack dengan suara di tekan.
" Jangan melangkah lagi, jika kau melangkah lagi, aku pastikan gelas ini akan mendarat di wajahmu! " Ancam Henric.
Para bangsawan mulai ketakutan dengan tingkah Henric, tidak sedikit yang tidak gemetar.
" Kalian berpesta karena kepergian ibuku, mana mungkin itu bisa terjadi. " Ucap Henric.
Henric mulai mengambil piring, lalu dia melempar semua minuman dengan piring tersebut.
' Prangg!! ' Semuanya berantakan.
Para bangsawan wanita seketika berteriak, karena kaget.
Air dan pecahan kaca berserakan begitu saja.
" ......Nah, ini baru namanya pesta. " Henric yang selesai mengacaukan semuanya, dia menggosok rambutnya kasar seraya tersenyum nakal.
Berick, Jack dan Arnold. Dengan mata membulat menghampiri Henric dan menegurnya.
" Jika kau gila, lebih baik kau tidak usah turun!! " Ucap Berick penuh emosi.
" Ku pikir kau akan menurut Henric!! " Arnold berteriak marah.
" Kau benar-benar brengsek!! " Jack juga seperti itu.
Henric dengan mata tajam, melirik ke arah para bangsawan.
" Karena makanan sudah habis, kalian tidak mungkin akan berdiam diri di sini bukan? Pestanya sudah selesai! lebih baik kalian semua keluar dari kastil ini!! " Henric dengan nada mengancam menyuruh bangsawan keluar dari kastilnya.
Para bangsawan keluar dari kastil itu, mereka pasti sangat ketakutan. Atau mungkin merasa terhina dengan sikap Henric.
" Apa kau gila?!! " Tanya Arnold.
" Dia mungkin sudah gila kak, seharusnya kita tidak usah mengajaknya!! " Berick mendukung Arnold.
__ADS_1
" Aku pikir kau sudah sadar, Henric. Tapi ternyata itu di luar dugaanku. " Jack berbicara dengan ekspresi dingin.
Henric pun merespon semua perkataan saudaranya itu.
" Aku tidak yakin siapa yang gila di sini! " Ucap Henric dengan mata yang menyorot.
" Siapa yang brengsek, dan siapa yang belum sad—
' Buagh!! ' Tiba-tiba tinju mendarat di pipi Henric.
Arnold melebarkan lagi, dia meninjau adiknya yang baru saja sembuh.
" Tutup mulutmu Henric! " Ucap Arnold dengan mata lebar.
Henric membenarkan posisi kepalanya, lalu dia mengelap darah yang keluar dari bibirnya.
" Kakak, apa kau harus memukulnya?! " Berick berteriak kepada Arnold.
" Dia pantas di pukul Berick! " Jack pun membenarkan perlakuan Arnold.
Di saat kericuhan, tiba-tiba tawa terkekeh keluar dari mulut Henric.
" Pppffttttttt....hahahahah....
" Kalian berpesta hanya karena ibu sambung kita pergi?!! Aku merasa ini sangat lucu. " Henric masih tertawa nakal.
" Kalian melakukan kesalahan. Suatu hari nanti kalian pasti akan menyesali ini. " Ucap Henric dengan penuh serius.
Henric kemudian menatap adiknya Berick.
" Dan kau Berick, kau pasti akan sangat menyesal karena memperlakukan ibu sambung dengan sangat buruk. " Ucap Henric dengan suara tegas dan serius.
" Dia begitu baik kepada kita, tapi kita tidak pernah sekalipun berterima kasih dengan tulus kepadanya. Yang layak di sebut penyihir bukan dia melainkan kita! Tidak, bukan penyihir melainkan iblis. " Ucap Henric.
Arnold, Jack, dan Berick mereka terdiam dengan perkataan Henric, tentu saja diam mereka bukan diam biasa.
Mereka berpikir, sebenarnya apa yang menjadi alasan, sehingga Henric mengatakan bahwa Violet adalah Ibu sambung yang baik.
" Aku ingin melihat seberapa lama kalian akan menyadari hal ini. " Ucap Henric.
Henric pun pergi dark hadapan saudaranya yang masih diam mematung.
...----------------...
__ADS_1