Aku Ibu Tiri Yang Baik

Aku Ibu Tiri Yang Baik
CHAPTER 50


__ADS_3


Masih di sebuah taman malam, ke tiga putra-putra Sanjay malam itu sangat di liputi rasa bersalah atas perlakuan mereka kepada Violet.


Dimana mereka selalu menghina dan menyakiti Violet baik secara mental dan fisik. Mereka sadar bahwa mereka tidak pernah sekalipun berbuat baik kepada Violet.


Semua yang Violet lakukan mereka hanya menganggapnya sebagai bahan untuk mencari perhatian mereka.


" Kita......tidak pernah mempercayai perkataannya. " Jack dengan suara rendah penuh rasa bersalah berbicara.


" Kau benar, aku malu pada diriku sendiri. Kenapa aku tidak menyadari perkataannya. Kenapa kita selalu menutup telinga dan mata kita. " Arnold dengan suara rendah di tekan berbicara.


Di sisi lain, ada Berick yang sudah mulai menangis, butiran air mata penyesalan keluar dari matanya.


" Hiks....kakak....bagaimana ini...aku...aku sudah berbuat jahat kepadanya...." Berick menangis dengan penuh rasa bersalah.


" Ughh....aku.....bagaimana ini? aku salah...." Berick menatap kedua tangannya dengan wajah penuh penyesalan.


Dari semua putra Sanjay, satu-satunya yang paling sering membuat Violet menderita adalah Berick.


Berick dengan perkataan tajamnya menghina Violet, Berick menatap Violet dengan sorot mata yang menyiratkan kebencian, Berick yang melakukan tindakan berbahaya hanya demi melihat Violet terluka, bukan hanya itu. Satu hal lagi yang paling membuat Violet sedih dan sakit hati.


Di saat dia berharap, putra-putranya bisa makan bersama di meja makan. Saat itu Berick dengan tega menipu Violet, dan mengatakan bahwa dia akan datang.


Di ruangan yang dingin, dengan beberapa kursi yang kosong. Violet menunggu dengan penuh harapan, bahwa salah satu putranya akan datang.


Terus menunggu dengan diam di kursi, menatap meja makan yang kosong dan melirik ke pintu masuk ruang makan dengan wajah penuh harapan.


Setelah sekian lama menunggu, Violet akhirnya sadar bahwa itu hanya tipuan dari putranya Berick.


Itu adalah salah satu hal yang membuat Violet sakit hati, ketika dia menunggu dengan besarnya harapan. Berick malah tega menipunya.


Dia bahkan tidak meminta maaf atau mengatakan penyesalan. Berick malah menghina Violet dengan berbagai macam hinaan.


Wajar jika Berick menangis sejadi-jadi hari ini, karena dia sadar bahwa kesalahan dan perlakuan yang telah dia buat sangat fatal melebihi siapapun.


" Kita....harus meminta maaf...." Ucap Berick.

__ADS_1


Arnold dengan wajah dingin dan lesu merespon Berick.


" Dia sudah pergi Berick. Kita terlambat.....seharusnya kita menyadarinya sejak awal. Sejak dia mengatakan bahwa dia ingin pergi dari kastil ini, dan dia yang selalu mengungkit kata dewasa. Seharusnya kita tahu, bahwa selama ini dia sedang menyembunyikan kebenaran agar kita tidak merasa terbebani. " Ucap Arnold.


" Tidak, dia sebenarnya tidak selalu menutupi kebenaran. Ada kalanya dia menjelaskan kepada kita. Tapi kita tidak mau mendengar. " Ucap Jack dengan wajahnya yang kaku.


Yang di katakan Jack memang benar, bahwa Violet selalu berusaha memberi tahu mereka, tapi mereka tidak pernah percaya bahkan mendengarkan Violet.


Berick dengan wajah ditekuk berbicara lagi.



" .....Dia sudah pergi....aku bahkan mengusirnya dengan hina. Bagaimana ini kakak?......." Berick terus bertanya.


" Kita....kita harus mencari dan membawa Ibu sambung kembali...Yah, kita harus membawa ibu sambung kembali, kak?..." Berick dengan suara lirihnya berbicara, matanya yang berkaca-kaca menatap kedua kakaknya.


Mereka memang berencana mencari dan membawa Violet kembali, saat mereka menemukan Violet, mereka akan memohon ampunan nya.


Tapi itu tidak akan mudah, mereka tidak akan bisa menemukan Violet, dengan cara apapun. Sudah terlambat bagi mereka menyadari kesalahan mereka.




...----------------...


Keesokan harinya, keributan terjadi di Kastil Marquees.



Ketiga putra-putra Sanjay, mendapati bahwa Henric telah pergi dari kastil tersebut. Setelah pertemuan malam itu, ternyata Henric diam-diam melarikan diri dari kastil Marquess.


Tidak ada satupun petunjuk ke mana Henric pergi, dia bahkan tidak meninggalkan sepucuk surat apapun.


Maka dari itu, mereka mengerahkan para kesatria keluarga Marquess untuk mencari Henric dan juga Violet.


Mereka juga mengintrogasi Eric, bertanya kenapa semuanya tidak sesuai dengan apa yang dia laporkan.

__ADS_1


Kenapa semuanya berbeda, tapi Eric yang licik bisa dengan mudah meyakinkan mereka.


Eric yang membuat wajah sedih dan merasa bersalah meyakinkan mereka seraya memberikan alasan.


Bahwa dia lalai dan tidak kompeten. Dia dengan dalih mengetahui informasi tersebut dari pelayan berhasil lolos begitu saja.


Alasan Eric lolos bukan hanya itu, tapi karena putra-putra Sanjay masih mempercayai Eric, mereka mempercayai Eric karena kesetiaan keluarganya.


Keluarga Eric di katakan selalu setiap sejak dulu terhadap keluarga Marquess, maka dari itu sangat sulit untuk tidak mempercayai Eric. Apalagi selama ini Eric sudah bekerja sejak lama.


Sebagai gantinya Arnold selaku kepala keluarga, dia memecat semua pelayan yang Eric maksud.


Pencari Violet di lakukan oleh mereka, bukan hanya mereka tapi juga Edward selaku penguasa kerajaan Laontel.


Tapi tidak ada yang bisa menemukan Violet.


Beberapa hari terlewat, beberapa bulan terlewat. Mereka masih belum menemukan Violet dan juga Henric.


...----------------...


BERSAMBUNG......


2 Tahun kemudian.......








...----------------...

__ADS_1


__ADS_2