Aku Ibu Tiri Yang Baik

Aku Ibu Tiri Yang Baik
CHAPTER 67


__ADS_3



Di sisi lain, Gavino yang melihat Edward dari teras atas, dia membelalak kaget, hingga dia tersedak.


" Uhuk!!....A—apa?!! " Gavino meloncat kaget melihat Edward yang sudah berjalan masuk ke dalam kastil.


" Kenapa dia bisa ada di sini?!! " Gavino panik, dia pun segera turun ke bawah untuk memastikan bahwa itu Edward.


.


.


.


.



Violet, Ryu, dan juga Gavino. Mereka sampai bersamaan di pintu masuk kastil. Saat itu pintu kastil tidak di tutup.


" Violet, orang itu di sini...." Ucap Gavino.


" Siapa? " Tanya Ryu.


Violet tidak merespon, dia hanya menatap ke arah pintu masuk, saat itu Violet melihat sosok laki-laki dengan rambut panjang hitam, menyadari itu orang yang dia kenal, Violet terdiam.


" ...Violet? " Tanya Gavino memastikan.


" .....Edward, dia ada di sini? " Elenoa bertanya tidak percaya.


| Kenapa dia ada di sini?!! Tidak! Aku tidak bisa bertemu dengannya. Yang paling aku jauhi sebenarnya adalah dia. | Pikir Violet.


".....Aku harus pergi dari kastil. " Ucap Violet.


Edward yang berjalan ke arah Violet, dia menatap Violet lekat dengan mata tajam, dan dingin.



Langkah kakinya menjadi lebih cepat, saat itu pula, Violet berbalik, dan siap melarikan diri.


Akan tetapi—


' Swooosshh! '


' Tak!....' Tangan Violet di pegang.


" Mau kemana?! " Edward secepat kilat, berpindah tempat.


Sontak Violet kaget, laki-laki yang tadi berada di belakangnya tiba-tiba berpindah tempat, menjadi di depannya.


Edward bahkan langsung memegang tangan Violet agar dia tidak bisa lari.


| Bagaimana bisa dia muncul di depanku. | Violet bertanya bingung bercampur panik.


" Mau kemana? Ini sudah berakhir Violet. Kebebasan mu sudah berakhir, cukup sampai di sini. " Suaranya yang dingin, membuat Violet merinding.


" Nyonya!! Lepaskan Nyonya!! " Teriak Ryu.


" .....Gavino!! " Violet meminta bantuan Gavino.


" Diam!! " Edward berteriak kepada Gavino.

__ADS_1


" Lepaskan saya, Yang mulia!! " Teriak Violet.


" Aku tidak bisa menjamin kau akan diam. " Ucap Edward.


Gavino tidak bisa apa-apa, dia tahu bagaimana sihir Edward. Sihir Edward sangat tinggi di banding dengannya.


" Violet, aku tidak bisa membantumu. " Ucap Gavino.


" Ikut aku pulang Violet!! " Teriak Edward.


Saat itu pula, Violet geram, lalu dia menghempaskan tangan Edward, segera setelah itu, tangan kanannya terangkat.


' Plak! ' Suara tamparan bergema di ruangan tersebut, tamparan itu mendarat di pipi Edward.


" Kenapa kau memaksa!! " Teriak Violet emosi.


Saat itu pula, pupil hitam Edward tumbuh sedikit lebih besar. Namun, segera, dia mengerutkan dahinya seolah-olah dia tidak senang.


Beberapa orang berpakaian tertutup layaknya Ninja secepat kilat datang di masing-masing sudut, mereka adalah Shadow.



Para Shadow datang, untuk melindungi Edward, saat itu mereka akan maju, dan menghadang Violet.


Tapi Edward mengangkat tangannya seolah tanda berhenti. Mereka pun mundur lagi ke belakang seraya mengangguk paham.


Violet, yang tampak tenggelam dalam pikirannya sejenak, tiba-tiba berkata dengan emosi.


" ......Aku tidak mengerti, kenapa kau melakukan ini?!! " Tanya Violet.


" Heh….Kau tidak mengerti?! Atau kau hanya berpura-pura tidak mengerti!! " Sorot matanya penuh dengan obsesi.


Lalu Edward dengan wajah dingin, dan nakal berbicara lagi.


Violet menyadari hal itu, dalam batinnya Violet berkata.


| Kau memiliki temperamen yang buruk! Edward. Kau pantas ditampar!! |Pikir Violet.


Violet melirik rambut hitam Edward yang begitu acak-acakan, dan merespons dengan ringan.


" Baiklah maafkan aku, karena aku sudah menamparmu. Sekarang, sekali lagi aku bertanya kenapa kau datang kemari, dan memaksaku pulang? " Tanya Violet serius.


