
" Kita bicara di ruangan lain. " Ucap Violet seraya melepaskan pelukan Edward.
Edward tidak mau melepaskan pelukan nya, dia terus menempel layaknya cicak. Hal itu membuat Henric semakin kesal.
" Dia?!!.... " Henric dari jauh emosi melihat Ibu sambungnya di peluk seperti itu.
" Dia, dia adalah calon ayah barumu. " Ucap Gavino yang masih menatap kedua orang di depannya.
Kedua orang itu terus berpelukan di depan banyak orang, tentunya Violet terus berusaha melepaskan diri dari dekapan Edward.
" Edward! Lepaskan ini!! " Violet dengan paksa melepaskan pelukan Edward.
Edward di dorong mundur oleh Violet, hal itu membuat Edward semakin menjadi, matanya yang berwarna abu, menatap Violet ngeri.
" Apa aku sebegitu menjijikan? Hingga kau mendorongku seperti ini?!! " Tanya Edward.
" Tidak.....Maksudku bukan seperti itu!! " Violet merasa serba salah.
Saat itu juga Edward akan melangkah maju untuk meraih tangan Violet, tapi Henric dari kejauhan.
Dia terlihat berjalan, menuju ke arah Violet, seraya berkata.
" Tidak bisa di biarkan! " Ucap Henric seraya melangkah maju.
" Nak!! Diamlah di belakang!! " Gavino mencoba menghentikan Henric.
Tapi Henric tidak mau mundur, dia maju, kedua tangannya terbuka lebar, dia siap memeluk Ibunya dari belakang.
" Ibu!! " Ucap Henric dengan tangan yang melingkari leher Violet.
" ......Henric?! " Bibir Violet yang tadinya terkatup, kembali terbuka untuk memanggil Putranya.
Violet memegang tangan Henric, tapi di sisi lain, mata yang masih melihat ke arah Edward mendapati bahwa Edward tidak senang.
Terlihat di mata Violet, Edward mengepal kedua tangannya hingga gemetar, matanya yang semakin dingin, tertuju pada tangan yang melingkari leher Violet.
" .....Lepaskan itu.." Suara yang di tekan terdengar sangat tegas dari Edward.
Henric tidak mau mendengar, dia terus memeluk erat Ibunya.
| Tidak, aku tidak mau melepaskan Ibuku. | Pikir Henric.
" Violet!! Lepaskan itu!! Jika tidak, kastil ini akan hancur di tanganku! " Suara yang dipenuhi emosi bergema di dalam ruangan.
Mendengar hal itu, Violet takut, karena Violet tahu bagaimana sifat asli Edward.
| Dia sangat marah, aku tahu sifatnya. Jika dia mengatakan ini, dan itu. Maka itu adalah perintah yang tidak boleh dibantah. | Pikir Violet.
" ......Sepertinya, Nyonya sedang dilema...." Disisi lain, Ryu bergumam, dia berada tepat disamping Gavino.
" Apa sebaliknya kita berdua meninggalkan mereka? " Tanya Gavino pada istrinya.
__ADS_1
" Tidak.....kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi, jika kita meninggalkan mereka. " Jawab Ryu tidak setuju.
Ryu, Gavino, hingga para Shadow mereka terus menonton perdebatan yang terjadi antara Henric, Violet, dan Edward.
" Henric, lepaskan tanganmu...." Ucap Violet pelan.
" Tidak......Aku putramu, aku berhak seperti ini. " Ucap Henric manja.
" Ha..." Violet menghela nafas pendek.
Edward yang terus menahan emosinya, dia meledak marah, dan mengeluarkan kekuatan sihir yang begitu besar.
Lingkaran sihir terbentuk perlahan, cahayanya sangat terang kemerahan, membentuk sebuah lingkaran sihir, di bawah kaki Edward.
| Gawat!! dia mengeluarkan sihirnya. Itu bukan sihir biasa. Dia benar-benar tidak waras!! | Pikir Gavino yang melihat lingkaran sihir tersebut.
Belum selesai, tangan Edward mengeluarkan lingkaran sihir yang jauh lebih terang.
Melihat hal itu, Violet bersama orang di sekitarnya mulai panik. Tapi di sisi lain mereka juga kagum melihat lingkaran sihir yang begitu besar.
| Itu bukan sihir biasa? Apa ini kekuatan manusia? | Henric bertanya-tanya kagum.
Sihir Edward jarang di keluarkan, sekalinya keluar, sihir itu bisa menghancurkan segala hal yang nampak.
