Aku Ibu Tiri Yang Baik

Aku Ibu Tiri Yang Baik
CHAPTER 28


__ADS_3

Aku segera menolong keduanya, aku mengangkat semua tumpukan itu sendiri, untung saja Gavino tidak pingsan seperti Dewer.


" Vino, apa kau bisa berjalan? " Tanyaku.


Karena dia lemah, dia hanya mengangguk saja.


Aku berusaha melepaskan Dewer, untung saja dia bangun saat aku berusaha membantunya.


" P—pergi....." Suaranya yang kasar dan serak terdengar tidak baik.


" Jangan banyak bicara ayo kita keluar dari sini!! " Ucapku.


Gavino juga masih berusaha berdiri, dia memegang perutnya di iringi ringisan.


" A—aku tidak kuat...." Gavino juga berkata demikian.


Aku hampir putus asa, dan duduk menunggu ajalku di sana.


Aku sempat memikirkan bagaimana janjiku dengan Sanjay untuk menjaga anak-anaknya.


Tapi justru semangat itu yang membuatku bangkit lagi, mereka masih membutuhkanku meskipun sikaf mereka seperti itu.


" Bangun!! kita tidak boleh mati seperti ini!!! " Aku berteriak di tengah keributan suara monster.


| Jika tidak cepat-cepat, para mayat hidup itu akan bangun, dan monster itu akan menang. | Pikirku.


" P—pergilah, tinggalkan aku— " Dewer berbicara lemah.


" Apa kau tidak mau hidup?!!! " Tanyaku.


Dengan mata lesu dan tak bersemangat, Dewer berkata.


" A—aku tidak berhak hidup....


" Aku—


" Sudah membunuh saudaraku—


" Aku pantas mendapatkan ini...


Dia mengatakan hal itu dengan suara serak seakan menyentuh hati.


" Baiklah, jika mau mati, ya mati saja!!!


" Tapi jangan di depanku, karena aku muak melihat orang mati!!! " Aku berteriak.


Suaraku bergema di langit-langit, saat itu pula hujan turun sangat deras. Aku menatap langit-langit tersebut dengan putus asa.


__ADS_1


" ....Baiklah, aku akan berusaha. " Ucap Dewer begitu saja.


" Kau akan menyesal telah menolongku. " Ucap Dewer sekali lagi.


Dewer tiba-tiba bangkit begitu saja dari tumpukkan mayat itu, aku cukup kaget dengan itu semua, dia berdiri layaknya orang sehat.


" Ka—kau? " Aku menatapnya dengan tatapan lebar.


" Pergilah, bawa Gavino karena aku akan mengurusnya sendiri. " Dewer berkata.


" Apa kau berlagak?! " Tanyaku kesal.


" Percayakan padaku. " Ucap Dewer dengan tatapan sengit.


Entah kenapa aku ingin mempercayainya, setelah aku melihat dia bangun dalam keadaan yang seperti itu.


" Baiklah. " Ucapku seraya pergi dan membawa Gavino.


Aku agak berat untuk meninggalkannya, tapi dia terlihat mampu.


" Pergilah cepat!! " Teriaknya.


Aku pun pergi.


...----------------...


Tidak berselang lama, sosok Dewer terlihat berjalan ke arah kami.


" Dewer...." Panggilku tanpa tenaga.


" ..Dia kembali..." Gavino berbicara.


Dewer kembali tanpa adanya luka, aku heran dengan itu, tapi sekarang itu tida penting.


" Aku sudah bilang bahwa kau akan menyesal. " Ucap Dewer.


Ku pikir dia baik-baik saja, tapi dia malah pingsan begitu saja di pangkuanku.


Aku tidak mempertanyakan apapun, tidak peduli dia monster atau apa tapi yang jelas dia sudah menolongku.


Singkat cerita aku membawa mereka berdua dan mengobatinya, dan setelah itu kami bertiga mulai akur.


Dalam segala pembasmian kami selalu bertiga, selama 8 tahun kami selalu bersama di medan pembasmian.


Terutama aku dan Dewer, sejak hari itu, Dewer selalu menempel dan membuat tingkah aneh kepadaku.


Berbeda dengan Gavino, dia orang pendiam tapi manipulatif.


Lalu suatu ketika, Dewer melamar ku dengan alasan yang tidak aku mengerti.

__ADS_1


" Lee, jika kau tidak mempunyai kekasih, maukah kau menikah denganku? " Tanyanya.


| Aku seorang janda, tidak bisa menikah. | Pikirku.


" Jika kau menolakku, aku tidak akan pernah muncul lagi di depan mu. " Ucapnya.


" Aku menolak! " Aku menjawab dengan cepat.


" Kenapa? aku butuh alasan? " Tanya Dewer.


" Aku tidak tahu. " Ucapku.


" Apa....


" Kau benar-benar menolakku? " Tanya nya.


Tantu saja aku menolak nya lagi.


" Ya. " Jawabku.


" Baiklah, karena kau menolak aku tidak akan muncul lagi. " Ucapnya seraya berjalan mundur.


Setelah hari itu, dia benar-benar tidak muncul.


Ku pikir benar-benar tidak muncul, tapi nyatanya dia bukan mau menjauh, tapi dia menjauh untuk membuat rencana agar aku bisa berada di sisinya.


Dan aku baru tahu sekarang, bahwa nama Drawde jika di balik berarti Edward.


...----------------...


Kamar Violet.



| Yah, seperti itulah awal mula kami bertemu. |


" Aku baru tahu nama yang dia gunakan Drawde, jika di balik Edward. Dan rambutnya saat itu pendek tidak panjang, selain itu aku mengenalinya karena rambutnya yang khas, dia memiliki sedikit rambut abu-abu, sungguh tidak terduga. " Ucap Violet.


" Dan Gavino, dia masih menjadi sahabatku. "


| Gavino, dia adalah orang yang selalu mengawasi putra-putraku. Dia pandai bersembunyi diri. Meskipun dia di cap sebagai penyihir gila. | Pikir Violet yang mengingat Gavino.


" Dari pada itu, aku sebaiknya menyiapkan sidang Henric, karena sebelum pergi, aku harus mengeluarkan Henric. " Gumam Violet.


...----------------...


Gavino...


__ADS_1


__ADS_2