Aku Ibu Tiri Yang Baik

Aku Ibu Tiri Yang Baik
CHAPTER 75


__ADS_3

Saat Violet mengatakan hal itu. Jack, Henric, dan Arnold, terlihat terkejut. Mereka bertanya-tanya bagaimana Violet bisa bertemu dengan Naga.


Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Violet bisa bertemu dengan Naga?


" Naga? bagaimana bisa Ibu bertemu dengan naga? " Tanya Henric dengan wajah penuh penasaran.


" Ya, bagaimana bisa? " Timpa Arnold.


Karena putra-putranya bertanya, maka Violet menceritakan sedikit bagaimana dia bisa bertemu dengan Naga.


" Baiklah, aku akan menceritakan sedikit tentang Naga....." Ucap Violet.


Putra-putra Violet, dengan cepat memasang telinga mereka, tidak hanya itu matanya fokus melihat ke arah Violet, mereka seperti anak kecil yang akan mendengarkan buku dongeng.


Melihat hal itu, Violet tertawa sedikit, tingkah putranya sangat lucu untuk ukuran Iblis yang dulu selalu menjahili dirinya.


Sekarang mereka terlihat seperti anak ayam di mata Violet.


" Kenapa tertawa? " Tanya Jack malu.


" Violet, jangan tersenyum seperti itu di hadapan mereka!! senyuman mu hanya untukku saja! " Tegur Edward.


" Baiklah, aku tidak tersenyum lagi. Aku akan bercerita sekarang...." Ucap Violet mulai serius.


" Jadi......


...----------------...


Kilas balik Violet


Saat itu...


Aku, Yang mulia Raja (Edward), Gavino, dan tentara bayaran lainnya tengah melakukan pembasmi Monster di wilayah Aroan.



Wilayah itu dulunya di penuhi oleh penduduk kaya yang hampir setara dengan bangsawan, tapi sayangnya wilayah tersebut harus hancur, karena para Monster.


Kami ditugaskan di wilayah tersebut untuk melakukan pembasmian menyeluruh. pembasmian saat itu selesai kurang lebih 4 hari.


Setelah kami selesai melakukan pembasmian Monster, rencananya kami akan pulang, akan tetapi suara yang kencang terdengar dari suatu kastil.


Kastil itu sudah ditutupi dengan lumut, hampir tidak terjamah sama sekali. Karena kami penasaran, akhirnya kami masuk, dan melihat ke dalam kastil tersebut.


Saat kami masuk, awalnya tidak ada apa-apa, hanya furniture yang sudah rusak, tua, dan kusam. Tetapi ketika kami terus masuk ke dalam, dan sampai di suatu ruangan yang gelap.

__ADS_1


Di situlah, mahluk besar itu berada. Kami cukup terkejut, untuk memastikan bahwa itu benar-benar Naga, kami memberanikan diri untuk menyalakan penerangan.


Saat penerangan sudah di nyalakan, kami lebih terkejut lagi, karena itu benar-benar seekor Naga.


Naga itu di belenggu oleh rantai, sehingga dirinya tidak bisa lepas.



Suara yang tadi bergema kencang adalah miliknya, terlihat dari ukuran, dan kulitnya. Bahwa Naga tersebut berumur cukup tua, saat kami lebih mendekat kearahnya, Naga tersebut membuka matanya tajam.



Sontak kami mundur menjauh, Naga bisa menyemburkan apinya. Kami saat itu waspada, masing-masing dari kami bersiap mengeluarkan pedang dari sarungnya.


Alih-alih menyerang, Naga itu malah meraung keras.


' Groaaaaahhhh! '



Seketika kastil itu berguncang karena raungan makhluk tersebut. Kami berniat membunuh Naga tersebut, akan tetapi, Naga itu malah diam tidak berkutik sama sekali.


Ketika kami memperhatikan ke arah sayap, hingga ekornya. Ternyata tubuhnya sudah terluka parah.


Kami memutuskan untuk memasukkan pedang kami ke dalam sarung, kami berpikir Naga itu tidak akan bertahan lama.


' Grruuaahh! '


Kami pun berbalik, takut dia menyerang pada saat kami membalikkan badan.


Tetapi tidak, Naga itu diam menatap ke arah kami, dan saat itu pula, Naga tersebut menundukkan kepalanya seolah memberi tahu sesuatu. Maka dari itu, kami melihat ke arah yang dia tunjukkan.


Saat kami melihat ke arah tersebut, mata kami mendapati telur biru yang berada tepat di bawah tubuh Naga tersebut.



Kami bertanya-tanya, apakah Naga yang di belenggu itu adalah betina. Gavino yang mahir dalam sihir, dan hewan.


Dia mengakui bahwa telur itu milik Naga tersebut, jadi Naga itu adalah betina.


Ternyata dia sedang menunggu telur itu menetas, Naga itu terus menundukkan kepalanya.


Gavino mengatakan jika Naga tersebut meminta agar kami melepaskan belenggu yang ada di tubuhnya.


Aku tanpa basa basi melepaskan belenggu tersebut, seketika Naga jatuh, dan untung nya tidak menimpa telur tersebut.

__ADS_1


Waktu itu sempat terjadi kericuhan karena aku melepaskan Naga tersebut begitu saja. Aku tahu itu terlalu beresiko, tapi di sisi lain.


Aku melihat, jika Naga itu putus asa, dia ingin menyaksikan telurnya menetas sebelum mati.


Hal itu benar-benar terjadi, telur itu menetas, dan mengeluarkan satu bayi Naga yang kecil.



Mata kami di manjakan dengan keimutan bayi Naga tersebut, dia mungil tidak seperti ibunya.


' Gru?......' Bayi Naga itu menatap ke arah kami.


Bayi Naga itu mulai berjalan dengan langkah yang tidak seimbang, sesekali dia menggeram kecil.



' Gru?..... '


Saat kami fokus kepadanya, cahaya emas tiba-tiba muncul, dari tubuh Ibu Naga.


Di atas kepalanya terdapat simbol sihir yang menyala-nyala.



Kami bertanya-tanya apa itu, kemudian Gavino menjelaskan, jika itu adalah sisa kekuatan dari Naga tersebut.


Dan benar saja, tubuh Bayi Naga tersebut berubah menjadi merah.


Bisa dikatakan itu berkat untuk anaknya, setelah Ibu Naga memberikan kekuatannya, dia pun tumbang begitu saja.


Saat itu Bayi Naga tersebut terlihat sedih melihat Ibunya meninggal. Kami tidak bisa melakukan apa-apa untuk Ibunya, maka dari itu, kami hanya bisa memusnahkan Ibu Naga dengan kekuatan sihir Gavino.


Setelah itu, kami tidak tahu apa yang harus di lakukan dengan bayi Naga tersebut. Jika di biarkan, mungkin saja dia bisa menjadi ancaman.


Tapi jika aku membunuh Bayi Naga tersebut, aku tidak sanggup, karena Ibunya sendiri yang menjaga Bayi Naga itu sebelum menetas.


Maka dari itu, aku melepaskan Naga tersebut, di gunung dekat Benteng timur wilayah Marquess.


Aku bersedia menanggung apapun yang terjadi, jika Naga itu menjadi ancaman di kemudian hari. Itulah janjiku....


Aku tidak tahu, apakah itu Naga yang sama atau bukan, tapi yang pasti Naga itu tidak akan sebesar yang di ceritakan Arnold.


Besar kemungkinan jika Naga itu membesar karena berkat dari Ibunya, bisa pula karena sihir.


Kilas Balik Selesai.

__ADS_1


...----------------...


BERSAMBUNG.....


__ADS_2