
Istana kerajaan.
Putra-putra Sanjay, dan yang lainnya berkumpul di satu ruangan. Mereka membicarakan Eric yang tengah di eksekusi.
" Padahal aku ingin sekali menebas lehernya, tapi, setelah dia mendapat hukuman kematian dengan seribu luka, aku tidak mau melihatnya. " Ucap Arnold.
" Itu karena kita mengingat bagaimana dia dulu. Dulu, dia terlihat sangat baik, bahkan aku menganggap dia sebagai kakakku sendiri. Tapi sayang, dia ternyata seburuk itu. " Ucap Berick.
Henric, dan Jack, mereka diam dengan seribu pikiran yang melayang.
| Kematian seribu luka, itu adalah eksekusi pertama yang di lakukan oleh kerajaan Laontel. Yang mulia Raja, memang kejam seperti apa yang terdengar di masyarakat. | Pikir Henric.
| Eric, aku tidak pernah menyangka bahwa kau melakukan hal itu kepada kedua orang tuaku. Kau pantas mendapatkan hukuman itu. | Pikir Jack.
" Berhenti memikirkan hal itu, Eric pasti sudah menyesal. Bagaimana pun, dia tetap bersalah. " Ucap Amon.
" Aku tahu, kalian tidak tega mendengar hukuman ini, tapi ini sudah keputusan yang mulia. " Ucap Violet.
" Aku mengerti...." Arnold mengangguk.
Untuk melupakan Eric mereka mengalihkan pembicaraan ke arah pernikahan Violet, dan Edward.
" Ibu, kapan pernikahan akan di lakukan? " Tanya Henric penasaran.
Saat pertanyaan di ajukan, wajah Violet tiba-tiba memerah, dia malu untuk menjawab pertanyaan Henric.
" Kenapa? Apa pernikahan akan di lakukan 3 bulan kemudian? Apa 5 bulan? Atau lebih lama? " Tanya Arnold.
" Ibu, kenapa tidak menjawab? " Tanya Berick.
Saat mereka sedang bertanya dengan penuh rasa penasaran, suara yang dingin, dan tegas terdengar.
" Pernikahan akan di lakukan seminggu lagi...." Pemilik suara itu tidak lain adalah Edward.
Menyadari hal itu mereka pun berdiri memberi salam kepada Edward selaku Raja kerajaan Laontel.
" Salam Yang mulia, semoga kejayaan mengiringi anda. " Ucap mereka serentak.
" Duduklah, aku tahu kalian hanya berpura-pura menghormariku, benar buka? " Edward menatap keempat putra Sanjay.
" Apa maksud anda yang mulia? " Tanya Violet bingung.
" Ekhem! " Putra-putra Sanjay mengalihkan tatapannya, ketika Violet bertanya kepada Edward.
" Emm, yah.....mereka memang seperti itu bukan. " Ucap Edward, dia terlihat tidak berniat memberi tahu Violet.
Violet yang masih penasaran, dia pun bertanya lagi.
" Ada apa? Apa mereka membuat masalah lagi? " Tanya Violet.
" Tidak, aku hanya berbicara saja. " Jawab Edward.
| Aku belum ada niat untuk membeberkan perlakuan kalian kepadaku. Kalian berani menghalangi ku untuk bertemu dengan Violet, tidak hanya itu, kalian juga tidak menghormati ku. | Pikir Edward.
" Violet, aku sudah menyiapkan gaun, dan perhiasan yang akan di kenakan nanti, aku harap kau bisa melihat gaun tersebut. Jika kau tidak suka aku akan mencari gaun yang lain. " Ucap Edward.
" Tidak perlu, itu akan memakan banyak biaya. " Jawab Violet.
Edward menatap keempat putra-putra Sanjay, lalu dia berkata seperti mengejek mereka.
" Setelah pernikahan, kau akan tinggal di sini sebagai ibu dari kerajaan Laontel, yaitu Ratu. Satu lagi, putramu, mereka bisa bertemu denganmu jika kau tidak sibuk. " Ucap Edward.
| Aku tidak akan membiarkan putra-putramu ini terus menempel dengan mu Violet, mereka sudah seharusnya mencari wanita lain, terutama Arnold. Dia harus mencari Marcioness baru. | Pikir Edward.