" Apa-apaan ini Edward?!!! " Violet bertanya-tanya.
" ...... " Violet mengingat kejadian dulu, dimana Edward menghancurkan para monster dengan cepat, padahal tubuhnya jelas terluka parah.
| Jadi, ini kekuatan yang menghancurkan para monster di pembasmian waktu itu? | Violet kaget, sekaligus tidak percaya.
" Aku hitung sampai 5. Jika itu tidak lepas, aku pastikan kastil ini hancur!! " Ucap Edward, serius.
" Kau gila! " Violet bergumam rendah bahkan itu tidak terdengar.
" Henric lepaskan tangan mu!! Kau tahu bahwa dia sudah tidak waras?!! " Tegas Violet kepada putranya.
| Mau tidak mau aku harus melepaskan Ibu sambung, tapi ini belum selesai. Jika kau memang sesuka itu dengan Ibu sambung, kau harus melewati rintangan dariku. Itu tidak akan mudah! | Pikir Henric penuh rencana.
Henric dengan berat melepas pelukannya, baru saja pelukan itu lepas, Edward dengan sigap mematikan lingkaran sihirnya.
Dia pun segera merebut Violet, dan membawanya menggunakan sihir teleportasi.
Violet, dan Edward hilang begitu saja, bersamaan dengan cahaya sihir.
Tidak hanya mereka, Shadow pun ikut menghilang secepat kilat.
__ADS_1
" Ibu!! " Henric panik melihat Violet hilang begitu saja.
" Kau tenang saja, Ibumu pasti ada di dalam kastil. Mungkin di suatu ruangan. " Ucap Gavino menenangkan Henric.
" Apa dia benar, Raja Laontel? " Ryu bertanya tidak percaya.
" Ya, aku selalu menceritakan dia kepadamu. Sekarang cerita itu akhirnya terbukti. " Jawab Gavino.
| Laki-laki yang penuh rencana, dan juga obsesi. | Pikir Gavino.
" Aku harus mencari mereka!! " Ucap Henric.
" Eiiitttsss!!! Jangan pergi, lagi pula ini menguntungkan untukmu! " Cegah Gavino, dengan memegang lengan Henric.
" Tck!! Apa lagi?!! " Henric mendecakkan lidahnya kesal.
" Kau ingin membawa kembali Ibu mu bukan? Biarkan Si Raja gila itu yang membujuknya. Di jamin Ibumu pasti luluh. " Ucap Gavino.
" Memang bagaimana dia akan merayu Nyonya? " Tanya Ryu penasaran.
" Aku juga tidak tahu, tapi aku yakin dia pasti akan berhasil. " Ucap Gavino yakin.
Henric terdiam, lalu dia berpikir.
| Yang di katakan paman penyihir ada benarnya. Jika tujuan dia kemari untuk membawa Ibu sambung kembali, itu tidak buruk juga. | Pikir Henric.
...----------------...
Wilayah Kekuasaan Marquess Benteng timur.
Jack, dan Arnold sedang berpikir keras mengenai Eric. Mereka baru saja mendapat kabar dari Berick, bahwa Eric sudah tidak ada, dia sudah pergi.
' Brak! ' Meja di pukul keras.
" Sialan!! Brengsek!! " Arnold kesal dan menggebrak meja.
" Kita kehilangan dia!! " Jack juga mengusap rambutnya kasar.
Disaat itu mereka dilema berat, di sisi lain mereka harus tetap di Benteng timur untuk merawat para korban, dan membangun Benteng baru.
Disisi lain, mereka tidak bisa membiarkan Eric melarikan diri begitu saja. Eric harus di adili sesuai dengan kejahatan yang dia perbuat.
" Bagaimana sekarang?! Dia melarikan diri!! Kita kehilangan dia!! " Sekali lagi Arnold emosi.
" Berick, dia pasti sedang berusaha menangkapnya. Akan tetapi dia hanya menangkap Eric sendirian. Para kesatria semuanya ada di sini....
" Apakah dia akan berhasil? Eric sangat berbahaya, dia licik, dan munafik!! " Ucap Jack khawatir terhadap adiknya Berick.
" Entahlah, kita harus secepatnya menyelesaikan masalah di sini. Baru setelah itu, kita menyusul Berick untuk mencari Eric. " Ucap Arnold.
...----------------...
__ADS_1
BERSAMBUNG........
" Putra mu yang lain sedang kesulitan, apa kau yakin tidak akan pulang? "