Edward dengan ekspresi arogan, tetapi dengan wajah yang sedikit dingin, dia perlahan membuka mulutnya.


" Kau pergi lagi, dan lagi, aku sudah tidak sabar Violet, aku takut kau akan terus menghilang dari kehidupanku.....


" Aku tidak bisa menerima itu! Bahkan rasa sukaku melebih rasa suka pada diriku sendiri Violet....." Perlahan-lahan, suaranya yang tenang menjadi lebih gelisah.


Gelisah, takut orang yang dia cintai menghilang selama-lamanya. Takut cintanya tidak terbalas, dan takut menyadari akan sesuatu yang buruk.


Di depan mereka semua, Edward terang-terangan mengakui bahwa dia menyukai Violet, menyukai dalam artian cinta.


Gavino sudah tahu mengenai itu, lalu bagaimana dengan Shadow, dan Ryu? Mereka ada di sana melihat tingkah Edward yang jarang seperti itu, apalagi Ryu.


Tentunya, Shadow hanya diam mematung mendengar tuannya yang kejam, dan terkenal akan ketegasannya berkata seperti itu di depan wanita.


" Edward....." Penolakan akan keluar dari mulut Violet, tapi sebelum itu.


Edward meraih tangan Violet, dan meletakkan bibirnya di punggung tangan Violet.


| Dia masih saja sama seperti dulu, Edward kau tidak mengerti posisiku. | Pikir Violet.


" Jangan menolakku....." Edward bergumam dengan dahinya di punggung tangan Violet.

__ADS_1


" Kau tidak bisa menolakku Violet, meski kau menolakku, usahaku tidak akan berhenti, bahkan aku akan mengikatmu di sisiku. " Obsesi tanpa dasar melekat sepenuhnya pada Edward.


Dengan matanya yang penuh obsesi, Edward memandang Violet.



" Ibu! " Henric tiba-tiba muncul dari atas, hingga membuat suasana semakin serius.


" ......Henric? " Violet mendongakkan kepalanya melihat putranya di atas.


Belum lama Violet menatap Henric, sebuah tangan besar melingkari pinggang Violet, dan menariknya cepat kedalam pelukan.


Violet kaget, sehingga beralih menatap tangan besar yang membawanya masuk ke dalam pelukan.


Siapa lagi jika bukan Edward yang melakukannya.


" Jangan melihat lelaki lain, dan jangan mencoba mengabaikanku! " Tegas Edward.


" Dia putraku, Edward. " Ucap Violet.


" Aku tahu, tapi tetap saja. Kalian tidak memiliki hubungan darah. " Ucap Edward.


" ......Hentikan ini Edward! Kita bicara di ruangan lain. " Violet berusaha membujuk Edward.


" Tidak! Aku ingin membawamu pulang sekarang juga. " Ucap Edward.


" Mengertilah Edward. " Ucap Violet.


Henric dari atas, dia melihat Violet di peluk seperti itu, dalam hatinya dia berkata dengan penuh emosi.


| Beraninya dia memeluk Ibuku!! Laki-laki mana itu?!! Biarku hajar sampai mampus!! | Henric emosi, dia tidak tahu bahwa itu adalah Edward, Raja yang memerintah Laontel.


Henric segera turun dari atas, dia juga sudah bersiap mengeluarkan sihir, akan tetapi, Gavino dengan cepat menghentikan Henric.


" Tunggu! " Bisik Gavino menghadang Henric.


" Ada apa?! " Tanya Henric tidak sabar.


" .....Kau akan kalah, dia pemiliki sihir terkuat, dan mana terbesar. Sekali Tring! Mungkin seluruh dunia bisa berhenti di buatnya. " Bisik Gavino berlebihan.


" Anda terlalu berlebihan, tidak ada yang seperti itu. " Ucap Henric.


" Aku tidak bisa diam saja melihat Ibuku di perlakukan seperti itu. " Ucap Henric yang siap melangkah lagi.


" Jangan! " Hadang Gavino.


" Apa kau tidak tahu? Jika itu Edward, Raja dari Laontel? " Tanya Gavino pelan.


Mendengar hal itu, Henric kaget, dahinya mengerut bingung.


" Kenapa dia ada di sini? Apa dia tidak punya pekerjaan lain selain menjadi Raja? " Henric bertanya-tanya.


" Sttthhh!! Kau ini!!! Dia sejak dulu sudah terobsesi dengan Ibu mu, wajar saja dia datang jauh-jauh kemari untuk Ibumu!! " Tegur Gavino pelan.


| Rumit, sulit di mengerti. Tapi yang jelas, Ibu sambung, tetap Ibuku. Tidak ada yang boleh merebutnya sembarangan! | Pikir Henric.


...----------------...


BERSAMBUNG........



Hari ini, hanya satu Chapter yah😃

__ADS_1


__ADS_2