
" Sejak pertama kali wanita itu datang, aku sudah meracuni pikiran keempat bocah itu. Aku selalu mengatakan bahwa ibu tiri mereka adalah wanita jahat dan licik.....
Eric terus bergumam, dia mengungkapkan kejahatan nya, selama ini ternyata dia adalah serigala berbulu domba.
" Wanita yang datang hanya untuk mengeruk harta mereka, wanita pembawa sial, dan wanita tidak berguna.....
" Sangat mudah meracuni mereka, karena mereka pikir aku adalah orang yang baik dan dapat di percaya...."
" Mereka menyuruhku untuk melaporkan segala sesuatu yang di lakukan oleh wanita itu....
" Aku selalu mengatakan hal buruk kepada mereka, sehingga mereka bisa lebih membenci wanita itu...
Eric terkekeh dengan perkataannya sendiri, dia merasa bangga dengan pencapaian yang dia lakukan.
" Jika mereka terus membenci dan berfokus hanya mengurusi wanita itu...mereka tidak akan sadar bahwa akulah yang selama ini mengincar harta mereka.."
" Tunggu sebentar lagi, baru aku akan melepaskan dirimu, wahai bonekaku yang berguna. " Eric tersenyum licik, dia menjadikan Violet sebagai bonekanya.
Padahal Violet sangat mempercayai Eric, Eric adalah satu-satunya orang kepercayaan Violet di kastil itu, tapi nyatanya Eric lah yang menabur kebencian di hati putra-putranya.
Jika Violet mengetahui hal ini, dia akan hancur, dia pasti tidak akan mempercayai hal ini.
...----------------...
Keesokan harinya, di istana kerajaan Laontel.
Ruang sidang kerajaan.
Ruang sidang sudah di penuhi oleh bangsawan penting seperti petinggi-petinggi bangsawan, dan hakim agung.
Putra-putra Sanjay sudah duduk di tempat mereka masing-masing. Gullie sang pelapor dan di anggap korban, dia juga duduk di kursi khusus.
Tapi Violet dan Edward, mereka bedua belum datang. Jika Edward, sudah pasti dia akan datang tapi terlambat.
Karena raja tidak di haruskan datang lebih awal.
" Kak, apa benar wanita itu akan datang? " Tanya Berick.
" Aku tidak tahu. " Jack menjawab.
" Jika dia tidak datang, dia sangat keterlaluan. " Gumam Arnold.
Mereka bertiga takut jika Violet tidak datang.
Saat ketegangan di ruang sidang berangsur-angsur merambat, suara prajurit terdengar nyaring. Mereka mengumumkan kedatangan Edward.
" Beri Hormat kepada Yang mulia raja Edward Charless Laontel!!!......
Para bangsawan dan orang yang ada di dalam ruangan tersebut segera berdiri dan membungkuk memberi hormat.
__ADS_1
Kedatangannya yang agung membuat semuanya menunduk seolah mengakui betapa besar dan agungnya Edward.
Edward berjalan di atas karpet biru dengan gagah dan berwibawa, tapi dia tidak luput melirik ke arah kursi Violet.
| Apa dia tidak datang? | Edward bertanya-tanya.
" Yang mulia silahkan duduk. " Amon yang dari tadi mengikuti Edward, dia meminta Edward untuk duduk di singgasananya.
Edward pun duduk.
" Yang mulia, pelapor sekaligus korban sudah hadir, tapi wali dari Tuan muda Henric masih belum tiba. " Pria dengan setelan rapih dengan kacamatan dan buku di tangannya, dia adalah Hakim agung.
Hakim agung tersebut membahas tentang wali dari Henric, karena sidang akan segera di mulai.
Karena wali dari Henric adalah Violet, Violet masih belum datang, batang hidung Violet pun tidak terlihat, seharusnya Violet menghadiri sidang tersebut.
Berick, Jack dan Arnold pun semakin risau, mereka semakin bertanya-tanya kemana Violet.
" Kemana dia? kenapa dia belum muncul?!! " Jack membual dengan nada kesal.
" Apa dia tidak datang, jika dia tidak datang Henric tidak akan bisa keluar. " Arnold bergumam.
" Penyihir itu pasti sengaja, dia tidak mau datang untuk mengeluarkan kak Henric. " Berick bergumam dengan tangan terlipat.
Edward yang duduk di singgahsananya, dia tidak peduli mau Violet datang ataupun tidak. Menurut Edward lebih baik Violet tidak datang untuk menyelamatkan Henric.
