
Di sisi lain, Arnold yang berada di dalam tendanya, dia mendengar kegaduhan. Segera dia pun berdiri dari duduknya ntuk melihat kegaduhan tersebut.
" Sebenarnya ada apa hingga telingaku berdenging seperti ini. " Gumam Arnold seraya berdiri dari duduknya.
Arnold berjalan ke luar, saat dia baru membuka setengah tirai tenda, dia melihat samar-sama para penduduk, dan kesatria berkumpul dengan kepala menunduk.
Ketika tirai tenda sepenuhnya terbuka, mata merahnya melihat wanita berambut merah yang selama ini dia rindukan.
Tangan, pupil, hingga mulutnya bergetar saking tidak percaya bahwa dia melihat sosok tersebut.
" .....Tidak.....ini pasti hanya khayalanku saja. " Gumam Arnold tidak percaya.
Arnold ingin memastikan bahwa itu adalah Violet, dia pun keluar dari tenda, dia berdiri menatap sosok wanita yang ingin dia temui.
" ......Benar....dia ibu sambungku. " Akhirnya dia percaya bahwa sosok tersebut benar-benar Ibu sambungnya.
Violet yang berdiri di depan Arnold, dia menebar senyum hangat di bibirnya. Hatinya yang ragu mulai tenang setelah melihat putra tertuanya menatap dirinya dengan pandangan yang sendu.
Tatapan kerinduan, penyesalan, rasa bersalah, ada pada tatapan Arnold.
| Sekarang, dia memotong rambutnya. | Pikir Violet.
" .....Ibu sambung!! " Dari belakang Jack berlari ke arah Violet.
" .....Jack....." Mendengar panggilan, Violet berbalik memastikan siapa yang memanggilnya, dan ternyata itu adalah Jack.
Jack dengan cepat meloncat ke arah Violet, dia Memeluk Violet erat, sontak hal itu membuat Violet kaget.
Kenapa tidak? Violet masih memastikan apakah itu Jack atau bukan, saat dia memastikan tiba-tiba Jack meloncat begitu saja memeluk dirinya.
Jack memeluk Violet dengan erat seolah dia tidak mau kehilangan Violet lagi, di lain sisi dia juga merasa bersalah atas apa yang terjadi.
Maka dari itu, Jack dengan mata yang sudah memerah, dan mulutnya yang masih bergetar, di pun meminta maaf, dia menyatakan bahwa dirinya menyesal telah berbuat jahat kepada Violet.
" Maaf....maafkan aku, aku tahu perbuatanku dimasa lalu sangat menyakiti hatimu. Aku memohon pengampunan darimu Ibu Sambung, tolong maafkan aku.....Maafkan aku...." Jack dengan suara lirih putus asa meminta pengampunan atas kesalahannya di masa lalu.
__ADS_1
Violet menjawab seolah mempermainkan Jack, dia tidak bisa dengan mudah memaafkan Jack begitu saja.
" Bagaimana jika aku tidak mau memaafkan dirimu? " Jawab Violet dingin dan kaku seolah hatinya mati rasa.
Jack yang mendengar kata-kata Violet, dia serasa di dorong jatuh ke dasar jurang yang terdalam.
Jack mengangkat bagian atas kepalanya sebagai tanggapan, dia menatap wajah Violet.
| Anak ini, kenapa dia?.....| Pikir Violet yang melihat wajah Jack.
Jack memiliki wajah yang terdistorsi karena suatu alasan. Violet tiba-tiba mengira dia akan menangis, karena matanya sudah memerah.
Hatinya sakit melihat itu, jadi dia mengalihkan pandangannya tanpa menyadarinya.
Saat Violet mengalihkan pandangannya, kearah lain, dia melihat Arnold yang berdiri menatapnya.
Saat itu pula, Arnold berjalan ke arahnya dengan wajah yang sama seperti Jack.
" Apa aku juga tidak bisa di maafkan, meski terus memohon di bawah teriknya matahari? " Arnold yang tepat disamping Violet, dia berbicara dengan nada lembut penuh penyesalan.
Violet tidak bisa terus mempermainkan kedua putranya tersebut, dia sakit hati ketika putranya menatap dirinya dengan cara seperti itu.
Violet tidak mau itu, maka dari itu Violet dengan cepat mengatakan bahwa dia memaafkan mereka berdua.
" Sudah.....aku tidak mau membuat kalian menangis karena aku....
" Aku sudah memaafkan kalian, sama seperti Henric. Jadi, berhenti memohon seperti ini.....Karena ini membuatku bersalah karena telah membuat kalian sedih seperti ini... " Ucap Violet.
Jack bertanya dengan mata emas yang sebentar lagi akan menangis.
" Apa itu benar? " Tanya Jack.
" Ya, itu benar. " Jawab Violet yakin.
Arnold pun mulai bergabung memeluk Violet, Henric tidak mau kalah, dia juga ikut memeluk Violet.
Di sisi lain, Edward yang terlihat masam karena Violet di peluk seperti itu oleh putra yang bukan darah daging Violet.
__ADS_1
" Apa mereka harus memeluk Violet seperti itu?!! " Gumam Edward kesal.
Karena kesal, Edward pun ikut memeluk Violet, meskipun yang dia peluk bukan Violet melainkan Henric.
" Yang mulia? Kenapa anda ikut-ikutan?! " Tanya Henric.
" Aku tidak mau kalah. " Jawab Edward jutek.
Violet memeluk ketiga putranya, lalu dia mulai sadar, ada yang kurang satu, yaitu Berick.
" Kemana Berick? " Tanya Violet seraya melepas pelukan ketiga anaknya.
" Dia sedang mengejar Eric, selama ini Eric lah yang membuat hubungan kita hancur dan saling membenci. " Jawab Arnold.
" Aku sudah menduga itu. " Tutur Henric.
" .....Dia bahkan menghianati kami dengan cara yang paling menjijikan. " Jack berbicara.
Edward pun mulai ikut ke dalam pembicaraan Violet dan putra-putranya. Edward mengatakan bahwa Violet tidak usah tegang, dia sendiri yang akan membantu Berick untuk menangkap Eric.
Kekuasaan yang di miliki Edward sangat besar, cukup memerintahkan Shadow untuk mencari Eric. Dia pasti bisa langsung menangkapnya, sama halnya dengan Violet waktu itu.
" Kalian tenang saja, aku bisa meminta Shadow untuk mencari Eric.....Dia pasti belum terlalu jauh. " Ucap Edward.
" Apa anda yakin bisa menangkap nya begitu saja? " Tanya Arnold.
" Apa kau meragukan diriku? " Tanya Edward dengan mata sinis.
" Bukan begitu, hanya saja dia cukup licik. " Ucap Arnold.
" Dia hanya manusia yang tidak tahu apa-apa. Manusia yang serakah pasti akan jatuh juga karena keserakahannya. " Ucap Edward.
" Dari pada itu, lebih baik kau membawa Ibumu masuk ke dalam. Aku tidak mau dia terus di jadikan tontonan di sini. " Ucap Edward seraya melirik Jack, Arnold, dan Henric.
Mereka pun mengerti, jadi mereka membawa masuk Violet ke dalam tenda milik Arnold.
...----------------...
__ADS_1
BERSAMBUNG.....
Sisanya nanti malam yah😊