Aku Ibu Tiri Yang Baik

Aku Ibu Tiri Yang Baik
CHAPTER 72


__ADS_3

Jack akan pergi mencari Violet dengan beberapa kesatria yang dia bawa, saat di perjalanan dia melihat keramaian di mana-mana.


" Berhenti! " Jack berteriak mengangkat tangannya, dia menyuruh kesatria yang mengikuti dirinya untuk berhenti.


" Ada apa Tuan Muda? " Tanya salah satu kesatria.


Mata emas Jack terus menatap ke arah keramaian. Jack pun mulai memajukan kudanya sedikit untuk melihat keramaian tersebut.


| Kenapa jalan Ibu kota di penuhi banyak orang? | Jack bertanya dalam batinnya.


Rasa penasaran itu terus muncul, Jack turun dari kuda, begitu pula para kesatria.


" Aku akan melihatnya sebentar. " Ucap Jack.


Jack pun masuk ke dalam keramaian, para Kesatria dengan sigap melindungi Jack, dia adalah bangsawan, jika para rakyat melihat dia, pasti akan terjadi kehebohan.


" Tolong beri jalan sebentar! " Kesatria itu berteriak meminta agar mereka mengosongkan jalan.


Para rakyat mulai tertarik dengan Jack, mereka menambah kehebohan lebih dari tadi.


" Tuan muda Jack?!! "


" Bagaimana bisa Tuan muda Jack ada di sini?! "


" Minggir!! Cepat beri jalan untuknya!! "


Ya, para rakyat mulai heboh dengan Jack, mereka mengalihkan perhatian mereka dari rombongan kereta yang melintas.


Jack yang sudah di beri jalan, dia melihat ke arah rombongan kereta yang melintas. Mata emasnya terus memperhatikan kereta tersebut, terutama kereta yang paling depan.


Di mana kereta tersebut di hiasi dengan emas, dan berlian. Logo kereta yang membuktikan bahwa kereta itu milik Raja Laontel tertera di pintu masuk kereta tersebut.


" .....Kereta istana kerajaan? Yang Mulia Edward Laontel? " Jack bertanya-tanya.


Perlahan kereta itu melewati mata Jack, saat dia terus melihat kereta kuda Edward, matanya tiba-tiba melebar seperti melihat sesuatu yang penting.



| Rambut merah berkibar bergelombang, sosok yang selama ini aku cari. Aku yakin itu dia! | Jack melihat sosok wanita yang selama ini dia cari.


Jack memastikan lagi, dia berharap perempuan berambut merah itu berbalik ke arahnya.


" .....Kumohon berbaliklah, agar aku bisa memastikan bahwa itu benar-benar kamu. " Jack bergumam dengan raut wajah berharap.


Tapi sosok itu tidak berbalik sama sekali, hingga semua kereta itu melintas jauh di depannya.


| Aku harus memastikan ini!! Aku harus melihat apakah itu dia. | Jack dalam batinnya tidak sabar.


Saat itu juga, Jack berbalik dari kerumunan, dia berlari dengan cepat ke arah kudanya. Para kesatria yang menjaga nya ikut panik, mereka pun berlari mengikuti Jack.


Dengan cepat, tangan Jack menekan punggung hewan itu, dan naik ke atasnya dengan gagah.


Jack tidak sabar, dia memecut kudanya agar dia bisa berlari kencang.


" Ha! " Teriak Jack yang menunggang kuda untuk mengejar kereta Edward.

__ADS_1


Para kesatria juga mengikuti Jack dari belakang. Mereka juga bertanya-tanya sebenarnya ada apa sampai Jack terlihat tidak sabar.


" Ada apa? Kenapa Tuan Muda terlihat tidak sabar mengejar kereta itu?! " Tanya salah satu kesatria.


" Aku tidak tahu, kita ikuti saja beliau. " Jawab salah satu Kesatria.


Jack kesulitan mengejar kereta kuda milik Edward, karena banyak nga kerumunan yang ada.


...----------------...


Kereta kuda Violet hampir sampai di Benteng timur milik Marquess. Sempat ada keraguan di hati Violet, dia takut jika kepulangannya tidak di harapkan sama sekali.


Tapi di sisi lain, dia tidak mau melihat putranya kesulitan. Meskipun banyak keyakinan bahwa putranya mampu mengatasi semuanya.


" Sebentar lagi kita akan sampai di Benteng Timur. " Ucap Edward serius.



Tembok besar mulai terlihat di depan mereka, di berbagai titik banyak kesatria yang berjaga. Violet kagum, ternyata Benteng timur sudah di bangun kembali.


" Sepertinya Benteng Timur sudah di bangun kembali. " Gumam Violet.