" Yang mulia, saya akan menjadi pedang dari Ratu baru, pastinya saya akan selalu berada di samping Yang mulia ratu, benar begitu? " Tanya Berick penuh percaya diri.
| Sial, aku lupa, Berick, Jack, dan Henric mereka mengajukan diri sebagai pedang pelindung Violet. Bagaimana ini? Jika aku tidak menerima mereka sebagai pedang Violet, Violet pasti akan bertanya alasannya. Jika aki menerima mereka, mereka pasti akan berada di sisi Violet terus menerus. | Pikir Edward.
" Apa mereka sudah mengajukan diri? " Tanya Violet.
" Ya, tapi sepertinya itu tidak di butuhkan. Sekarang ada Naga yang melindungi dirimu, itu sudah cukup bukan. " Ucap Edward.
" Maaf yang mulia, Naga itu untuk sekarang tidak bisa menemani Yang mulia ratu sesering mungkin. Dia harus membiasakan diri sebagai manusia, dan juga Naga. " Amon berbicara membertahu Edward.
Saat itu juga, mata Edward menatap sini Amon, jelas sekali jika Edward terlihat marah.
| Kenapa pula, dia melaporkan hal itu di sini. Amon, kau benar-benar tidak peka!! | Pikir Edward.
" Jadi, sekarang tidak ada alasan untuk menolak kami bukan? " Tanya Henric.
" ....Ya, baiklah. Kalian boleh menjadi pedang dari Violet. " Dengan berat Edward menyetujui hal itu.
...----------------...
Satu minggu kemudian, hari pernikahan.
Semua masyarakat merayakan hari pernikahan Edward, dan Violet, bahkan semua hal buruk tentang Violet, sudah di bersihkan.
Janda muda kaya raya, penyihir dewa, semua sebutan Violet telah berubah menjadi, Ratu dari segala Ratu, Tuan dari Naga terakhir, pemilik pulau Hibria, dan penakluk maha Raja.
Sebutan itu terus terdengar di kalangan masyarakat. Bahkan hingga ke kerajaan lain, tidak hanya itu, para masyarakat membuat sebuah patung untuk mengucapkan rasa terima kasih kepada Violet.
Karena dia telah menyelamatkan mereka dari serangan para Monster. Patung itu di buat persisi seperti Violet, dengan tongkat, dan sayap dewa.
__ADS_1
Mereka benar-benar menghargai Violet.
...----------------...
Istana kerajaan.
Pernikahan akan di lakukan di istana kerajaan, dengan tamu undangan terbanyak sepanjang masa.
Tentunya hal itu bisa mengundang musuh untuk melakukan hal buruk di hari pernikahan ini. Akan tetapi, itu tidak perlu di khawatirkan, karena Violet, memiliki 3 pedang yang setia, dan Naga yang siap melindungi dirinya.
Selain itu, masih ada Edward yang sebentar lagi akan menjadi suami dari Violet.
...----------------...
Kamar pengantin.
Violet sedang menunggu putra-putranya datang, dia cukup gugup di hari pernikahannya.
" Apa aku tidak terlalu mewah dengan pakaian ini? " Violet bertanya-tanya mengenai gaun putih yang dia pakai.
Gaun itu terlihat polos, tetapi nyatanya itu di buat dengan bahan yang paling mahal, dengan desain yang paling sederhana. Edward sebenarnya ingin membuat gaun dengan permata di setiap benangnya.
Tetapi, Violet menolak, karena itu membuang-buang uang, Violet tidak suka menghamburkan uang.
" Ibu, tahukah anda, jika sekarang anda sangat cantik? " Suara itu milik Henric.
Dia sudah lebih dulu datang untuk menemani Violet, sedangkan putra-putra Violet yang lainnya masih menyiapkan diri mereka.
Henric dengan pakaian putihnya, dia terlihat sangat tampan, pakaian putihnya, di hiasa dengan aksesoris yang tidak terlalu menumpuk.
" Euh...Henric, untuk apa kau membawa bunga putih? " Tanya Violet penasaran, karena Henric terlihat memegang bunga putih.
