Aku Ibu Tiri Yang Baik

Aku Ibu Tiri Yang Baik
CHAPTER 83


__ADS_3

Lelang berakhir, Shadow tidak bisa terus memntau Eric, mereka harus segera menangkap Eric bagaimana pun caranya.


Melihat Eric membeli ramuan Naga, pasti Eric memiliki niat jahat yang lain.


...----------------...


Keesokan Harinya istana Laontel.



Edward memberi perintah kepada bawahannya agar mereka membuat berita, bahwa Violet sang Marcioness kerajaan Laontel telah berjasa kepada kerajaan.


Dengan di keluarkan nya berita tersebut, rakyat pasti bisa menerima Violet sebagai Ratu di kerajaan Laontel.


" Aku yakin, berita itu pasti bisa meluluhkan hati Rakyatku. " Gumam Edward yang duduk di atas singgahsana.



Saat dia sedang memikirkan hal itu, tiba-tiba salah satu Shadow muncul begitu saja di depan Edward, dengan posisi menunduk.


" Kenapa? Apa kau sudah menangkap Eric? " Tanya Edward tidak sabar.


" Salam yang mulia, kami belum menangkapnya yang mulia, ada gerak gerik yang lebih mencurigakan dari Eric. Jadi, kami memutuskan untuk menunda penangkapan, agar semua kejahatannya bisa terbongkar semuanya. " Jawab Shadow tersebut.


Edward yang mendengar nya dia semakin penasaran, akhirnya pertanyaan di keluarkan lagi dari mulut Edward.


" Apa yang dia lakukan? " Tanya Edward.


" Dia membeli ramuan penakluk Naga di pasar gelap, yang mulia. Yang pasti dia ingin menaklukan Naga dengan ramuan tersebut, saat kami terus memantau nya, dia berencana menggunakan Naga tersebut, sebagai senjata untuk membuat masyarakat yang ada di pulau Santanol tunduk kepadanya. " Jelas Shadow.


| Apa dia kira Naga itu bisa takluk dengan ramuan tersebut, dasar bodoh! Naga itu memiliki berkat yang tidak biasa, berkat dari betina terakhir, ramuan itu hanya minuman baginya. Belum lagi, Naga tersebut sudah bersumpah setia kepada Violet. Aku sudah mengetahui hal itu sejak lama, sejak Naga itu menetas, dan di beri berkat terakhir oleh Naga betina terakhir. | Pikir Edward.


" Biarkan saja dia, dia pasti hanya akan terbakar oleh semburan Naga tersebut. " Ucap Edward acuh.


Itu bukan masalah besar, yang ada Edward tidak perlu memberi hukuman pengadilan kepada Eric. Eric akan mati sendirinya, dengan dia nekat menaklukan Naga. Dia hanya akan terbakar oleh semburan api Naga.


" Apa anda yakin, Yang mulia? " Tanya Shadow ragu.


" Apa wajahku terlihat tidak yakin? " Tanha Edward dengan wajah serius menyeramkan.

__ADS_1



" Tidak, anda terlihat yakin yang mulia." Jawab Shadow tersebut dengan suara gemetar takut.


" Pergilah! kau pantau saja terus dia. " Perintah Edward.


Shadow pun pergi lagi, dari hadapan Edward.


Amon yang berada di sebelah Edward sedari tadi, dia akhirnya membuka mulutnya.


" Yang mulia, apa anda yakin? tidak akan menangkap Eric secepatnya? " Tanya Amon memastikan.


" Tidak perlu, itu hanya akan mengotori penjara kita, biarkan saja dia hangus terbakar oleh semburan api Naga. Toh, dia tidak bisa memakai ramuan tersebut. " Ucap Edward.


| Tumben yang mulia menjawab pertanyaanku dengan jelas, dan banyak. Biasanya dia hanya menjawab singkat. | Pikir Amon heran.


" Amon, ayo kita pergi ke kota, aku ingin mendengar bagaimana orang bertanggapan tentang Violet. " Ucap Edward.


" Baik yang mulia, saya akan menyiapkan kereta kuda. " Ucap Amon.


" Tidak perlu, aku ingin menaiki kuda ku sendiri. " Edward menolak.


