
Keesokan Harinya tepatnya malam hari, pesta kepergian Violet di adakan. Tentu saja bangsawan lain juga di undang untuk berpesta.
Di sana banyak makanan tertata rapih, minuman yang bermacam-macam dan beberapa hiasan pita.
Arnold, Jack, dan Berick. Mereka menikmati pesta tersebut, tapi mereka merasa ada yang aneh dengan perlengkapan pesta.
Perlengkapan pesta itu terlihat sederhana, tidak sesuai dengan harga yang Arnold keluarkan.
Semua orang yang datang pun membicarakan perlengkapan yang menghiasi seluruh ruangan pesta.
Mereka berbicara bagaimana buruknya kediaman Marquess memilih perlengkapan pesta.
" Apa ini? "
" Kenapa barang seperti ini berada di kastil seorang bangsawan. "
" Aku tidak pernah mendengar jika keluarga Marquess Sanjay bangkrut. "
" Jika bangkrut mereka tidak mungkin membuat pesta. "
" Tapi yang benar saja, rongsokan seperti ini di jadikan perlengkapan pesta. Apa mereka tidak tahu Trend? "
" Mungkin saja, tapi hal ini bisa menjadi bahan gosip untuk pesta teh kita nanti. "
Para bangsawan, laki-laki ataupun perempuan, mereka terkenal dengan kemewahannya. Jika ada satu kekurangan dalam pesta yang mereka datangi, kekurangan tersebut akan menjadi bahan Gosip untuk mereka.
" Kak? apa kakak sadar, para bangsawan membicarakan kita? " Tanya Berick.
Arnold yang sedang meminum minuman anggur nya dia merespon dengan biasa saja. Menurut Arnold hal itu sudah biasa terjadi.
" Biarkan saja karena ini biasa terjadi di kalangan bangsawan. " Jawab Arnold.
Jack yang sedari tadi memikirkan tentang omongan para bangsawan dia berbicara.
" Aku.....
" Aku juga berpikir hal yang sama dengan mereka. Kenapa perlengkapan pesta tidak sebagus dengan harganya? Kita membeli dengan harga mahal bukal?" Jack mulai mencurigai sesuatu.
Arnold menaruh gelas anggurnya, di meja. Lalu dia menatap Jack seraya berkata.
" Tidak mungkin Eric berbohong, mungkin memang barangnya seperti itu. Jika Eric berbohong lalu bagaimana dengan si pemilik toko. Jika dia berbohong dengan menulis Bill palsu, usahanya akan di tutup. Dia juga tidak mungkin mau berurusan dengan bangsawan tinggi seperti kita. " Ucap Arnold menjelaskan.
Berick sang adik, dia tidak peduli mau perlengkapan itu mahal atau pun tidak, yang terpenting dia berpesta.
" Sudahlah kak, kita harus menikmati pesta ini. Pesta kepergian wanita penyihir. " Ucap Berick semangat.
Saat mereka tengah mengobrol, sekumpulan Lady bangsawan tiba-tiba mengerumuni mereka dan berkenalan.
" Selamat malam, Marquess Arnold, Tuan muda Berick, dan Tuan muda Jack. " Mereka membungkuk layalnya memberi salam kepada bangsawan Tinggi.
Arnold, Jack dan Berick mereka tidak tertarik dengan sekumpulan Lady ini. Jawaban mereka sangat acuh dan terkesan dingin.
" Ya. Selamat malam. " Jawab mereka bosan.
__ADS_1
Jawaban yang begitu dingin itu tidak membuat para Lady mundur, mereka berbicara lagi dengan senyum di bibir mereka.
" Tuan muda Jack, saya dengan anda membeli sebuah tanah di Rusenbreg? apa itu benar. " Tanya seorang Lady dengan senyum manisnya.
Jack mendecakkan lidahnya dan menanggapi Lady tersebut.
" ...Ya, memangnya kenapa? " Jawab Jack malas.
" Tidak, hanya saja. Jika Tuan muda berkunjung ke Rusenbreg, anda bisa mampir ke kediaman saya. " Ucap Lady itu antusias.
Berick yang ada di sana dia berbicara kepada kakaknya Jack.
" Sepertinya kakakku akan berubah pikiran. " Ucap Berick dengan senyum nakal di bibirnya.
" ...Hm? " Lady itu bertanya-tanya atas ucapan Berick.
Jack pun berbicara menanggapi perkataan Lady tersebut.
" Kediamanmu ada di Rusenbreg? " Tanya Jack.
