
Kembali ke sisi Edward.
Edward menerobos masuk dengan menghancurkan gerbang kastil, hal itu membuat Amon risau.
" Yang mulia, apa ini tidak apa-apa? Bagaimana jika Marcioness Violet marah, dan tidak mau bertemu dengan anda? " Tanya Amon.
Edward berjalan dengan kaki yang cepat, dia terlihat tidak sabar.
" Akan ku ganti dengan gerbang berlian! Jadi berhenti menghawatirkan hal itu! " Ucap Edward tidak peduli dengan gerbang yang rusak.
| Salahkan mereka yang tidak membiarkan aku masuk. | Pikir Edward.
Edward melihat ke atas, di mana keempat putra Sanjay memantau dirinya dari atas.
Seketika mata mereka saling bertemu satu sama lain.
" Awas kau bocah! " Edward menggertakkan giginya kesal, seraya bergumam.
" Bagaimana ini?! Dia melihat ke arah kita! " Henric dari atas mulai panik.
" Amon, ayo kita masuk! " Ucap Edward, seraya berjalan lagi.
" Baik, Yang mulia. " Jawab Amon sopan.
Edward sudah masuk ke dalam kastil Marquess. Sebentar lagi dia akan menemui Violet.
" Bagaimana ini?!! Dia berhasil masuk!! " Arnold berbicara.
Berick dengan wajah kaku terdiam, dia semakin takut.
" Meski kita berusaha, itu tidak bisa akan menghentikan beliau. " Jack berbicara putus asa.
Saat mereka terus ribut, dengan perkataan mereka masing-masing. Tiba-tiba suara yang familliar terdengar.
" Apa yang kalian bicarakan? " Suara yang terdengar menenangkan hati, itu milik Violet.
Mereka berempat berbalik ke arah si pemilik suara, yang tidak lain adalah Violet.
" Ibu! " Mereka serentak memanggil Violet.
Violet menaikkan alisnya kaget, bagaimana mungkin keempat putranya memanggil dirinya secara bersamaan seperti itu.
" Wah, apa ini? Kalian memanggilku Ibu secara bersamaan. " Ucap Violet.
" Kalian sedang apa di sini....
" Dan apa itu? Untuk apa teropong itu? " Tanya Violet penasaran.
__ADS_1
Mereka dengan cepat menyembunyikan teropong mereka ke belakang.
" Emmm, tidak....ini....
Henric menyiku tangan Jack, agar Jack berbicara mencari alasan.
" ....Ahk!! Ini....kami sedang melihat burung puyuh yang terbang...." Dengan gugup Jack mengatakan hal itu.
Violet semakin Heran, lalu dia berkata.
" Tidak seperti biasanya....Apa itu hobi kalian yang baru? " Tanya Violet.
Tanpa ada jeda, mereka berempat mengangguk kan kepalanya serentak.
" Ya! itu hobi baru kami. " Ucap Arnold.
| Hem...Aneh. | Pikir Violet.
Saat mereka sedang berbicara, seorang pelayan kastil datang, dan mengatakan bahwa Edward ada di dalam kastil.
" Nyonya, Yang mulia Raja datang berkunjung. " Ucap pelayan tersebut.
" Yang mulia Raja? " Violet heran, kenapa penjaga gerbang tidak memberi tahu dirinya.
Violet melirik ke empat putranya yang saat itu terlihat seperti tidak tahu apa-apa. Mereka saling membuang wajah mereka.
Pelayan itu terlihat gugup menjawab pertanyaan Violet.
" Itu....Yang mulia terlihat marah. Beliau sekarang tengah mencari anda di setiap ruangan. " Jawab pelayan tersebut.
" Apa?! " Violet kaget, kenapa Edward bisa sampai seperti itu.
" Kenapa bisa seperti itu?! " Tanya Violet bingung.
Tanpa basa basi, Violet bergegas menghampiri Edward, dia tahu bagaimana sikap Edward jika dia tidak muncul secepatnya.
Lorong Kastil Marquess.
" Amon, cari di setiap ruangan yang ada di sini. Aku harus segera menemukan Violet. " Perintah Edward.
Edward terus mencari Violet di mana-mana, dia tidak sabar untuk bertemu dengan Violet.
" Lebih baik aku menggunakan sihirku untuk mencari dirinya. Itu akan lebih cepat. " Gumam Edward.
Edward akan membaca mantra untuk menemukan Violet, tapi sebelum itu, suara orang yang dia cari terdengar di telinganya.
__ADS_1
" Yang mulia?! " Violet berlari ke arah Edward, untuk menghentikan aksinya.
Edward berbalik, dan dia langsung menghampiri Violet, dan memeluknya erat.
" Kemana saja kau?! Apa kau tahu aku terus menunggu jawaban darmu?! Rasanya aku akan gila setiap harinya! " Edward mencurahkan setiap kekhawatiran nya.
" Ini baru beberapa hari, dan kau sudah seperti ini....." Gumam Violet.
" Jangan seperti ini lagi....Kau tidak tahu seberapa berat aku menahan diri untuk bertemu denganmu. " Ucap Edward.
" Aku memintamu untuk menunggu sebentar, tapi kau benar-benar tidak sabaran. " Ucap Violet.
" Aku tidak bisa bersabar jika menyangkut dirimu. " Edward terus memeluk Violet.
Violet merasakan perbedaan dark penampilan Edward. Lalu dia melepaskan pelukannya dan melihat wajah Edward.
" ....Rambutmu? Apa kau memotongnya? " Tanya Violet.
Rambut Edward di potong, sekarang pendek, tapi dia tetap tampan seperti biasa nya, malah tambah semakin muda.
" Ekehm! " Amon yang sedari tadi berdiri, akhirnya membuat mereka berdua tersadar, bahwa Amon ada di antara mereka.
" Amon?!! Maaf, aku tidak tahu jika kau ada di sebelah kami. " Ucap Violet kaget.
" Tidak apa yang mulia, itu sudah biasa terjadi. " Ucap Amon.
" Beliau memotong rambutnya, agar terlihat lebih muda dari putra-putra anda. " Amon menjelaskan kenapa Edward memotong rambutnya.
" Apa? Kenapa kau melakukan itu? Kau tidak perlu membuang rambut kebanggaanmu. " Ucap Violet kaget.
" Aku takut, kau akan bosan melihatku dengan rambut panjang. Jadi, aku memotongnya, dan itu pun agar sama seperti putra-putramu yang lain. Aku tidak mau kalah dari mereka! " Ucap Edward.
" Kau sangat menyukai rambut panjangmu, apa itu benar-benar tidak masalah? " Tanya Violet.
" Tidak masalah, jika kau menyukai rambut baruku, tapi akan berbeda jika kau tidak menyukai rambut baruku. Aku akan mencari ramuan khusus penumbuh rambut, untuk membuat rambutku panjang kembali. " Jawab Edward.
" Tidak, kau tidak perlu melakukan itu! Dengan rambut apapun, kau tetap tampan di mataku. " Ucal Violet.
| Edward benar-benar terobsesi denganku, rambut kesayangannya saja sampai di potong seperti itu. Padahal aku tidak pernah menyuruhnya. | Pikir Violet.
...----------------...
BERSAMBUNG.....
Wah, sebentar lagi, End yah.....tidak terasa sudah mau End ajaš
__ADS_1