
" Dia akan menghabisi Eric, jika kau tidak mau Eric mati, maka perintahkan Naga itu untuk berhenti. " Ucap Edward.
Violet mengangguk, dia pun maju ke depan, tangannya terulur, ke arah Naga tersebut.
Tangan itu awalnya ragu untuk memegang kulit sang Naga.
Tetapi, Violet dengan keberaniannya dia tetap melakukan itu. Saat tangan Violet bersentuhan dengan kulit sang Naga, Naga itu bereaksi, dan menoleh ke arah Violet.
' Raaugh! ' Suara Naga yang terdengar keras namun sedikit lembut.
Naga itu seketika bercahaya, Violet melepaskan tangannya, dan mundur perlahan, dia tidak tahu apa yang terjadi, kenapa tubuh sang Naga tiba-tiba bersinar seperti itu.
" Dia akan berubah menjadi manusia, seharusnya dia bisa berubah kapan saja. Akan tetapi, dia menunggu pemiliknya untuk menyentuh dirinya. " Gumam Edward.
Benar saja, Naga itu tiba-tiba berubah bentuk, seperti manusia.
" Apa yang terjadi? " Violet yang kaget, dia bertanya-tanya.
" Tutup matamu Violet, dia masih telanjang..." Ucap Edward seraya menutup mata Violet dengan tangannya.
| Walau dia Naga, bukan manusia, tapi tetap saja, Violet tidak boleh melihat tubuh pria selain diriku. | Pikir Edward.
" Kau tenang saja Violet, dia bisa berubah seperti itu, karena berkat dari Naga sebelumnya mulai aktif kembali. Naga itu bisa berubah menjadi manusia agar bisa berkomunikasi. " Ucap Edward.
" Dari mana kau tahu itu? " Tanya Violet matanya masih di tutup.
" Penyihir, sekaligus guruku, dia menjelaskan hal itu, sejak awal aku sudah tahu mengenai makhluk ini, maka dari itu, aku mengizinkan dirimu untuk melepaskan Naga ini ke gunung Azura. Karena aku tahu, Naga ini tidak akan membuat masalah selama kau adalah tuannya. " Ucap Edward.
Shadow yang melihat Naga berubah, mereka takjub, sekaligus tidak percaya.
" Dia berubah? Bagaimana bisa? " Shadow bertanya-tanya.
Naga sudah sepenuhnya berubah, tetapi dia tidak memakai pakaian apapun. Saat itu pun, Edward memberi perintah, agar Shadow memberikan jubah mereka.
" Beri dia jubah kalian, cepat! " Teriak Edward.
Salah satu Shadow melepaskan jubah besarnya, dan memberikan jubah tersebut, kepada sang Naga.
Naga itu masih belum berbicara, dia menerima jubah tersebut dan memakainya.
" Aku tunduk di depanmu tuanku...." Suara dalam, dan serak terdengar, itu adalah suara milik sang Naga.
Edward akhirnya membuka penutup mata Violet, saat Violet melihatnya secara langsung, dia takjub sekaligus ragu, apa benar itu adalah Naga sangar yang tadi.
" Di—dia, dia adalah Naga itu? " Tanya Violet tidak percaya.
" Saya di sini tuanku, beri saya perintah. " Ucap Naga tersebut.
" Tidak mungkin!! " Eric yang ada di belakang dia berteriak tidak percaya.
Naga itu, melirik lagi ke arah Eric, dia pun berjalan ke arahnya, seraya mengangkat tangannya.
__ADS_1
Tangannya mengeluarkan api merah, Violet sontak menghentikan Naga tersebut.
" Berhenti! " Teriak Violet.
Naga itu berhenti, dan memadamkan apinya.
" Kenapa tuanku? Dia sudah jahat kepadamu, seharusnya aku membakarnya dengan apiku. " Ucap Naga tersebut dengan mata penuh amarah.
" Hentikan, aku tidak bisa membiarkan dia mati begitu saja. " Ucap Violet.
" Kau tidak dengar, dia meminta mu untuk berhenti. " Ucap Edward.
| Kenapa naga ini harus naga jantan. | Pikir Edward.
" Baiklah, saya mengerti. " Jawab Naga tersebut, dia pun segera menyingkir, dan berdiri di depan Violet.
" Shadow, cepat tangkap Eric. " Perintah Edward.
" Tidak.....ini....
" Ini tidak mungkin!! Kenapa rencana ku gagal!! Ramuan sialan! kalian semua sialan! " Eric berteriak tidak karuan.
Shadow segera menangkap Eric. Tetapi, Eric berdiri, dan dia pun lari dengan tubuh yang tidak seimbang.
Saat itu pula, Naga tersebut menghalangi Eric secepat kilat.