" Iya, jika anda ke sana anda bisa mampir. " Ucap Lady tersebut.
Jack mengeluarkan senyum mautnya, lalu dia menatap Lady itu seraya berbicara.
" Aku tidak sudi mampir ke kediaman mu! jadi aku akan menjual lagi tanah itu. " Suara yang dingin penuh tekanan keluar dari mulut Jack.
Mata Jack membulat menatap Lady tersebut, tidak ada alasan kenapa Jack marah. Tapi itu sudah biasa di lakukan Jack.
Dia marah tanpa sebab ketika Lady itu mengatakan jika tanah yang di beli oleh Jack berdekatan dengan kediamana Lady tersebut.
Lady yang gemetar ketakutan, dia menunduk malu di hadapan teman-temannya.
Setelah Jack pergi, Arnold dan Berick juga ikut pergi meninggalkan sekumpulan Lady itu.
...----------------...
Istana Kerajaan.
Amon yang mengetahui pesta di kastil Marquess dia berbicara kepada Edward perihal pesta itu.
" Yang mulia, bukankah mereka mengundang anda ke pesta mereka? " Tanya Amon.
" Pesta yang tidak berguna, jangan membicarakan itu! lebih baik kau fokus mencari Marcioness Violet. " Respon Edward.
|Mereka malah berpesta saat ibu sambungnya pergi. Mereka tidak pantas untuk di cintai. | Pikir Edward.
" Mereka menganggap Marcioness sebagai pembawa sial. Sebenarnya kenapa hal itu bisa terjadi? " Amon bertanya-tanya dengan ekspresi bingung.
"......Aku tidak tahu, padahal dia selalu mengatakan bahwa keluarganya sangat baik. Tapi ternyata tidak seperti yang dia katakan. Semua hanya kebohongan. " Ucap Edward.
Amon yang mendengar ucapan Edward, dia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka berdua, hingga Edward berbicara seperti itu.
Berbicara seakan Edward mengenal Violet dengan baik dan cukup dekat.
__ADS_1
...----------------...
Kembali ke kediaman Marquess Sanjay.
Arnold, Berick dan Jack. Mereka masih menikmati pesta, berbeda dengan Henric dia hanya mengurung diri di kamarnya.
Tentu Saja Arnold dan Jack berusaha untuk mengajak Henric bergabung dalam pesta tersebut.
" Bergabunglah Henric, kau pasti akan merasa lebih baik. " Bujuk Arnold.
Henric tidak menanggapi, dia hanya diam dengan mata yang menatap lurus ke depan.
" Ayolah, Henric. Kau tidak mungkin akan terus seperti ini. " Jack berbicara penuh perhatian.
" Dulu kau ingin wanita itu pergi, bukan? sekarang wanita itu sudah pergi, seharusnya kau menikmati ini, Henric. " Jack sekali lagi berbicara.
Setelah kata-kata itu keluar dari mulut Jack, Henric pun merespon Jack, dia melirik Jack dengan tatapan penuh amarah.
Henric pun berdiri dari duduknya, dia pun berjalan ke luar kamar, Arnold dan Jack yang melihatnya, mereka pun mengikuti Henric.
".....Seharusnya kalian sadar akan sesuatu. " Henric berbicara dengan suara yang serak tapi serius.
Arnold dan Jack, mereka mengerutkan kening dengan ucapan Henric. Adiknya berubah drastis setelah kejadian itu.
" Kau mau kemana Henric? " Tanya Arnold.
Hernic perlahan turun dari tangga, dia berjalan ke ruangan tempat pesta berlangsung.
" Kakak? " Berick yang melihat Henric turun dari tangga.
Semua orang yang ada di sana beralih menatap Henric yang menuruni tangga.
" Bukankah, itu Tuan muda Henric? " Para bangsawan mulai ribut.
" Dia yang di rumorkan itu kan. "
" Kasus kedai arak? katanya beliau sakit. "
Para bangsawan yang ada di sana cekcok membicarakan Henric yang baru terlihat lagi, Henric dengan badan lemah dan tidak berdaya berdiri di tengah kerumunan.
" Apa....yang mau dia lakukan? " Jack bertanya-tanya.
Berick yang melihatnya, dia pun menghampiri Henric dan bertanya.
" Kak, apa kau baik-baik saja? " Tanya Berick.
Henric melirik Berick dengan mata setengah malas. Lalu dia membuka mulutnya perlahan.
" ......Minggir! " Ucap Henric dingin.
...----------------...
__ADS_1