
" Sebenarnya kakak sedang memikirkan apa? " Berick bertanya-tanya.
Jack masih melamun, dia terus memikirkan keanehan yang terjadi.
" Kakaaaaaak!!! " Berick berteriak.
" Apa?!!! " Jack akhirnya sadar, meskipun dia sedikit terkejut.
" Kenapa kau memanggilku? " Tanya Jack sekali lagi.
Berick dengan tatapan heran dan bingung dia bertanya.
" Sebenarnya ada apa?....
" Kenapa kakak terus melamun sejak melihat Yang mulia raja datang kemari? " Tanya Berick.
Jack pun menjawab dengan wajah yang sedikit bingung.
" Aku tidak tahu, tapi ku pikir ini aneh.....
" Seorang penguasa Laontel datang kemari, dia bahkan jarang muncul dan berbicara.....
".....Sebenarnya apa alasannya? "
Jack bertanya-tanya.
Saat mereka sedang memikirkan hal yang tak terduga, tiba-tiba Arnold muncul.
" Lihat!!!....
" Kak Arnold sudah pulang!! " Berick menyadari kehadiran Arnold, dia berteriak.
Jack pun melirik Arnold, Arnold terlihat lelah, bahkan keringat terlihat membasahi wajahnya.
"....Kenapa kau kacau sekali? " Tanya Jack.
Arnold yang terlihat lelah, dia duduk di samping mereka.
Lalu dia berbicara.
" .....Meski aku sudah mencari banyak bukti itu tidak akan berguna. " Ucap Arnold.
Jack yang mendengarnya, dia pun bertanya dengan wajah penasaran dan serius.
" Kenapa?....Memang apa masalahnya? " Tanya Jack.
Lalu Berick pun ikut bertanya.
" Iya, kenapa kakak terlihat putus asa seperti itu? " Tanya Berick.
__ADS_1
Arnold pun menjawab.
" ...Karena sidang itu harus di hadiri oleh kepala keluarga...
" Kau tahu maksudku kan? " Tanya Arnold.
Mereka seketika diam dengan jawaban Arnold.
" Sialan, kenapa harus kepala keluarga yang menghadiri sidang itu?!! " Jack emosi.
" Kak, sekarang kakak sudah dewasa, jadi lebih baik ambil hak kakak dari penyihir itu. " Berick berbicara.
Arnold memegang keningnya pusing, dia tidak tahu akan berakhir seperti ini.
" Aku melupakan hal itu....
" Sial kenapa aku harua lupa dengan peraturan satu itu....
Arnold kesal, karena dia tidak mengingat peraturan dari sidang tersebut.
" Jika begini, lalu bagaimana jadinya? " Tanya Berick.
" Ha!! " Arnold menghela nafas.
" Mau tidak mau, kita harus meminta dja untuk datang dan mengeluarkan Henric. " Ucap Arnold berat.
" Tidak!! aku tidak mau....apa kakak tidak waras!! " Berick marah, dia meninggikan suaranya kepada Arnold.
| Tidak, aku tidak mau memohon kepadanya. | Berick berpikir.
" Berick!!!....
" Tidak ada cara lain....cobalah mengerti Berick. " Ucap Arnold.
' Brakk!! ' Jack meninju meja, hingga meja itu retak.
" Persetan dengan semuanya!! " Jack murka, dia tidak menyangka akan seperti ini.
" Ini benar-benar gila!!...
" Kenapa semuanya selalu bersangkutan dengan wanita itu!!...
Jack terus berteriak.
Saat mereka sedang berbicara, Edward yang sedang menggendong Violet, dia berbicara.
" Apa kalian Tuan muda dari keluarga ini? " Tanya Edward.
Saat mendengar suara itu, mereka bertiga segera berbalik.
__ADS_1
" Ya—yang mulia raja? " Arnold tercengang, dia tidak tahu bahwa yang mulia raja ada di kastilnya.
Mereka bertiga membungkuk memberi hormat.
" Salam mentari kerajaan Laontel. " Hormat mereka.
" Baiklah...sekarang perlihatkan wajah kalian. " Ucap Edward.
Mereka bertiga menunjukkan wajah mereka, saat Edward melihat wajah mereka masing-masing, dia terlihat mengerut.
" Oh...jadi ini putra-putra Sanjay yang terkenal itu. " Ucap Edward dengan senyum sinisnya.
Amon pun ikut menatap mereka bertiga, dia berpikir bahwa mereka sepertinya tidak peduli dengan Violet.
| Mereka sama sekali tidak peduli dengan Marcioness Violet, melihat mereka yang tidak beraksi apapun sudah cukup jelas. | Pikir Amon.
" Setelah urusanku dengan Marcioness Violet selesai, aku ingin bertemu dengan kalian. " Ucap Edward.
Mereka bertiga mengangguk paham, lalu Edward kembali berjalan dengan menggendong Violet.
Setelah mereka pergi, Arnold bertanya kepada Jack dan Berick apa yang terjadi kepada Violet.
" Kenapa....
" Kenapa dia bisa berakhir seperti itu? " Tanya Arnold dengan wajah datar.
Berick kemudian menjawab.
" Aku yang memukulnya dengan buku, dia berhak mendapatkan itu. " Ucap Berick tanpa penyesalan.
Arnold menggerttakkan giginya emosi atas tingkah adiknya.
" ....Kau benar-benar gila Berick...
" Jika dia dalam kondisi seperti itu, bagaimana dia bisa menghadiri sidang?!!! " Arnold ternyata bukan marah karena kondisi Violet melainkan karena sidang.
Dia takut Violet akan lama siuman, maka sidang akan di tunda jika Violet sakit.
" Bodoh!!! " Arnold berteriak.
" Dan lagi, kenapa yang mulia bisa ada di sini? " Tanya Arnold.
" ...Itu yang aku bingungkan... " Ucap Jack..
| Sialan, semuanya tidak ada yang berjalan baik. | Pikir Arnold.
...----------------...
BERSAMBUNG....
__ADS_1