Naga itu mengikat Eric dengan tali yang terbuat dengan apinya sendiri. Sontak hal itu membuat Eric kepanasan.
" Panas!!.....
" Arrghhhh!! " Eric merintih.
" Bawa dia! " Edward memerintah.
Shadow pun segera membawa Eric. Dan akhirnya, Edward, Violet beserta yang lainnya pulang ke istana untuk mengintrogasi Eric.
...----------------...
Kastil Marquess Sanjay.
" Kita di panggil ke istana, Ibu ada di sana saat ini. Dari pesan yang aku dapat, Eric sudah tertangkap. " Ucap Arnold.
" Kalau begitu kita harus secepatnya ke istana. " Ucap Henric.
Kebetulan, mereka saat itu sedang berkumpul membahas tentang pernikahan Violet.
" Ayo kita ke istana secepatnya, aku sudah tidak sabar untuk membunuhnya! " Ucap Berick marah.
" Kita tidak bisa membunuhnya, yang mulia sendiri yang akan memberi hukuman yang setimpal. " Ucap Jack.
Mereka pun segera ke istana untuk bertemu dengan orang yang selama ini membuat mereka salah paham terhadap Violet.
...----------------...
Istana Kerajaan Laontel.
__ADS_1
Penjara bawah tanah, di mana Eric di kurung dengan berbagai belenggu sihir.
" Lepaskan aku!! " Suara teriakan terdengar di dalam penjara.
" Diam Eric, kau memang pantas mendapatkan semua ini. Karena kau putra-putraku menjadi membenci ku!! Semua karena hasutanmu! " Ucap Violet yang ada di luar jeruji besi.
" Jawab aku Eric, kenapa kau melakukan itu? " Tanya Violet.
Eric yang di belenggu, dia tertawa jahat, dan menjawab pertanyaan Violet.
" Karena aku muak menjadi pelayan di kediaman Marquess! Aku benci nasibku sendiri, aku harus mengabdi kepada keluarga Marquess, hanya karena orang tuaku. " Teriak Eric.
" Jika kau tidak mau kenapa kau harus mengabdi?! " Tanya Violet.
" Sudahku bilang karena orang tuaku! Aku juga benci hidup miskin! " Teriak Eric.
Violet tidak bisa berkata-kata, Eric ternyata sejak dulu memang tidak menyukai keluarga Marquees.
" Karena sudah seperti ini, biar ku beri tahu rahasia yang selama ini aku sembunyikan. " Ucap Eric.
" Apa yang kau maksud Eric? " Tanya Violet.
" Sanjay tidak pernah mati karena kutukan, melainkan karena diriku!! Aku yang membunuh Sanjay. Aku meracuninya terus menerus, kutukan itu sebenarnya sudah berhenti di Marquess sebelumnya. " Eric berteriak mengaku, dia sudah kehilangan akalnya.
Mendengar hal itu, Violet kaget sekaligus marah terhadap Eric. Bagaimana bisa Eric membunuh Sanjay dengan racun.
" Aku selalu menuangkan racun ke dalam cangkir tehnya, dan mengatakan bahwa kutukan nenek moyangnya belum berhenti. Dan kau tahu, Marcioness sebelumnya juga meninggal karena aku! Aku yang membunuh mereka semua!! Bukankah aku hebat?!! " Teriak Eric dengan suara bangga tetapi penuh penyesalan.
" Kau....
" Kau benar-benar iblis berkedok manusia Eric!! Bagaimana bisa kau masih bisa berbangga diri?! " Ucap Violet emosi.
Saat Violet sedang berbicara, tiba-tiba suara ketidak percayaan sekaligus amarah terdengar.
" Jadi, selama ini ayah bukan mati karena kutukan?!! Apa itu benar? Ibu, Ibuku juga mati karena... " Arnold beserta putra-putra Sanjay yang lain, datang, mereka terlihat tertekan mendengar pengakuan Eric.
Apalagi Jack, dan Berick, mereka terlihat di penuhi amarah. Kenapa tidak? orang yang mereka percayai ternyata sejahat itu. Eric membunuh kedua orang tuanya, dengan sangat mulus.
" Kau harus mati!! Aku akan membunuh mu Eric!! " Berick mengeluarkan pedangnya, dan dia maju ke depan jeruji besi.
" Berhenti Berick!! Jeruji itu di lindungi oleh sihir!! " Cegah Violet.
" Dia membunuh kedua orang tuaku!! Aku tidak bisa menerima itu!! " Jack juga emosi.
" Marahlah kalian!! hukum aku!! " Eric berteriak, yang membuat putra-putra Sanjay semakin marah.
...----------------...
Satu lagi.....besok ya, jari Author pegel wkwkwk😅
__ADS_1