Henric pun menjawab, seraya memberikan bunga putih tersebut.
" Dulu, aku tidak sempat memberikan bunga putih, karena ternodai darah. Tapi sekarang aku bisa memberikan bunga putih lagi tanpa adanya darah. Bunga ini melambangkan kesucian, karena warnanya yang putih. Terlebih, ini adalah bunga yang anda sukai, benar bukan? " Tanya Henric.
Violet mengambil bunga tersebut, lalu dia menciumnya, saat Violet mencium bunga tersebut, seketika gugupnya langsung hilang.
" Ya, ini bunga kesukaanku. Sekarang aku tidak gugup lagi, apa kau memantrainya? " Tanya Violet.
Henric tersenyum, itu tandanya memang benar.
Saat mereka sedang berbicara, Amon tiba-tiba datang, dan memberi tahu Violet, bahwa dia harus segera menuju Alta tempat pernikahan di langsungkan.
" Salam yang mulia Ratu, anda harus ke Altar sekarang. Yang mulia raja sudah menunggu anda. " Ucap Amon.
Saat mereka akan melewati pintu keluar, putra-putra Violet, Jack, Arnold, dan Berick terlihat, mereka berlarian ke arah Violet.
" Ibu! Tunggu kami! " Teriak Berick.
Saat Berick berteriak, Jack menepuk bahu Berick dengan keras.
" Berick! hormatlah kepada yang mulia Ratu! panggil beliau dengan sebutan Ratu! " Protes Jack.
" Memang mulut Berick tidak bisa di jaga! " Arnold juga memarahi Berick.
" Aku—aku lupa..." Ucap Berick gugup.
Violet yang melihat Berick gugup, dia pun berbicara.
" Tidak apa, meski aku adalah Ratu dari kerajaan ini, kalian tetap putraku, jadi panggil aku Ibu pun tidak akan menjadi masalah untukku. " Ucap Violet.
" Mari yang mulia, Yang mulia Raja sudah menunggu. " Ucap Amon.
" Baiklah. " Ucap Violet.
...----------------...
Setelah menaiki kereta kuda sebentar, Violet pun turun dari kereta menuju Altar pernikahan.
Saat di luar, banyak bangsawan, dan orang biasa yang bersorak atas pernikahan dirinya.
Dengan di temani putra-putranya, Violet berjalan dengan penuh keanggunan dengan gaunnya yang indah.
" Mantramu sangat berefek Henric. " Bisik Violet.
" Hahah, benarkah? itu bagus. " Jawab Henric.
| Apa ini jalan yang benar dengan menikahi Edward, dan menjadi Ratu? Semoga pilihan ku tidak salah. | Pikir Violet.
Dia takut jika pilihannya salah, dia takut hal yang sama terulang lagi.
__ADS_1
" Ibu, jangan gugup. Ini hari pernikahan mu yang sesungguhnya. " Berick tiba-tiba menggenggam tangan Violet dan memberinya semangat.
Saat itu pula, Violet menjadi lebih tenang.
Kakinya yang terus berjalan, dengan di iringin keempat putranya, kerudung putih pernikahan sudah menutupi wajahnya.
Ketika memasuki pintu Altar, semua mata tertuju kepada Violet selaku pengantin wanita, di setiap sisi para tamu undangan terus menatap Violet.
" Ibu, lihat yang mulia sudah menunggu di depan. Kami harus melepaskan Ibu mulai dari sekarang. " Ucap Berick.
Edward yang berada di depan, dia terlihat terdiam membisu melihat kecantikan Violet.
| Violet?...Kau terlihat sangat cantik dengan gaun polos itu, rambut merah, dan mata hijau itu sungguh tidak pernah membuatku merasa bosan. | Edward yang baru melihat Violet, dia kagum dengan kecantikan wanita yang sebentar lagi akan menjadi pendamping hidupnya.
Keempat putra Violet mengantar Violet sampai ke depan Edward. Berick yang siap melepaskan tangan Violet, dia berbicara dengan berbisik.
" Yang mulia, saya menyerah kan Ibu saya, jangan sampai anda membuatnya menangis, atau tersakiti. Jika itu sampai terjadi, saya tidak akan tinggal diam. " Peringatan dari Berick kepada Edward, adalah hal yang paling berani.
