
Tengah malam, di kastil Violet.
Berbagai alat untuk melakukan pengobatan, di taruh di atas meja.
Henric di bawa ke kamar tamu untuk di obati, Gavino mempunyai sebuah ramuan yang bisa menyembuhkan luka besar.
Ramuan itu hanya ada 1 botol di dunia, dan itu berada di tangan Gavino.
" Ramuan kesayanganku!! " Gavino mengelus botol kaca miliknya, dia terlihat tidak rela melepaskan ramuan tersebut.
Namun apa daya, perintah Violet sangat di dahulukan oleh Gavino, tidak peduli barang seperti apa, dia pasti akan melepaskannya.
" Maafkan aku, aku tahu itu barang kesayanganmu. " Ucap Violet.
" Tidak apa, aku tidak masalah. " Ucap Gavino berat.
" Cepat berikan ramuan itu!! " Ryu memaksa.
" Baiklah, aku akan menuang ramuan ini. " Ucap Gavino.
Dia pun menuangkan ramuan tersebut, di atas lengan Henric yang terluka. Kemudian, Gavino menyalurkan sihir penyembuh untuk mempercepat penyembuhan Henric.
Dengan mantranya, cahaya keemasan keluar dari tangannya, Gavino langsung mendekatkan kedua tangannya ke luka Henric.
" Uh—ughh......" Saat itu pula, erangan terdengar dari mulut Henric, kali ini Henric tidak berpura-pura, dia benar-benar sakit.
Violet yang memperhatikan wajah Henric, dia memalingkan wajahnya, dan bergumam.
" Bodoh!! Aku tidak percaya dia masuk kemari, dan menerjang semua rintangan. " Gumam Violet, dia pun tidak percaya bahwa putranya bisa melakukan itu.
" Sudah...." Gavino sudah selesai dengan pengobatan nya.
Violet berbalik, dan bertanya bagaimana keadaan Henric.
" Bagaimana? Apa dia baik-baik saja? " Tanya Violet khawatir.
" Ya, dia akan bangun besok pagi. Apa kau akan mengusirnya setelah dia bangun? " Tanya Gavino.
" Nyonya, anda sebaiknya jangan mengusirnya. Saya dengar, Tuan muda Henric selalu bertanya mengenai anda, kepada penduduk pulau....Sepertinya beliau benar-benar mencari anda untuk memperbaiki semuanya. " Ryu mengatakan hal itu, karena dia banyak mendengar dari penduduk pulau.
" ......Aku tidak tahu ini keputusan yang benar atau tidak. Tapi, setelah melihatnya seperti ini aku tidak tega untuk mengusirnya. " Gumam Violet seraya menatap Henric yang terbaring di atas ranjang.
|Violet lemah dengan hal ini, dulu pun sama. Saat Violet marah kepada Edward, hanya dengan berpura-pura sakit, Violet memaafkan nya. | Pikir Gavini mengingat kejadian dulu.
" Tinggalkan ruang, biarkan dia tidur. " Ucap Violet seraya pergi dari ruangan tersebut.
Gavino dan Ryu, mereka berdua pergi sesuai perintah Violet.
__ADS_1
...----------------...
Istana Laontel keesokan harinya.
" Yang mulia, ada yang ingin saya laporkan. " Ludwig selaku tabib istana, dia berdiri di depan ruangan Edward seraya berbicara.
" Masuk! " Ucap seseorang dari dalam.
Saat Ludwig masuk, dia terkejut ternyata yang menyuruhnya masuk bukan Edward melainkan Amon.
" Kau?!! " Ludwig menunjuk ke arah Amon.
Amon menghela nafas malas, lalu dia berkata.
" Yang mulia tidak ada di istana, beliau pergi untuk menjemput Marcioness Violet. " Ucap Amon.
" Apa?!! Kenapa kau membiarkan Yang mulia pergi sendirian? " Ludwig dengan wajah tidak terima.
" Yang mulia tidak sendiri, beliau pergi bersama dengan Shadow. Aku di tugaskan di sini untuk menjadi penggantinya. " Ucap Amon.
" Hmm....Yang Mulia ceroboh sekali. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan kerajaan ini. " Gumam Ludwig seraya menatap lekat Amon.
