
|Setelah paragraf satu dari halaman pertama, aku tidak menemukan sesuatu yang penting lagi.| Pikir Jack.
" Apa ini sudah berakhir? " Tanya Berick dengan wajah malas.
" Aku tidak ada waktu untuk mendengarkan buku dongeng seperti ini. " Arnold juga berbicara malas, seolah dia pikir bahwa buku itu tidak ada yang penting lagi.
" sudah jangan di bacakan lagi. " Ucap Berick.
Jack masih penasaran, dia pun mulai membuka halaman keempat belas, dimana bukti-bukti akan mulai bermunculan di sana.
Saat Jack melihat itu, dia mengerutkan keningnya, seolah dia tahu bahwa halaman itu cukup penting untuk di bacakan.
" ....Tunggu, ini?!!....
" Halaman keempat belas, dari paragraf ke dua.
" Saat ini hati, dan pikiranku sangat kacau. Pikiranku tidak karuan dan air mataku terus mengalir begitu saja. Hari ini, tepat satu minggu setelah aku menikah dengan suamiku. Suamiku tiba-tiba datang dengan wajah murung, dia pun mengatakan bahwa dia akan MATI—
Jack berhenti di kata MATI, dia menatap ke dua saudaranya, yang pada saat itu mulai tertarik dengan isi catatan tersebut.
Arnold mengerutkan keningnya dengan kalimat yang Jack baca. Tentunya dia tertarik karena itu menyangkut ayahnya sendiri.
" Apa maksudnya itu? " Berick pun mulai bertanya-tanya.
" Ayah mengatakan bahwa dia akan mati? apa-apaan buku itu?!! " Arnold meludah marah.
" Ini belum selesai. " Jack berbicara.
Lalu dia melanjutkan sebelum kakaknya dan adiknya berbicara lagi.
" Saat itu aku tidak percaya dengan kata-katanya, aku hanya tersenyum dan berkata 'Jangan bercanda. ' Itulah kata-kata yang aku lontarkan kepada seseorang yang berbicara tentang kematiannya sendiri.
" Tapi, dia tidak merespon dan mengatakan lagi, bahwa dirinya benar-benar akan mati. Aku di situ diam dengan mulut terkatup dan ekspresi wajah yang mulai serius—
" Ini tidak mungkin benar!! buku ini hanyalah kebohong!! " Tiba-tiba Berick berteriak tidak terima.
" Diam Berick!! ini masih belum selesai!! " Jack menegur Berick.
__ADS_1
Jack kemudian meneruskan lagi.
" Dia mengatakan bahwa dia akan mati besok karena kutukan keluarganya—
" Haaaahh!!.....tidak mungkin!! apa-apaan itu?!" Arnold mulai kehilangan kendali, wajahnya mulai mengeras, dia seolah tidak ingin percaya.
" Kutukan? kutukan apa yang dia bicarakan? " Jack bertanya-tanya.
" Eric bilang bahwa ayah mati karena dia(Violet), apa itu hanya kebohongan. " Jack terus bertanya-tanya.
" Tidak masuk akal!! jangan dibaca lagi, itu hanya kebohongan!! " Berick dengan histeris berteriak, dia bahkan berusaha mengambil buku yang ada ditangan Jack.
" Hentikan Berick!! " Jack tidak memberikan buku tersebut.
" Berikan buku itu!! aku akan membakarnya!! " Berick terus berusaha mengambil buku itu.
Jack tidak memberikannya, lalu dia membaca lagi bagian terpenting dari buku tersebut.
" Dia juga mengatakan bahwa aku harus menjaga putra-putranya sampai mereka dewasa dan mampu berdiri sendiri. Disana aku menangis sejadi-jadi, aku menolak dan terus menolak. Aku berpikir, bagaimana bisa aku mengurus mereka sedangkan aku juga masih kecil dan belum dewasa—
Ketika membaca bagian itu, seketika semuanya terdiam, seolah petir kenyataan menyambar mereka.
|.....Bagaimana mungkin ayah melakukan itu? Ayah tidak pernah mengatakan apapun kepadaku. Lalu? kenapa? Apa yang sebenarnya terjadi? | Arnold berpikir keras.
