
Keesokan Harinya.
Ruang kerja kerajaan.
" Eric, laki-laki itu yang harus aku tangkap. " Gumam Edward.
Edward berada di ruang kerja, dia berencana menangkap Eric yang melarikan diri. Dia melakukan hal itu untuk membantu Violet selaku wanita yang dia cintai.
Edward memanggil Shadow untuk mencari Eric, Shadow di beri petunjuk dengan lukisan wajah Eric.
Setelah mendapat perintah tersebut, Shadow segera melakukan pencarian.
Mudah bagi Edward menangkap seseorang jika dengan bantuan Shadow. Setelah memerintahkan pencarian, Edward berencana mengadakan rapat dengan beberapa mentri kerajaan yang baru.
Dia ingin membicarakan soal gelar Violet, Edward benar-benar tidak sabar untuk bisa menikah dengan Violet.
Walaupun Violet tetap menolak, Edward bersikukuh.
Sekarang, tepat didepan para menteri, di ruangan khusus rapat di laksanakan.
" Jadi, sekarang kita mulai ke inti saja. Aku tidak suka basa basi. " Edward langsung membuka pembicaraan dengan suara yang terkesan dingin.
Para bangsawan menunduk di depan Edward, terutama mereka hanyalah Menteri baru. Mereka menggantikan para Menteri yang meninggal karena menentang Edward.
Untuk itu mereka tidak berani menentang apapun lagi, takut kejadian yang sama terjadi kepada mereka.
Dengan wajah berwiba, dan terkesan menekan. Edward berbicara lagi soal niatnya.
" Aku akan menikahi Violet. Untuk itu aku harus mengubah gelar Violet menjadi Dame Violet bukan Marcioness. " Ucap Edward serius.
" Ya—yang mulia, gelar Dame hanya untuk kesatria wanita yang selalu memberi bantuan dalam bentuk peperangan, kecerdasan, serta taktik dalam merencanakan strategi. " Dengan berani salah satu bangsawan berdiri.
Dengan tangan di dagunya, Edward hanya acuh, sebenarnya Violet berhak mendapat gelar Dame, karena selama ini dia sudah banyak membantu kerajaan.
Terutama dalam pembasmian Monster di wilayah kerajaan. Hanya saja para bangsawan, rakyat, maupun petinggi lainnya tidak tahu akan hal itu.
Mereka hanya melihat bahwa Violet wanita yang ditinggal mati oleh suaminya, sehingga menjadi janda paling muda di kerajaan.
" Kalian tidak tahu apa yang dia lakukan selama ini. Sesungguhnya dia memang benar-benar berhak mendapat gelar Dame, dan juga menduduki kursi Ratu. Dia yang paling cocok menempati kursi yang ada di sampingku. " Ucap Edward.
Para Menteri mulai saling bertatapan, dan berbisik.
__ADS_1
" Bagaimana bisa dia menjadi Ratu? Di hanya janda, kerajaan kita akan menanggung malu. " Bisik para Menteri.
" Memang apa yang telah dia lakukan hingga Yang Mulia memberi kedua gelar tersebut? " Bisik para Mentri heran.
Mereka bertanya-tanya memang apa bagusnya Violet, kenapa dia bisa di katakan cocok menempati kedua gelar yang tinggi tersebut.
" Berisik!! " Edward dengan suara lantang membekukan suasana.
Para bangsawan menutup mulut mereka ketika Edward berteriak.
" Bisikan kalian masih terdengar di telinga ku! Kalian seperti nyamuk yang mengganggu! Jadi berhentilah, sebelum aku mengambil suara kalian! " Tegur Edward dengan wajah yang terkesan tidak suka.
Para bangsawan semakin menciut ketakutan, mereka pun diam tidak berkomentar. Disisi lain, Edward terlihat memikirkan sesuatu.
| Dari raut wajah mereka, mereka memang tidak setuju. Tidak masalah bagiku, mau mereka tidak setuju pun. Akan tetapi berbeda dengan Violet, dia pasti ingin di akui oleh para Menteri, dan juga Rakyat. |
| Menjadi Ratu memang harus di akui oleh Rakyat, tapi aku tidak mempermasalahkan itu. Karena Violet bukan wanita sembarang. Sebenarnya sangat mudah mengubah opini publik, hanya dengan menyebarkan selembaran kertas di masyarakat, bahwa Violet sudah melakukan pengabdian tinggi kepada kerajaan, dengan membasmi monster, dan menjinakkan seekor Naga. Itu sudah cukup untuk mengubah opini publik. | Pikir Edward.