" Jangan menatapku, aku tidak suka. " Protes Amon.
" Untuk apa kau kemari? " Tanya Amon curiga.
" Dragon? Naga? Bukankah mereka sudah punah? " Tanya Amon heran.
" Nah! Itu yang aneh.....
" Mereka sudah punah, tapi kenapa Marquess Arnold mengatakan jika dia melihat Naga.....Apa itu mustahil? " Ludwig tidak percaya.
Naga adalah hewan yang sudah punah, tentu saja mereka tidak percaya ada Naga di kerajaan mereka.
" ..... Jika dia memang ada, dan tidak mengganggu masyarakat, maka biarkan saja. " Ucap Amon.
" ......Tapi sebaiknya kita selidiki saja. Takutnya Naga itu membuat kekacauan. " Ludwig berpendapat.
...----------------...
Di waktu bersamaan.....
Pulau Hibria.
Edward bersama dengan Shadow datang ke pulau Hibria, dia membuka sihir pelindung dari pulau Hibria begitu saja.
Hal itu membuat penduduk Hibria geger dengan perbuatan Edward, terutama Nicole yang merupakan petinggi pulau Hibria.
" Seharusnya dia ada di pulau ini, cepat tunjukkan jalannya. " Ucap Edward kepada Shadow.
__ADS_1
Saat itu, para penduduk berdatangan untuk melihat Edward, dan prajurit Shadow.
" Orang asing lagi? " Penduduk bertanya-tanya.
" Dia membuka belenggu sihir di pulau ini, jika seperti itu, berarti dia bukan orang biasa. " Semua orang membicarakan Edward.
Nicole si petinggi pulau pun turun tangan, dia menghadap Edward, dan bertanya.
" Permisi, apa anda yang membuka belenggu sihir di pulau ini? " Tanya Nicole seraya mengamati wajah Edward.
Edward dengan wajah yang tidak bersahabat, dia menjawab.
" Ya, aku membukanya. " Jawab Edward dengan wajah yang sedikit sinis.
|Dia pasti penyihir hebat. Belenggu ini di buat dengan sihir yang sulit, orang lain tidak akan tahu ini. Tapi dia membukanya dengan mudah. | Pikir Nicole.
" ....Kenapa anda melakukan itu? " Tanya Nicole.
" Siapa kau? Kenapa kau banyak bertanya? " Tanya Edward malas.
Nicole tersenyum sebagai respon dari pertanyaan Edward.
" Saya petinggi di pulau ini, sekaligus yang membuat belenggu sihir di pulau Hibria ini. Jadi anda harus sedikit menghormati saya. " Jawab Nicole tidak suka.
Alih-alih menghormati, Edward malah tidak peduli. Yang dia pedulikan hanya Violet, dia datang ke pulau Hibria dengan sihir teleportasi hanya untuknya.
" Ayo kita pergi, dan cari dia. " Edward mengabaikan Nicole, dan memerintahkan Shadow untuk mencari Violet.
Saat itu Nicole geram dengan Edward, dia pun berjalan ke depan Edward dan menghadang Edward.
" Apa-apaan ini?!! " Edward marah.
" Minggir!! " Bentak Edward.
" Sebenarnya anda ini siapa? Kenapa sikap anda sombong sekali. " Ucap Nicole.
Shadow segera beraksi untuk melindungi Edward. Edward memberi kode kepada Shadow agar mereka menyingkir.
" Pergi! " Perintah Edward kepada para Shadow.
Para Shadow pergi sesuai keinginan Edward. Nicole yang melihat itu, dia yakin bahwa laki-laki yang berdiri di depannya dengan wajah dingin dan acuh, bukan orang sembarangan.
" Aku tidak memiliki banyak waktu untuk menjawab pertanyaanmu. " Ucap Edward kepada Nicole.
" Ada seseorang yang harus aku cari..." Ucap Edward sekali lagi.
Setelah mengatakan hal itu, Edward menghilang begitu saja, dia menggunakan sihir teleportasi dengan cepat.
" Apa? Kemana dia?!! " Nicole bertanya-tanya.
...----------------...
BERSAMBUNG......
__ADS_1