...----------------...


Arnold tengah sibuk dengan pekerjaannya sebagai kepala keluarga. Tetapi dia mendapat bantuan dark Violet, Violet mengajari bagaimana cara menyelesaikan dokumen dengan cepat, dan tepat.


" Arnold, kau tidak boleh terlalu banyak menaruh kekhawatiran jika sedang menyetujui dokumen, kau harus yakin. Kau harus tenang, dan mendalam dokumen tersebut, sehingga kau bisa mengambil keputusan dengan benar. " Ucap Violet.


Arnold mengangguk mengerti, dia juga sadar, bahwa selama ini dia selalu menaruh kekhawatiran yang berlebihan.


" Ibu, apa nanti setelah menikah, kau tidak akan datang lagi? " Tanya Arnold.


" Mana mungkin, sesibuk apapun, aku pasti akan datang. Jika perlu kau saja yang datang untuk menemuiku! " Jawab Violet.


Saat mereka berdua sedang berbicara, tiba-tiba Berick datang, dengan pakaian terbuka, dia baru saja terbangun dari tidurnya.



" Astaga Berick!! " Violet kaget melihat Berick dengan pakaian terbuka.

__ADS_1


" Ibu....." Berick yang masih mengucek matanya, dia langsung memeluk Violet.


Akan tetapi, sebelum itu, Violet mundur, dia menghindari pelukan Berick.


" .....Euh? Kenapa menghindar? " Tanya Berick manja, yang masih setengah sadar.


" Tidak baik Berick, kau sudah besar....Cepat, kancingkan pakaianmu!! cuaca hari ini sedang dingin! " Tegur Violet.


" Berick, Berick. Kau selalu bangun dengan pakaian terbuka, sebenarnya cara tidur mu itu seperti apa? Baju yang terkancing dengan benar, dan rapih bisa berakhir seperti itu. " Ucap Arnold heran.


" Aku khawatir, saat kau menikah dan tidur dengan istrimu, kau akan menendang nya dari atas kasur. " Ucap Arnold.


" Arnold!! Berhenti mempermainkan adikmu, yang seharusnya menikah ada kamu Arnold. Kapan kau akan menikah? Kau harus mencari Marcioness baru. " Ucap Violet.


" Aku pasti akan menikah tapi nanti dulu saja. " Ucap Arnold.


" Kakak, tidak bisa dekat dengan perempuan selain dari Ibu....Jadi, lebih baik Ibu tidak usah menikah dengan Yang mulia Raja, di sini saja, dan tetap menjadi Marcioness. " Ucap Berick yang saat itu sudah memeluk Violet.


Berick selalu menempel di dekat Violet, sama halnya dengan Henric.


" Tidak bisa Berick, aku mencintai Yang mulia Raja. Aku juga mencintai kalian, kau tenang saja, aku pasti akan selalu ada untuk kalian. " Ucap Violet.


Berick yang masih memeluk Violet, dia berbicara dengan serius.


" Jika itu kemauan mu, aku tidak akan menghalangi, meskipun jujur saja, aku berat menerimanya. " Ucap Berick.


" Saat Ibu menjadi Ratu, kami akan menjadi kesatria pelindungmu. Kak, Henric, Kak Jack, dan Kak Arnold juga sudah sepakat. " Ucap Berick.


" Kami akan selalu mengabdi sampai kapan pun. Sampai nyawa kami hilang, atau sampai kehidupan selanjutnya. " Ucap Berick bersungguh-sungguh.


Violer terharu mendengar hal itu, putranya mendukung keputusan Violet, dan bersedia melindungi dirinya, padahal Violet sama sekali tidak menginginkan hal itu.


" Kalian benar-benar sudah dewasa jika mengatakan hal itu. " Ucap Violet.


" Kami hanya seperti ini kepadamu, kami aslinya tidak seperti ini. " Gumam Berick, yang nyaris tidak terdengar.


4 iblis, memang lembut di depan Violet, tetapi jika di luar penglihatan Violet, mereka jauh berbeda.


...----------------...

__ADS_1


End nha besok yah, 3 chapter lagi, di tunggu yah😉


__ADS_2