Aku Ibu Tiri Yang Baik

Aku Ibu Tiri Yang Baik
CHAPTER 85


__ADS_3

Shadow yang melihat Eric mengeluarkan ramuan tersebut, mereka semakin panik, takutnya Eric benar-benar bisa menaklukkan Naga.


" Tidak bisa di biarkan, dia akan menggunakan ramuan tersebut! " Ucap salah satu Shadow.


Tetapi, Shadow yang waktu itu menghadap Edward, dia mengatakan bahwa mereka tidak perlu panik.


" Jangan panik, biarkan saja dia menghadapi Naga itu, yang mulia berkata bahwa dia hanya akan hangus terbakar. " Ucap Shadow tersebut.


" Tetapi, kita harus menangkapnya hidup-hidup. " Shadow lainnya berbicara.


" Kita tunggu di waktu yang tepat, untuk menangkapnya. Terlalu beresiko jika kita maju sekarang. " Ucap Shadow berambut hitam.


Sementara itu, Eric yang mulai mengeluarkan ramuan dan membuka ramuan tersebut, dia terlihat yakin dengan ramuannya.


Saat di buka, ramuan itu membentuk asap Naga.



" Kau akan tunduk di hadapanku!! " Teriak Eric.


' Grooaahhh!! ' Makhluk besar yang ada di depannya, mulai meraung dengan kepala ke atas.


" Bersiaplah! " Teriak Eric.


Eric menuangkan ramuan itu ke tangannya, sehingga ramuan itu mengapung membentuk sebuah asap sihir.



Eric maju dengan ramuan sihir yang sudah siap di tangannya. Tetapi sebelum dia maju, Naga tersebut mengepakkan sayapnya, sehingga membuat gunung bergetar hebat.


Bebatuan berjatuhan mengenai Eric, sehingga membuat tubuhnya mulai kehilangan keseimbangan.


| Sial!! karena guncangan ini, aku sulit untuk menyeimbangkan tubuh. | Pikir Eric.


Naga itu bersiap kenyemburkan apinya, Eric pun sudah siap mengarahkan ramuan sihirnya.


" Rasakan ini!! " Teriak Eric seraya mengarahkan ramuan sihir di tangannya.



' Groaaaahhhhhh!!! Graaaaaaa!!! ' Raungan makhluk besar itu terdengar nyaring, dan mengerikan.


Ramuan itu berhasil mengenai Naga tersebut, sehingga naga itu meraung keras. Warna tubuhnya pun berubah menjadi hijau.



" Hahahahah! Aku berhasil!! " Eric yang melihat Naga itu bereaksi dan berubah menjadi hijau, dia berbangga diri.


Sementara Shadow, mereka bertanya-tanya apakah Eric benar-benar menaklukkan Naga itu.


" Apa dia berhasil menaklukkan naga itu?! Jika berhasil, ini gawat! " Ucap Shadow risau.


' Roaahhh! ' Raungan terus terdengar.


Saat Eric terus tertawa karena dia merasa sudah berhasil menaklukkan Naga itu.



' Swooosshh! ' tiba-tiba sihir datang dari belakang, dan mengenai Eric.


Eric pun seketika jatuh tersungkur.


" Ughh! Apa itu?! " Eric bertanya-tanya seraya berdiri bangun.


Saat dia berbalik, di belakangnya sudah ada 2, salah satunya adalah orang yang dia buat menderita karena keserakahan nya.

__ADS_1


Siapa lagi jika bukan Violet.


" ...Violet?! " Ucap Eric tidak percaya.


Dia menatap Violet, dengan mata heran, Eric bertanya-tanya kenapa Violet bisa ada di sini. Lalu mata Eric menatap sosok laki-laki yang tidak lain adalah Raja Laontel.


| Kenapa mereka bisa ada di sini? Sialan!! kenapa mereka bisa tahu? | Eric meludah kesal di dalam hatinya.


Sementara itu, Violet, dan Edward mereka berjalan menghampiri Eric dengan wajah serius, dan agung.


" Eric....." Violet dengan serius memanggil Eric yang berdiri sempoyongan.


Eric mundur ke belakang, dia merasakan aura yang tidak baik. Tetapi, dia berpikir lagi, kenapa dia harus takut, di saat dirinya sudah menaklukan Naga.


" Heh, Violet? Apa itu kau? Janda Marquess? " Eric dengan mulutnya yang sombong berbicara.


Violet yang sekarang berdiri di hadapan Eric, dia menyeringai dingin.


" ....Kenapa? " Tanya Violet.


" Bukankah kau sudah pergi dari kastil? kenapa kau kembali? " Tanya Eric sinis.


" Karena satu penghianat, aku harus kembali, dan menangkapnya hidup-hidup. " Ucap Violet.


" Violet, jangan terlalu dekat, dia adalah makhluk hina. " Ucap Edward.


Edward melirik, ke arah Shadow yang masih bersembunyi, lali Edward memanggil mereka.


" Shadow! Keluarlah! " Teriak Edward.


Shadow dengan cepat keluar, mereka berdiri di belakang Violet, dan Edward.


" Yang mulia, kami siap melakukan apapun! " Ucap para Shadow.


" Ternyata kalian membuntuti ku, selama ini. Yah, kekuatan, kekayaan dan kekuasaan memang sangat berpengaruh. Kau bisa dengan mudah mencariku hanya dengan memerintahkan Shadow. Itulah yang aku suka dari kekuasaan, dan kekayaan. Sangat mudah untuk melakukan sesuatu. " Ucap Eric.


" Kau sedang berbicara omong kosong Eric. " Ucap Violet tidak peduli.


" Dia mungkin sudah kehilangan akalnya. " Ucap Edward.