" Bawa tahanan masuk!! sidang akan di mulai tanpa wali dari pelaku. " Perintah Edward.
Prajurit membawa Henric keluar dari penjara.
Suara besi yang bergesekan mulai terdengar perlahan-perlahan.
" Henric....." Arnold memanggil adiknya, dia terus menatap lorong tempat Henric seharusnya keluar.
Tapi Henric masih belum keluar.
" Dimana kak Henric? " Berick bertanya dengan mata yang sama seperti Arnold.
Mereka sangat antusias melihat Henric.
Setelah beberapa waktu menunggu, Henric yang di nanti-nantikan muncul dengan tubuh kurus, wajah pucat, dengan tangan di borgol dan kaki di borgol.
Dia seperti tahanan yang di kurung selama bertahun-tahun, wajahnya berbeda dari sebelumnya, satu langkah dia berjalan seakan lemah dan tidak bertenaga.
" .....He—henric...." Seolah tidak percaya, Arnold memanggil nama adiknya dengan mata kaget.
Henric tidak melirik kemana pun, dia hanya berjalan lurus ke depan dengan mata kosong yang menatap lurus.
" Kak!! apa dia kak Henric?!! " Berick berteriak, dia bertanya apa pria yang dia lihat benar kakaknya.
".....Apa yang....sebenarnya terjadi....." Jack dengan mata bingung bertanya-tanya.
__ADS_1
Di kursi mereka, Jack, Berick, dan Arnold terus menatap saudaranya yang terlihat menderita dan lemah.
Hati mereka seolah jatuh melihat Henric dalam kondisi yang seperti itu.
" Kemari....." Prajurit yang membawa Henric meminta Henric untuk berdiri di tengah podium.
Henric diam dia seperti boneka yang dapat di atur.
Sementara Violet belum tiba, Gulie sang korban terlihat lugu, dia terus menatap ke arah kursi Violet.
" Gulie, tidak tahu apa ini adalah keputusan yang benar. " Perempuan itu bergumam dengan nada manis, agar bangsawan lain yang hadir merasa kasihan kepadanya.
Para bangsawan sangat mudah di provokasi, mereka yang melihat Gulie yang polos dan lugu mulai berbicara seolah membela Gulie.
" Lady, anda tidak usah khawatir. Keputusan anda sudah benar. " Bangsawan laki-laki yang ikut dalam sidang tersebut berbicara.
" Tuan muda Henric memang pantas seperti itu, dia memang laki-laki playboy. " Ucap bangsawan lainnya.
| Bangsawan bodoh, mereka pikir semuanya adalah kebenaran. | Pikir Gulie.
" Lakukan sidangnya! " Edward memerintah.
" Tapi yang mulia, wali dari—
" Lanjutkan!!! " Edward tidak peduli dia ingin melanjutkan sidangnya.
Dari atas, Jack, Berick dan Arnold mereka terus mencari Violet, sampai sekarang Violet masih belum muncul.
" Sialan!!! kemana wanita itu?!!!! " Jack meludah kesal, karena Violet tidak kunjung datang.
" Yang mulia, saya akan memulainya. " Hakim agung akan memulai sidangnya.
Hakim itu berjalan di sekeliling Henric, dia kemudian membuka mulutnya dan bertanya kepada korban, tidak lain adalah Gulie.
" Lady Gulie, tolong berdiri, karena saya ingin menanyakan sesuatu. " Ucap Hakim agung seara menatap ke arah perempuan yang terlihat polos itu.
Gulie pun mengangguk, dia dengan anggun berdiri dari duduknya.
" Anda boleh menanyakan apapun kepada Gulie, karena Gulie akan menjawabnya. " Perempuan itu berbicara manis, penuh kasihan.
" Baiklah, saya akan bertanya....
" Anda bilang tersangka Tuan muda Henric sudah melakukan pelecehan terhadap anda, apa itu kebenaran? " Tanya Hakim Agung.
Gulie menjawab dengan wajah sendu.
" Benar, sebenarnya Gulie malu untuk mengatakannya, tapi itu memang kenyataan. " Wanita itu mengaku bahwa pelecehan yang di lakukan oleh Henric adalah kebenaran.
Semua bangsawan yang ada di sana saling berbisik dan menatap Henric dengan tatapan rendah dan sinis.
...----------------...
__ADS_1