Mereka memandang Jack. Bibir Jack saat itu terkunci. Berick dan Arnold memandangnya seolah ragu.
" Katakan bahwa buku itu bohong? " Ucap Berick dengan mata lesu seolah berharap bahwa itu adalah kebohongan.
Jack tidak bisa memberi jawaban yang di inginkan Berick. Dia pun membaca kembali isi buku tersebut.
" Tapi wajah suamiku yang murung dan putus asa telah membuatku tidak bisa menolak. Dia mengatakan siapa lagi jika bukan aku yang cocok untuk memenuhi keinginannya, dia mempercayakan semua itu kepadaku, karena dia yakin bahwa aku bisa. "
Wajah Berick dan Arnold semakin mengeras. Kenyataan bahwa Violet tinggal dikastil ini bukan karena keinginan nya melainkan paksaan dari ayahnya.
" Aku dengan hati yang masih ragu dan berat, menerima beban yang di berikan oleh suamiku.
" Setelah aku menerima beban tersebut, benar saja, suamiku meninggal keesokan harinya....." Jack menyelesaikan paragraf itu dengan hati yang sesak.
__ADS_1
| Buku ini tidak mungkin bohong. Buku ini di tulis sebelum dia menikah dengan ayah. Jadi, sudah pasti tidak ada kebohongan dengan isi buku ini. Jika ini kebenaran....maka, selama ini kami.....| Arnold mulai kehilangan pikirannya.
".....Ayah....Apa dia benar-benar melakukan itu hanya demi kami? " Berick dengan mata sendunya mulai mempertanyakan ayahnya.
Jack masih membuka buku catatan Violet. Dia menemukan halaman penting lagi di dalamnya.
Dia kemudian membacakannya lagi.
" .....Paragraf ke 4 dari halaman ke 21
" Keluarga Marquess di ambang kebangkrutan, karena hutang yang menumpuk. Para bangsawan terus berdatangan menagih hutang kepadaku, karena aku adalah kepala keluarga yang baru. Saat itu aku sempat menyerah karena ketidak mampuanku.
" Aku hanyalah rakyat biasa yang tidak memiliki pendidikan seperti bangsawan. Aku berpikir seperti itu, dan mencoba untuk lari dan melepas beban ini. Tapi aku tidak suka melarikan diri sebelum menyelesaikan janji yang sudah ku buat.
" Terutama saat aku melihat putra-putra Sanjay yang masih kecil. Aku tidak bisa membiarkan keluarga ini bangkrut. Mungkin mereka membenciku, tapi aku tidak pernah membenci mereka sama sekali.
" Tidak ada gunanya membenci mereka karena mereka tidak tahu kebenaran yang ada di balik semuanya. Aku hanya ingin mereka dewasa dan aku menyelesaikan janjiku.
" Maka dari itu, aku berjuang keras di belakang mereka. Aku belajar tanpa tutor. Karena saat itu keuangan keluarga sedang buruk, aku tidak mungkin menyewa tutor untukku, sedangkan anak-anak tidak menerima tutor—
Jack menyelesaikan paragraf itu dengan hati yang sangat kacau. Arnold diam membeku.
Berick yang sebentar lagi akan menangis.
" Uugh.....ini tidak mungkin.....kita melakukan kesalahan.....bagaimana ini?.....
Seolah-olah mereka didorong dari tebing. Tidak ada kata yang keluar. Diam mematung dengan hati yang bercampur aduk menjadi kesalahan yang fatal.
Ini pertama kalinya mereka merasa bodoh dan tidak percaya diri seperti ini. Karena ketidak tahuannya, mereka telah menyakiti seseorang yang seharusnya di ratukan oleh mereka.
Karena tanpa adanya Violet, mereka mungkin tidak akan merasakan kemewahan dan pendidikan yang layak.
"......Jika ini adalah sebuah kebenaran, lalu? apa Eric berbohong selama ini? " Jack di tengah keheningan berbicara.
...----------------...
BERSAMBUNG.......
__ADS_1
SEE YOU NEXT CHAPTER.