...----------------...
Di sisi lain, disebuah pulau tepatnya di pulau Santanol.
Orang yang selama ini di cari oleh Violet, dan putra-putranya, sebenarnya ada di pulau Santanol.
Eric datang ke pulau Santanol, dia memilih pulau kecil dengan mayoritas penduduk kaya. Tentunya jika di bandingkan dengan yang laim Eric lah yang paling kaya dipulau tersebut.
" Mudah bagiku untuk mempengaruhi penduduk pulau kecil ini. Kita lihat saja, aku pasti akan menjadi penguasa pulau ini. " Gumam Eric dengan ambisinya.
Dia tidak tahu, bahwa dia sekarang berada dalam bahaya. Shadow pasti sekarang sudah mulai menuju ke wilayah Santanol. Wilayah tersebut tanpa di sadari adalah Wilayah milik para Shadow.
Di telah masuk ke sarang harimau tanpa dia sadari. Menjadi penjahat haruslah mengetahui banyak hal, Eric berlagak sok jahat, dia tidak tahu apapun, dan dia hanya mencari mati saja.
...----------------...
Kastil Marquess Sanjay. Tepatnya di ruang makan.
Violet, dan keempat putranya kembali ke kastil Marquess, karena masalah di Benteng Timur sudah sepenuhnya terselesaikan.
Saat mereka kembali, Violet di layani layaknya seorang Nyonya besar. Bahkan putra-putranya sendiri yang menyiapkan semuanya.
Henric, dan Berick menyiapkan makanan untuk Violet, sedangkan Jack, dan Arnold, mereka mendekorasi kamar tidur Violet.
Mereka ingin Violet nyaman di kastil, mereka tahu kenangan yang ada di kastil, bukan kenangan yang patut di kenang. Makanya mulai dari sekarang dan seterusnya mereka ingin melakukan hal-hal yang membuat kenangan buruk di kastil ini menghilang, dan tergantikan dengan yang baru.
__ADS_1
" Berick, kau tidak perlu menatapku seperti itu. " Ucap Violet yang sedang menggoyangkan gelas anggur.
" Tidak, aku tidak bisa berhenti menatapmu. Aku takut kau akan hilang lagi. Untuk itu, aku harus menatapmu dengan kedua mataku. " Ucap Berick.
Berick terus menatap Violet, dia bilang, bahwa dia takut Violet hilang lagi, atau lebih tepatnya pergi lagi.
" Berick, bukankah kau ada latihan kesatria hari ini? " Henric bertanya.
" Diam kak! Aku sedang tidak mood latihan. Aku hanya ingin mengawasi Ibu sambungku. " Ucap Berick.
" Aku ada di sini Berick! Jadi jangan khawatir. " Ucap Henric.
" Aku lebih tidak percaya kepada mu, Kakak. Kau saja sama seperti Ibu sambung, pergi tanpa berpamitan. " Ucap Berick.
Saat itu juga, Jack dan Arnold datang.
Mereka memarahi Berick, agar Berick ikut latihan kesatria.
" Berick, kau harus ikut! sudah 3 bulan kau tidak ikut latihan! " Tegur Arnold.
" Jangan menjadi anak yang malas Berick. " Ucap Jack.
" 3 bulan? Apa benar, Berick tidak ikut latihan kesatria selama 3 bulan? " Violet bertanya-tanya.
Saat itu, Berick tertunduk malu. Dia memang tidak latihan selama 3 bulan, dengan alasan pikirannya masih memikirkan Violet.
" Ya......Meski begitu, aku tetap belajar di ruang latihanku sendiri. Jadi, jangan khawatir, aku pasti bisa mengejar keterlambatanku. " Ucap Berick.
" Ya, kau memang pintar dalam hal berkelahi. " Ucap Violet.
" Cepat pergi Berick!! " Jack menyuruh Berick pergi.
Dengan terpaksa, Berick berdiri dari duduknya, dan mengatakan.
" Baiklah aku akan pergi! " Ucap Berick seraya berdiri.
...----------------...
__ADS_1
BERSAMBUNG......