Karena Edward adalah Raja, sedangkan Berick hanyalah perajurit dari keluarga Marquess.
" Aku mengagumi peringatanmu Berick. Kau pegang kata-kataku, aku tidak akan pernah membuatnya tersakiti, jika itu sampai terjadi, aku sendiri yang akan memotong leherku. " Ucap Edward.
Mendengar hal itu, Berick akhirnya bisa tenang.
" Berick? " Violet bertanya-tanya kenapa Berick terdiam.
" Ibu.....semoga bahagia. " Ucap Berick.
Terlihat jika keempat putranya terlihat sedih ketika Violet memegang tangan Edward.
" Kau sangat cantik, seperti yang aku bayangkan. " Ucap Edward.
" Kau terlihat tampan, seperti yang aku bayangkan. " Violet sama seperti Edward.
" Aku cukup senang, karena aku memang tampan. " Edward yang berjalan bersama Violet menuju pendeta, mereka terus saling menggoda untuk menghilangkan gugup.
Sesampai di depan pendeta, mereka pun memulai pernikahan, dan mengucap sumpah janji.
Mereka mengucapkan sumpah tanpa adanya keraguan, setelah sumpah di ucapkan, Edward tanpa basa basi, dan tanpa peringatan dari pendeta, dia langsung membuka kain penutup mempelai wanita.
Dan saat itu pula, Edward dengan cepat mencuri ciuman Violet, Edward mendekapnya, dan memamerkan kebahagianya kepada semua orang yang hadir, termasuk putra-putra Sanjay.
" Edward, saat kau berciuman, aku harap jangan terlalu lama, karena aku kesulitan bernafas. " Violet yang baru selesai menerima ciuman ganas dari Edward dia langsung memperingati Edward.
" Maaf, karena aku sudah lama menginginkan bibir manismu. " Ucap Edward dengan senyum liciknya.
| Mana bisa aku tahan dengan dirimu Violet, selama ini aku sudah mengejarmu, dan sekarang aku sudah mendapatkan mu. Wajar saja jika aku tidak bisa menahan diri. | Pikir Edward.
" Ahhhh, aku jadi ingin menikah. " Berick merengek.
" Sebelum kau, maka aku yang harus menikah terlebih dahulu. Kau masih kecil Berick. " Arnold menanggapi adiknya.
" Mereka terlihat bahagia, itu karena, Ibu memang pantas mendapatkan kebahagiaan ini. " Henric bergumam murung.
| Apa ada perempuan yang sama sepertinya? Jika ada berikan aku satu. | Pikir Henric.
Masalah sudah terselesai, dan pernikahan sudah terjadi
Eric sudah di hukum, dan mati, tubuhnya sudah terkoyak habis, menjadi potongan-potongan kecil, namun di akhir hayatnya, dia sempat berdoa untuk kebahagiaan orang-orang yang dia khianati.
— Jika aku bisa memutar waktu, aku pasti tidak akan berkhianat lagi. Aku telah menerima siksaan, mungkin dosaku sudah berkurang sebagian....
— Dan semoga kehidupan orang yang aku khianati sedemikian rupa, bisa hidup bahagia, dan damai.
Kisah ini selesai sampai di sini. Semua sudah bahagia dengan jalan kehidupan masing-masing.
...----------------...
...TAMAT...
Jadi, udah End yah, gak ada tambahan Ch lagi, Author mau bilang terima kasih kepada kalian, karena mau nunggu novel ini, padahal Author update nya lama. Sekali lagi Author mau bilang terima kasih🥰
Yang nunggu Novel Jon, sama Lesley, itu keluarnya agak lama yah, soalnya Author mau Hiatus dulu selama 1 bulan full.
Baru setelah itu Author buat pengumuman soal Novel Jon, sama Lesley.
Ini gambaran Lesley, dia matanya kan berubah-ubah sesuai emosi, jadi pake penutup mata gitu.
__ADS_1
Udah gitu aja, spoilernya sedikit aja, kalian harus sabar lagi jadinya😅
byby🙋♀️