Aku Ibu Tiri Yang Baik

Aku Ibu Tiri Yang Baik
CHAPTER 23


__ADS_3

" Sebenarnya kakak sedang memikirkan apa? " Berick bertanya-tanya.


Jack masih melamun, dia terus memikirkan keanehan yang terjadi.


" Kakaaaaaak!!! " Berick berteriak.


" Apa?!!! " Jack akhirnya sadar, meskipun dia sedikit terkejut.


" Kenapa kau memanggilku? " Tanya Jack sekali lagi.


Berick dengan tatapan heran dan bingung dia bertanya.


" Sebenarnya ada apa?....


" Kenapa kakak terus melamun sejak melihat Yang mulia raja datang kemari? " Tanya Berick.


Jack pun menjawab dengan wajah yang sedikit bingung.


" Aku tidak tahu, tapi ku pikir ini aneh.....


" Seorang penguasa Laontel datang kemari, dia bahkan jarang muncul dan berbicara.....


".....Sebenarnya apa alasannya? "


Jack bertanya-tanya.


Saat mereka sedang memikirkan hal yang tak terduga, tiba-tiba Arnold muncul.


" Lihat!!!....


" Kak Arnold sudah pulang!! " Berick menyadari kehadiran Arnold, dia berteriak.


Jack pun melirik Arnold, Arnold terlihat lelah, bahkan keringat terlihat membasahi wajahnya.


"....Kenapa kau kacau sekali? " Tanya Jack.


Arnold yang terlihat lelah, dia duduk di samping mereka.


Lalu dia berbicara.


" .....Meski aku sudah mencari banyak bukti itu tidak akan berguna. " Ucap Arnold.


Jack yang mendengarnya, dia pun bertanya dengan wajah penasaran dan serius.


" Kenapa?....Memang apa masalahnya? " Tanya Jack.


Lalu Berick pun ikut bertanya.


" Iya, kenapa kakak terlihat putus asa seperti itu? " Tanya Berick.

__ADS_1


Arnold pun menjawab.


" ...Karena sidang itu harus di hadiri oleh kepala keluarga...


" Kau tahu maksudku kan? " Tanya Arnold.


Mereka seketika diam dengan jawaban Arnold.


" Sialan, kenapa harus kepala keluarga yang menghadiri sidang itu?!! " Jack emosi.


" Kak, sekarang kakak sudah dewasa, jadi lebih baik ambil hak kakak dari penyihir itu. " Berick berbicara.


Arnold memegang keningnya pusing, dia tidak tahu akan berakhir seperti ini.


" Aku melupakan hal itu....


" Sial kenapa aku harua lupa dengan peraturan satu itu....


Arnold kesal, karena dia tidak mengingat peraturan dari sidang tersebut.


" Jika begini, lalu bagaimana jadinya? " Tanya Berick.


" Ha!! " Arnold menghela nafas.


" Mau tidak mau, kita harus meminta dja untuk datang dan mengeluarkan Henric. " Ucap Arnold berat.


" Tidak!! aku tidak mau....apa kakak tidak waras!! " Berick marah, dia meninggikan suaranya kepada Arnold.


| Tidak, aku tidak mau memohon kepadanya. | Berick berpikir.


" Berick!!!....


" Tidak ada cara lain....cobalah mengerti Berick. " Ucap Arnold.


' Brakk!! ' Jack meninju meja, hingga meja itu retak.


" Persetan dengan semuanya!! " Jack murka, dia tidak menyangka akan seperti ini.


" Ini benar-benar gila!!...


" Kenapa semuanya selalu bersangkutan dengan wanita itu!!...


Jack terus berteriak.


Saat mereka sedang berbicara, Edward yang sedang menggendong Violet, dia berbicara.


" Apa kalian Tuan muda dari keluarga ini? " Tanya Edward.


Saat mendengar suara itu, mereka bertiga segera berbalik.

__ADS_1


" Ya—yang mulia raja? " Arnold tercengang, dia tidak tahu bahwa yang mulia raja ada di kastilnya.


Mereka bertiga membungkuk memberi hormat.


" Salam mentari kerajaan Laontel. " Hormat mereka.


" Baiklah...sekarang perlihatkan wajah kalian. " Ucap Edward.


Mereka bertiga menunjukkan wajah mereka, saat Edward melihat wajah mereka masing-masing, dia terlihat mengerut.


" Oh...jadi ini putra-putra Sanjay yang terkenal itu. " Ucap Edward dengan senyum sinisnya.


Amon pun ikut menatap mereka bertiga, dia berpikir bahwa mereka sepertinya tidak peduli dengan Violet.


| Mereka sama sekali tidak peduli dengan Marcioness Violet, melihat mereka yang tidak beraksi apapun sudah cukup jelas. | Pikir Amon.


" Setelah urusanku dengan Marcioness Violet selesai, aku ingin bertemu dengan kalian. " Ucap Edward.


Mereka bertiga mengangguk paham, lalu Edward kembali berjalan dengan menggendong Violet.


Setelah mereka pergi, Arnold bertanya kepada Jack dan Berick apa yang terjadi kepada Violet.


" Kenapa....


" Kenapa dia bisa berakhir seperti itu? " Tanya Arnold dengan wajah datar.


Berick kemudian menjawab.


" Aku yang memukulnya dengan buku, dia berhak mendapatkan itu. " Ucap Berick tanpa penyesalan.


Arnold menggerttakkan giginya emosi atas tingkah adiknya.


" ....Kau benar-benar gila Berick...


" Jika dia dalam kondisi seperti itu, bagaimana dia bisa menghadiri sidang?!!! " Arnold ternyata bukan marah karena kondisi Violet melainkan karena sidang.


Dia takut Violet akan lama siuman, maka sidang akan di tunda jika Violet sakit.


" Bodoh!!! " Arnold berteriak.


" Dan lagi, kenapa yang mulia bisa ada di sini? " Tanya Arnold.


" ...Itu yang aku bingungkan... " Ucap Jack..


| Sialan, semuanya tidak ada yang berjalan baik. | Pikir Arnold.


...----------------...


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2