" Ternyata tidak begitu parah. " Gumam Henric, dia tidak tahu bagaimana keadaan Benteng timur, sebelum di bangun kembali.


Keadaannya sangat mengkhawatirkan, banyak mayat di mana-mana, daging yang sudah menjadi abu, tidak utuh, dan banyak bangkai monster.


Tapi Jack, Arnold, dan Berick beserta para pengikut setianya dengan mudah membereskan semua yang terjadi, seolah tidak terjadi apa-apa.


Kusir yang mengendarai kuda, dia berhenti di depan pintu besi besar, kesatria yang menjaga pintu tersebut tahu bahwa kereta yang akan masuk adalah kereta kerajaan.


Pintu gerbang pun terbuka perlahan.


Di sisi lain, Jack terlihat di belakang, dia berhenti sementara untuk melihat kereta tersebut.


" Kuharap aku tidak salah.....cukup sampai di sini pencarianku selama ini. " Gumam Jack.


Jack semakin yakin bahwa orang itu adalah Violet. Dia pun mulai bergerak lagi secara membabi buta.


Kereta Violet masuk ke dalam, tepatnya Benteng timur wilayah Marquess.


Saat masuk, kereta yang membawa Henric, Violet, dan Edward. Mulai menjadi sorotan mata bagi para kesatria, dan beberapa penduduk yang terlihat masih dalam masa pemulihan.


Kereta kemudian berhenti di depan barak yang sudah di beri tanda milik Marquess. Ya, Violet berhenti di depan barak Arnold.


" Hah....Akhirnya aku sampai juga. " Violet membuang nafasnya seolah ingin menenangkan dirinya sendiri.


" Jangan gugup, aku bersamamu. " Ucap Edward seraya memegang tangan Violet.


" Aku juga ada bersamamu Ibu....." Henric pun tersenyum ke arah Violet.


Violet semakin tenang, dia siap menanggung semua yang akan terjadi kepadanya, entah itu kebencian dari putra-putranya atau pun dari orang lain.


" Kau siap? " Tanya Edward.


Violet mengangguk siap.

__ADS_1


" Buka pintunya! " Setelah mendapat restu dari Violet, Edward langsung memerintahkan kusir untuk membuka pintu kereta.


Pintu pun terbuka tepat di depan mata Violet, saat dia melihat ke depan, banyak sekali orang yang melihat ke arahnya.


Edward turun dari kereta, di susul Henric, hal itu membuat semuanya terkaget, terutama ketika mereka melihat Henric.


Salah satu putra Marquess Sanjay yang di nyatakan hilang kini berada tepat di depan mata mereka.



" Salam Bagi kejayaan Laontel. " Mereka semua memberi hormat kepada Edward.


Di saat mereka menunduk hormat, mereka juga banyak berbisik, soal Henric.


" Tuan muda Henric, apa benar itu beliau? "


" Beliau terlihat berbeda selama ini...."


" 2 tahun menghilang, dan di cari dimana-mana. Sekarang akhirnya beliau muncul juga dengan sendirinya. "


Semua orang berbisik, mereka belum melihat Violet, jika mereka melihat Violet, pasti akan semakin heboh.


Di sisi lain, Jack yang masih di atas kuda, dia juga kaget dengan kedatangan Henric yang tiba-tiba, adiknya yang selama 2 tahun menghilang kini kembali lagi.


" .....Henric....." Gumam Jack dengan suara yang nyaris tidak terdengar.


Kehebohan belum terjadi sepenuhnya.


Violet akan turun dari kereta, kedua laki-laki sudah bersiap membantunya turun.


Henric, berdiri di sisi kiri dengan tangan kanan terulur, dan tangan kiri terlipat ke belakang.


Edward pun sama, mereka berdua membantu Violet untuk turun dari kereta.


Saat Violet mulai melangkah, para penduduk dan kesatria, semakin heboh, Violet keluar dari kereta dengan memegang kedua tangan laki-laki yang terulur di hadapannya.


" Marcioness Violet!! " Suara terdengar di telinga Violet.


" Marcioness kembali?!! "


Tapi suara itu bukan suara kebencian, melainkan suara kerinduan.


Violet berdiri di hadapan penduduk, dan kesatria.


Jack yang masih kaget, dia di tambah kaget pula dengan sosok wanita yang dia cari selama ini.


" Ibu sambung......." Panggil Jack tidak percaya.


Sekali lagi Jack memastikan dengan melebarkan matanya bahwa wanita itu adalah Violet.


" Benar itu Ibu sambung....." Jack sudah memastikan bahwa itu Violet, dia pun segera turun dari kudanya dengan ngeri.


...----------------...


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2