Dengan gerak gerik sombongnya, Eric berbicara penuh keyakinan.


" Kalian yang sudah kehilangan akal sehat!! Dengan datang kemari, kalian hanya mengantarkan nyawa saja! Kalian semua bodoh! " Teriak Eric, dengan kesombongan, dan keyakinan nya.


Edward yang mendengar perkataan Eric, dia hanya tertawa. Dalam hatinya Edward berkata.


| Jelas-jelas dia sendiri yang bodoh, dia pikir ramuan sihirnya akan mempengaruhi Naga tersebut. Jangan mimpi Eric, Naga itu tidak akan pernah menuruti dirimu. | Pikir Edward.


Mata Edward menatap makhluk yang ada di belakang Eric. Begitu pula dengan Violet, dia menatap Naga tersebut.


" Apa yang kau lakukan dengan Naga itu?!! " Tanya Violet emosi.


" Apa kau baru menyadari itu? Lihatlah Violet!! Lihat!! Naga itu sebentar lagi akan menuruti perintahku!! Kalian semua akan mati!! " Teriak Eric dengan nafsunya.


" Kau benar-benar gila Eric! " Ucap Violet dengan suara di tekan.


" Yang mulia, kita harus keluar dari sini! di sini tidak aman!! " Teriak Shadow.


Edward tidak bergerak, karena dia tahu harus apa.


" Sudahlah, aku tahu kau sebenarnya hanya berpura-pura bereaksi terhadap ramuan tersebut! tunjukkan wujud aslimu, sekarang! " Teriak Edward.


Semua orang yang ada di sana bingung, kenapa Edward berbicara seperti itu, dia berbicara dengan siapa.


" Apa yang kau katakan Edward, siapa yang kau maksud? " Tanya Violet.

__ADS_1


" Lihat? dia sudah kehilangan akal karena akan mati! " Ucap Eric dengan tawa terkekeh.


Edward terus menatap Naga yang ada di belakang Eric, Naga itu perlahan mengepakkan sayapnya, dan terbang mengelilingi mereka.



" Sebentar lagi!! Kalian akan mati! " Teriak Eric.


Eric pun terus memperhatikan Naga tersebut, saat itu pula Eric mulai memerintahkan sesuatu.


" Sekarang kau adalah milikku! semua perintahku harus di patuhi! " Teriak Eric.


Violet terus memperhatikan Naga tersebut.


" Sekarang, cepat kau bakar manusia yang ada di depanku!! Cepat! Patuhi titahku! " Eric mulai memerintahkan Naga tersebut.


Edward tetap tenang, di sisi lain, Shadow terlihat sedikit mundur, mereka takut Naga itu akan menuruti perintah Eric.


Suara raungan dari Naga tersebut mulai terdengar lagi, Naga itu terus berputar, lalu dia tiba-tiba turun, dan mendarat di depan Violet.


" Bakar dia! cepat! " Eric terus berteriak, dia bahkan sesekali tertawa.


Naga itu terus mendekat ke arah Violet, dan Edward. Tubuhnya yang besar membuat semuanya takut, tetapi Edward dan Violet tidak bereaksi sama sekali.


" Kalian akan mati! mati! " Eric merasa senang, karena Naga itu mulai mendekat ke arah Violet.


| Bagaimana ini? Apa Naga ini benar-benar menuruti perintah Eric? | Violet bertanya-tanya, dia pun mulai waspada.


Eric yang berada jauh di belakang, dia tertawa puas. Tapi, tawa itu seketika pudar, saat gerak gerik aneh terlihat.


Naga itu diam di depan Violet, hal itu menjadi pertanyaan, kenapa Naga itu hanya diam saja.


" Cepat bunuh dia! " Teriak Eric.


' Bught! ' Saat dia berbicara, ekor sang Naga tiba-tiba bergerak, dan mengenai Eric, sehingga dia terpental ke dinding gunung.


" Ughh.....Apa-apaan ini? " Eric yang berusaha bangun, dia bertanya-tanya.


Violet yang melihatnya dia pun mengerutkan keningnya.


' Roaaarrhh!! ' Naha itu menggelengkan kepalanya secara kasar, kakinya juga bergerak di tempat.


" Apa yang sebenarnya terjadi? " Violet bertanya-tanya.


Di saat itu pula, Naga tersebut menundukkan kepalanya di depan Violet, itu membuat semua orang merinding sekaligus tidak percaya, apa benar Naga itu sedang menundukkan kepalanya di depan Violet.


" Na—naga itu menundukkan kepalanya? Apa itu benar? " Shadow bertanya-tanya.


Edward yang ada di sana, dia tidak terkejut, karena Naga itu memang sudah mengakui Violet sebagai tuannya.


" Violet, Naga itu sejak lahir sudah mengakui dirimu sebagai pemiliknya. " Ucap Edward.


Violet yang masih tidak percaya, dia bertanya gugup.


" A—apa maksudmu Edward? Tidak mungkin, makhluk kuat seperti Naga mengakui seorang manusia. " Ucap Violet.


" Kau tidak tahu berkat apa yang di berikan oleh Ibunya dulu. Berkat itu bukan sembarang berkat. Naga ini sejak awal memang sudah mengakuimu melalui berkat tersebut, setelah Naga di beri berkat, itu berarti dia sudah memilih tuannya, dan itu adalah kau Violet. " Jelas Edward.


" Kurang ajar! Bagaimana bisa kau tidak mematuhi perintaku!! " Eric yang ada di belakang dia histeris.


Naga itu mulai menoleh ke belakang, dan dia menatap sangar ke arah Eric.


" Apa yang akan dia lakukan? " Tanya Violet.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2